Kabupaten Bondowoso selama ini masyhur dengan julukan Republik Kopi dan pesona Kawah Ijen yang mendunia. Namun, di balik kemegahan pegunungan yang mengelilinginya, tersimpan sebuah permata tersembunyi yang lahir dari rahim kreativitas dan semangat gotong royong warga desa. Bagi masyarakat lokal maupun pelancong yang sering melintasi tapal kuda Jawa Timur, nama Almour kini telah menjadi buah bibir. Destinasi yang memiliki nama resmi Wisata Desa Rawa Indah Almour ini berhasil mengubah wajah sebuah rawa sunyi menjadi pusat rekreasi keluarga yang sangat inspiratif.
Secara geografis, destinasi ini menempati lahan strategis di Desa Alas Sumur, Kecamatan Pujer. Letaknya yang berada di pinggiran kota memberikan keuntungan ganda bagi pengunjung; cukup jauh untuk mendapatkan ketenangan alam, namun tetap mudah dijangkau karena hanya berjarak sekitar sepuluh kilometer dari pusat Kota Bondowoso. Perjalanan singkat menuju lokasi akan dimanjakan dengan pemandangan khas agraris yang menyegarkan mata, menandakan bahwa pengunjung telah memasuki kawasan yang masih asri dan terjaga udaranya.
| Nama Inovasi | Desa Wisata Rawa Indah Almour |
| Pengelola | Pemerintah Desa Alas Sumur |
| Alamat | Desa Alas Sumur RT 12 RW 02, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur 68271 |
| Penanggung Jawab | Totok Sugianto (Kepala Desa Alas Sumur) |
| Kontak | 0822-1926-0220 |
| Waktu Layanan | 07.00–18.00 |
| Fasilitas | Fasilitas : flying fox, aneka permainan anak, sepeda air, perahu kayu, kolam renang, Tempat pemancingan, Gazebo, Hall, Lahan parkir yang luas. |
Akar dari nama Almour sendiri sebenarnya sangat sederhana namun ikonik, yakni merupakan akronim dari nama desa setempat, Alas Sumur. Sebelum tahun 2015, area ini tidak lebih dari sekadar genangan air alami yang bersumber dari mata air bawah tanah yang melimpah. Kala itu, fungsi rawa tersebut terbatas sebagai tempat bagi warga lokal untuk memancing ikan secara tradisional atau sekadar menjadi tempat duduk santai para pemuda desa di sore hari demi melepas penat setelah bekerja di sawah.
Transformasi besar-besaran mulai terjadi ketika Pemerintah Desa setempat memiliki kemauan politik atau will yang kuat untuk memajukan daerahnya. Kepala Desa Alas Sumur, Totok Sugianto, bersama seluruh elemen masyarakat melihat bahwa air yang melimpah tersebut adalah berkah yang bisa dikonversi menjadi motor ekonomi. Dengan semangat bahu-membahu, mereka mulai menata bantaran rawa, membersihkan gulma, dan membangun infrastruktur dasar secara bertahap. Hasil dari kerja keras kolektif ini kini bisa dinikmati dalam bentuk sebuah taman rekreasi air yang tertata rapi tanpa menghilangkan identitas aslinya sebagai rawa pedesaan.
Daya tarik utama yang membuat Almour mendapatkan predikat “Wow” dari para pengunjung adalah keberhasilannya dalam merangkul semua segmen usia dalam satu lokasi. Pengelola dengan cerdik memadukan nuansa alam yang tenang dengan berbagai wahana modern yang variatif. Bagi anak-anak dan remaja yang menyukai tantangan, tersedia fasilitas flying fox yang memungkinkan mereka meluncur di atas permukaan rawa sambil menikmati semilir angin. Selain itu, terdapat pula sepeda air dan perahu kayu yang menjadi primadona bagi keluarga yang ingin mengarungi luasnya rawa sambil bercengkerama. Kehadiran kolam renang anak dan area ketangkasan lainnya semakin melengkapi keceriaan buah hati saat menghabiskan waktu libur di sini.
Konsep wisata ini juga sangat ramah bagi orang tua. Ketika anak-anak sibuk dengan wahana permainan, para ayah tetap bisa menikmati kegemaran memancing di spot-spot yang sudah tertata nyaman. Di sisi lain, para ibu dapat menjelajahi area kuliner yang dikelola langsung oleh warga desa. Hal yang paling berkesan dari aspek kuliner di Almour adalah harganya yang sangat merakyat alias tidak membuat kantong “bolong”. Wisatawan bisa menikmati berbagai panganan lokal dengan cita rasa yang autentik sambil merasakan belaian udara sejuk, sebuah kemewahan yang sulit didapatkan di taman bermain perkotaan.
Selain kelengkapan fasilitas, kebijakan harga juga menjadi alasan mengapa wisata ini berkembang sangat pesat. Hingga saat ini, pengelola tetap konsisten memberikan akses yang terjangkau bagi semua kalangan. Pengunjung sering kali tidak dibebankan biaya tiket masuk yang mahal, melainkan cukup membayar retribusi parkir kendaraan sebesar dua ribu rupiah. Kebijakan ini menjadikan Rawa Indah Almour sebagai salah satu destinasi wisata paling inklusif di Bondowoso, di mana kesenangan tidak harus selalu dibayar dengan harga tinggi.
Keberhasilan Almour sebagai destinasi wisata unggulan juga tidak lepas dari dukungan sinergis antara Pemerintah Desa Alas Sumur dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso serta Tim Pendamping Profesional Desa. Promosi yang dilakukan bersifat masif dan berkelanjutan melalui berbagai saluran, mulai dari optimalisasi media sosial untuk menjangkau wisatawan milenial hingga partisipasi dalam berbagai pameran pariwisata daerah. Kehadiran fasilitas pendukung seperti gazebo untuk bersantai, aula atau hall untuk kegiatan pertemuan, serta lahan parkir yang luas juga menjadi faktor penentu kenyamanan pengunjung.
Data kunjungan menunjukkan tren yang sangat positif. Totok Sugianto menjelaskan bahwa pada hari-hari biasa, setidaknya seratus wisatawan domestik selalu memadati lokasi ini. Angka tersebut akan melonjak hingga lima kali lipat saat akhir pekan atau musim libur sekolah, di mana jumlah pengunjung bisa mencapai lima ratus hingga tujuh ratus orang setiap harinya. Peningkatan kunjungan ini secara langsung berdampak pada perputaran ekonomi warga desa yang berjualan di sekitar area wisata.
Sebagai penutup, Rawa Indah Almour merupakan bukti nyata bahwa keberhasilan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh modal yang besar, tetapi oleh visi yang tajam dan kerja sama yang erat antara pemimpin desa dan masyarakatnya. Destinasi ini bukan sekadar tempat bermain, melainkan simbol kebangkitan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Bagi siapa saja yang berkunjung ke Bondowoso, singgah di Desa Alas Sumur untuk menikmati ketenangan Rawa Almour adalah sebuah keharusan untuk merasakan bagaimana alam dan keramahan manusia bersatu dalam harmoni yang indah.

Trackbacks/Pingbacks