Ringkasan Inovasi
Desa Ciawigajah di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membangun BUMDes Mitra Usaha Bangun Desa yang mengoperasikan delapan unit usaha berbasis potensi lokal — meliputi Perusahaan Air Minum Desa (PAMDes), pabrik air minum dalam kemasan Ciawiwater, pengolahan sampah mandiri, agrowisata, pertanian, peternakan, e-warung, dan koperasi — yang bersama-sama menghasilkan pendapatan asli desa mencapai Rp147 juta per tahun dan omzet rata-rata Rp21,6 juta per bulan. [1] Inisiatif ini lahir dari komitmen Kepala Desa Nunung Nurhadi untuk menjadikan BUMDes sebagai mesin pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal, memberikan beasiswa pendidikan, dan menjadikan Ciawigajah sebagai desa pertama di Kabupaten Cirebon yang berhasil mengolah sampah hingga menghasilkan keuntungan ratusan juta rupiah. [2]
Keberhasilan ini mendorong kunjungan kerja resmi Komisi V DPR RI ke BUMDes Ciawigajah pada Juli 2023, sebuah pengakuan nasional atas model pengelolaan BUMDes multiproduk berbasis gotong royong warga yang menjadi rujukan nasional di lingkungan Kabupaten Cirebon. [3] BUMDes Ciawigajah meraih predikat BUMDes Terbaik se-Kabupaten Cirebon, dan dengan komitmen konsistensi yang kuat, desa ini menargetkan pendapatan Rp3 miliar per tahun sebagai pijakan kemandirian ekonomi desa jangka panjang. [4]
| Nama Inovasi | : | BUMDes Mitra Usaha Bangun Desa Ciawigajah — Model Multiproduk Berbasis Potensi Lokal: Air Minum, Sampah, Pertanian, Peternakan, Agrowisata, dan E-Warung |
| Alamat | : | Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (di perbatasan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon) |
| Inovator | : | Nunung Nurhadi (Kepala Desa Ciawigajah) bersama pengurus BUMDes Mitra Usaha Bangun Desa dan komunitas warga Desa Ciawigajah, difasilitasi Pendamping Desa Kabupaten Cirebon |
| Kontak | : | Website: ciawigajah.com | Produk Desa: ciawigajah.com/produk-desa | Kantor Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45173 |
Latar Belakang
Desa Ciawigajah adalah desa pertanian di kawasan perbatasan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan yang selama bertahun-tahun menghadapi dua permasalahan klasik desa: pengangguran yang menguras generasi muda ke kota dan ketiadaan sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang cukup untuk membiayai program pemberdayaan masyarakat secara mandiri. [5] Dana Desa yang diterima setiap tahun habis untuk belanja pembangunan infrastruktur fisik tanpa meninggalkan mekanisme penghasil pendapatan berkelanjutan yang bisa terus berputar tanpa injeksi anggaran baru. [5] Kondisi ini umum dialami oleh ribuan desa di Indonesia: investasi desa bersifat konsumtif, bukan produktif. [4]
Di sisi lain, Ciawigajah memiliki sejumlah potensi lokal yang belum dioptimalkan: sumber air bersih yang melimpah dari kawasan pegunungan perbatasan Kuningan, lahan pertanian subur, populasi ternak yang sudah ada di tingkat rumah tangga, dan potensi agrowisata berbasis lanskap alam yang belum terkelola. [6] Sampah rumah tangga yang selama ini menjadi masalah lingkungan, jika dikelola dengan benar, justru menyimpan nilai ekonomi yang signifikan melalui daur ulang dan pengomposan. [2] Potensi-potensi ini tersebar dan tidak terorganisasi, membutuhkan satu entitas kelembagaan yang cukup kuat untuk mengintegrasikan, mengelola, dan mengkomersialisasikannya secara profesional. [5]
Kepala Desa Nunung Nurhadi melihat BUMDes sebagai jawaban kelembagaan yang tepat: sebuah badan usaha milik warga desa yang bisa mengelola berbagai unit usaha secara profesional namun tetap berakar pada semangat gotong royong komunitas. [1] Berbeda dari BUMDes yang hanya berfokus pada satu lini usaha, Ciawigajah merancang model multiproduk yang memungkinkan risiko usaha tersebar dan pendapatan desa tidak bergantung pada keberhasilan satu sektor saja. [4]
Inovasi yang Diterapkan
Inovasi utama BUMDes Mitra Usaha Bangun Desa adalah model multiproduk yang mengintegrasikan delapan unit usaha dalam satu manajemen terpadu: PAMDes menyediakan air bersih ke seluruh rumah tangga desa, Ciawiwater memproduksi dan memasarkan air minum dalam kemasan, unit pengolahan sampah mandiri mendaur ulang sampah warga menjadi kompos dan produk daur ulang bernilai jual, unit agrowisata mengembangkan daya tarik wisata berbasis pertanian, unit pertanian dan peternakan memproduksi bahan pangan yang dipasarkan melalui e-warung secara daring dan offline, serta unit koperasi melayani kebutuhan simpan-pinjam warga. [5] Seluruh unit dijalankan dengan rekrutmen karyawan dari warga Ciawigajah sendiri, memastikan bahwa manfaat ekonomi tidak mengalir keluar desa. [1]
Mekanisme kerja BUMDes bertumpu pada proses urung rembuk bersama warga sebagai fondasi legitimasi: sebelum satu unit usaha diluncurkan, pemerintah desa mengadakan musyawarah untuk memetakan kebutuhan masyarakat, potensi desa, dan kesediaan warga terlibat sebagai tenaga kerja dan mitra usaha. [1] Setelah unit usaha disepakati, pengelolaannya berjalan secara profesional dengan sistem pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan yang transparan kepada warga, sementara sebagian keuntungan dialokasikan untuk program sosial seperti beasiswa pendidikan dan mitigasi pengangguran. [3]
Proses Penerapan Inovasi
Langkah pertama pembangunan BUMDes Ciawigajah adalah pemetaan sumber daya desa yang dilakukan bersama warga melalui serangkaian musyawarah yang memetakan apa yang desa miliki, apa yang warga butuhkan, dan unit usaha apa yang paling feasible diluncurkan terlebih dahulu. [5] PAMDes dan unit air minum dalam kemasan Ciawiwater menjadi unit usaha pertama yang diluncurkan karena kebutuhan air bersih yang paling mendasar dan sumber air yang tersedia di kawasan perbatasan pegunungan Kuningan — dua kondisi yang menciptakan peluang usaha dengan pasar captive yang pasti. [6]
Pengolahan sampah mandiri menjadi inovasi yang paling menonjol dan menjadikan Ciawigajah desa pertama di Kabupaten Cirebon yang berhasil mengolah sampah hingga menghasilkan keuntungan ratusan juta rupiah tanpa bergantung pada anggaran luar. [2] Keberhasilan ini tidak datang instan: dibutuhkan waktu untuk membangun kesadaran warga tentang pemilahan sampah, membangun infrastruktur pengolahan, menemukan pasar untuk produk daur ulang, dan melatih tenaga kerja pengolahan yang awalnya tidak memiliki keterampilan teknis di bidang ini. [2] Proses trial and error ini menjadi pembelajaran berharga bahwa usaha pengolahan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan tidak bisa mengharapkan keuntungan di tahun pertama. [2]
Pemasaran produk pertanian dan peternakan melalui e-warung dengan platform Shopee membuka dimensi baru jangkauan pasar: produk dari Desa Ciawigajah kini bisa diakses oleh pembeli di luar Cirebon secara daring, sebuah lompatan dari pola jual lokal yang selama ini membatasi nilai jual produk desa. [3] Pendamping Desa berperan penting dalam transfer pengetahuan pengelolaan platform digital kepada pengurus BUMDes yang sebagian besar belum familiar dengan perdagangan daring. [7]
Faktor Penentu Keberhasilan
Faktor paling menentukan adalah kepemimpinan inklusif Kepala Desa Nunung Nurhadi yang menjadikan musyawarah bersama warga — bukan keputusan sepihak pemerintah desa — sebagai basis legitimasi setiap unit usaha BUMDes. [1] Prinsip “profesional tapi tetap bergotong royong” yang ia tegaskan menjadi jembatan antara tuntutan efisiensi bisnis modern dengan nilai-nilai komunal desa yang mengedepankan kebersamaan; tanpa keseimbangan ini, BUMDes mudah terjerumus menjadi entitas bisnis elitis yang mengasingkan warga biasa. [4]
Faktor kedua adalah diversifikasi unit usaha yang menyebarkan risiko dan menjamin stabilitas pendapatan BUMDes meski salah satu unit mengalami tekanan. [5] Penelitian Syekh Nurjati IAIN Cirebon (2022) tentang peran BUMDes Ciawigajah menyimpulkan bahwa model multiproduk berbasis potensi lokal ini menjadikan BUMDes berperan secara ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat, dengan seluruh unit dikelola bersama warga berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi secara partisipatif. [5] Peran pendamping desa dalam pengelolaan program BUMDes juga terbukti signifikan sebagai katalis transfer pengetahuan manajemen usaha dan pemasaran digital. [7]
Hasil dan Dampak Inovasi
Secara finansial, BUMDes Mitra Usaha Bangun Desa menghasilkan pendapatan Rp147 juta per tahun dari enam unit usaha utama, dengan omzet rata-rata Rp21,6 juta per bulan dari unit pertanian dan peternakan yang dipasarkan secara retail dan daring melalui Shopee. [3] Unit pengolahan sampah mandiri menjadi yang paling fenomenal: Ciawigajah adalah desa pertama di Kabupaten Cirebon yang berhasil menjadikan sampah sebagai sumber pendapatan ratusan juta rupiah, mengubah masalah lingkungan menjadi aset ekonomi tanpa bergantung pada subsidi pemerintah. [2] Pendapatan BUMDes ini kemudian dialokasikan untuk program sosial yang nyata: beasiswa pendidikan bagi anak-anak warga kurang mampu dan program mitigasi pengangguran yang memberikan lapangan kerja formal bagi warga desa. [1]
Dampak kelembagaan terlihat dari predikat BUMDes Terbaik se-Kabupaten Cirebon yang diraih BUMDes Mitra Usaha Bangun Desa, dan kunjungan resmi Komisi V DPR RI pada Juli 2023 yang menjadikan Ciawigajah sebagai studi kasus BUMDes multiproduk yang dibicarakan di level nasional. [3] Website resmi desa ciawigajah.com yang aktif memublikasikan produk UMKM lokal melalui katalog “Ragam Karya” yang diluncurkan November 2025 memperkuat visibilitas digital produk desa ke pasar yang lebih luas. [8] Secara sosial, BUMDes berhasil menahan laju urbanisasi dengan menciptakan lapangan kerja layak di desa, memberikan penghasilan tetap bagi warga yang sebelumnya bekerja tidak menentu di sektor informal. [1]
Tantangan dan Kendala
Komisi V DPR RI dalam laporannya pasca-kunjungan 2023 mengidentifikasi empat kendala utama BUMDes Ciawigajah: pemasaran hasil produksi yang belum maksimal, infrastruktur bangunan pengolahan yang belum memadai sesuai rencana proyek, keuntungan yang belum sebanding dengan penyertaan modal, serta kebutuhan modal kerja yang lebih besar dari yang tersedia untuk mengakselerasi pertumbuhan. [3] Kendala pemasaran digital juga termasuk belum adanya pelatihan resmi dari pihak mitra platform Shopee, sehingga pengelolaan e-warung belum beroperasi secara optimal. [3]
Penelitian IAIN Syekh Nurjati (2022) menemukan catatan kritis: peran BUMDes Ciawigajah terhadap pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal belum sepenuhnya tampak ke permukaan bagi seluruh lapisan warga, dan relasi sosial yang terbangun antara pengelola BUMDes dengan warga cenderung lebih bersifat struktural-formal daripada partisipatif-substansial. [4] Temuan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan finansial BUMDes belum otomatis berarti kedalaman pemberdayaan yang dirasakan semua warga secara merata. [4]
Strategi Keberlanjutan Inovasi
Target jangka panjang BUMDes Ciawigajah adalah pendapatan Rp3 miliar per tahun, sebuah target yang membutuhkan penguatan kapasitas pemasaran digital, ekspansi jangkauan distribusi Ciawiwater ke luar wilayah Beber, dan optimalisasi unit agrowisata yang berpotensi menarik wisatawan agro dari kawasan Cirebon-Kuningan. [1] Peluncuran katalog “Ragam Karya” pada 2025 yang menampilkan seluruh produk UMKM Ciawigajah secara digital adalah langkah strategis untuk membangun ekosistem pemasaran yang tidak bergantung pada satu platform saja. [8]
Keberlanjutan organisasi BUMDes dijaga melalui penguatan kapasitas pengurus melalui pelatihan manajemen usaha dan keuangan yang difasilitasi pendamping desa, serta membangun mekanisme suksesi kepengurusan yang tidak bergantung pada figur kepala desa semata. [7] Perluasan partisipasi warga dalam pengambilan keputusan BUMDes — dari musyawarah desa sebagai forum legitimasi menjadi keterlibatan aktif dalam monitoring kinerja unit usaha — menjadi agenda kritis yang perlu dirawat agar BUMDes tetap menjadi milik semua warga, bukan sekadar mesin pendapatan desa. [5]
Kontribusi Pencapaian SDGs
BUMDes Ciawigajah membuktikan bahwa pendekatan multiproduk berbasis potensi lokal yang dirancang secara inklusif mampu menjawab berbagai dimensi SDGs secara bersamaan, dari ketahanan ekonomi hingga lingkungan hidup yang bersih. [5] Model ini juga menunjukkan bahwa desa tidak harus menunggu investasi besar dari luar untuk berkembang — dengan mengelola apa yang sudah ada secara profesional dan gotong royong, desa bisa menciptakan lingkaran kemandirian yang terus berkembang. [1]
| No SDGs | : | Penjelasan |
| SDGs 1: Tanpa Kemiskinan | : | BUMDes Mitra Usaha Bangun Desa mengalokasikan sebagian keuntungan untuk beasiswa pendidikan dan program mitigasi pengangguran, menciptakan jaring pengaman sosial yang membantu keluarga rentan mendapatkan akses pendidikan dan penghasilan tanpa bergantung pada bantuan sosial dari luar. |
| SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi | : | PAMDes Ciawigajah menjamin akses air bersih perpipaan ke seluruh rumah tangga desa, sementara produk Ciawiwater memastikan ketersediaan air minum aman dalam kemasan yang terjangkau bagi warga sebagai alternatif lebih sehat dibanding air tanah yang tidak terkontrol kualitasnya. |
| SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi | : | Delapan unit usaha BUMDes menyerap tenaga kerja lokal dengan penghasilan tetap, mengurangi pengangguran dan mengikis arus urbanisasi generasi muda, serta menghasilkan PADes Rp147 juta per tahun yang mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara inklusif dan berkelanjutan. |
| SDGs 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan | : | Unit pengolahan sampah mandiri yang menjadikan Ciawigajah desa pertama di Cirebon yang profit dari pengelolaan sampah mengubah paradigma desa dari pembuang sampah menjadi pengelola lingkungan, menciptakan permukiman desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga. |
| SDGs 12: Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab | : | Model daur ulang sampah mandiri yang menghasilkan kompos dan produk daur ulang bernilai jual merupakan wujud nyata pola produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab di tingkat desa, membuktikan bahwa prinsip ekonomi sirkular bisa diimplementasikan oleh komunitas perdesaan tanpa teknologi mahal. |
| SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh | : | Mekanisme urung rembuk sebagai dasar pengambilan keputusan BUMDes, transparansi laporan keuangan kepada warga, dan website ciawigajah.com sebagai platform informasi publik membangun tata kelola desa yang akuntabel, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan seluruh warga. |
| SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan | : | Kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, pendamping desa, platform Shopee sebagai mitra pemasaran digital, serta dukungan Komisi V DPR RI dalam pengawasan dan advokasi kebijakan menciptakan ekosistem kemitraan yang memperkuat kapasitas dan keberlanjutan BUMDes Ciawigajah. |
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Model BUMDes multiproduk Ciawigajah dapat direplikasi oleh desa-desa yang memiliki kombinasi potensi sumber daya alam (air, pertanian, peternakan) dan masalah lingkungan (sampah) yang belum terkelola secara produktif — karakteristik yang dimiliki oleh ribuan desa di seluruh Indonesia. [4] Kunci replikasinya adalah: mulai dari satu unit usaha yang paling butuh dan paling feasible, bangun kepercayaan warga dengan transparansi keuangan, lalu kembangkan unit usaha berikutnya menggunakan keuntungan dari unit pertama sebagai modal awal — sebuah strategi bootstrap yang tidak membutuhkan investasi awal yang besar. [1]
Untuk scale up, Kementerian Desa PDTT dapat mengembangkan modul “BUMDes Multiproduk Berbasis Potensi Lokal” dari pengalaman Ciawigajah yang mencakup: panduan pemetaan potensi desa, template tata kelola multiproduk, dan strategi digitalisasi pemasaran produk desa. [4] Katalog “Ragam Karya” digital yang sudah diluncurkan Ciawigajah pada 2025 bisa menjadi model bagi ribuan desa untuk mempromosikan produk UMKM lokal ke pasar yang lebih luas melalui platform digital desa yang terintegrasi dengan marketplace nasional. [8]
Daftar Pustaka
[1] Ciremaitoday/Kumparan, “BUMDes Desa Ciawigajah Cirebon Peroleh Pendapatan Ratusan Juta,” kumparan.com, 9 Okt. 2019. [Online]. Available: https://kumparan.com/ciremaitoday/bumdes-desa-ciawigajah-cirebon-peroleh-pendapatan-ratusan-juta-1s1TI4KX6xQ/full
[2] Suara Cirebon, “Sukses Kelola Sampah, Raup Keuntungan Ratusan Juta,” suaracirebon.com, 14 Nov. 2022. [Online]. Available: https://suaracirebon.com/2022/11/14/sukses-kelola-sampah-raup-keuntungan-ratusan-juta/
[3] Komisi V DPR RI, “Laporan Kunjungan Kerja ke BUMDes Mitra Usaha Bangun Desa Ciawigajah, Kabupaten Cirebon, 11–13 Juli 2023,” Scribd/DPR RI, 2023. [Online]. Available: https://id.scribd.com/document/895756676/Laporan-Kunjungan-DPR-Ke-Bumdes-Ciawigajah
[4] S. Anggraeni, “Peran Badan Usaha Milik Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal di Desa Ciawigajah,” Skripsi, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2022. [Online]. Available: https://repository.syekhnurjati.ac.id/8317/
[5] N. Saptyani, “Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Desa Ciawigajah Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon,” Skripsi, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2021. [Online]. Available: https://repository.syekhnurjati.ac.id/4996/
[6] UIN Sunan Kalijaga, “Pengelolaan Dana Desa dan Peran BUMDes dalam Pembangunan Desa Ciawigajah,” Tesis, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2021. [Online]. Available: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/43127/1/15720018_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf
[7] Universitas Pendidikan Indonesia, “Peran Pendamping Desa pada Pengelolaan Program BUMDes Desa Ciawigajah,” Skripsi, UPI Bandung, 2024. [Online]. Available: http://repository.upi.edu/118448/
[8] Pemerintah Desa Ciawigajah, “‘Ragam Karya’: Katalog Produk UMKM Desa Ciawigajah, Wujud Kreativitas dan Kemandirian Warga,” ciawigajah.com, 9 Nov. 2025. [Online]. Available: https://ciawigajah.com/index.php/artikel/2025/11/10/ragam-karya-katalog-produk-umkm-desa-ciawigajah
[9] Ciayumajakuning.id, “Ciawigajah Jadi Desa Pertama di Cirebon yang Berhasil Olah Sampah Hingga Untung Ratusan Juta,” ciayumajakuning.id, 12 Nov. 2022. [Online]. Available: https://ciayumajakuning.id/2022/11/13/ciawigajah-jadi-desa-pertama-di-cirebon-yang-berhasil-olah-sampah-hingga-untung-ratusan-juta/
[10] Pemerintah Desa Ciawigajah, “Ciawi Water, Produk Air Minum Dalam Kemasan dari BUMDes Ciawigajah,” ciawigajah.com. [Online]. Available: https://ciawigajah.com/index.php/artikel/kategori/produk-desa
