Ringkasan Inovasi
Desa Wisata Bangowan di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berhasil mengubah potensi alam dan budaya lokal menjadi ekosistem wisata terintegrasi berbasis komunitas. Inovasi ini memadukan agrowisata sawo organik bersertifikat, pelestarian seni Wayang Thengul, batik tulis bermotif lokal, serta energi terbarukan melalui turbin Archimedes untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Hasilnya melampaui ekspektasi: Desa Bangowan meraih Juara II Desa Wisata Rintisan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang diikuti 6.016 desa wisata seluruh Indonesia. Pencapaian ini menegaskan bahwa pendekatan pariwisata hijau berbasis kearifan lokal mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
| Nama Inovasi | : | Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas, Agrowisata Organik, dan Energi Terbarukan Desa Bangowan |
| Alamat | : | Desa Bangowan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah |
| Inovator | : | Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa Bangowan, dipimpin oleh Hanif Masadini (Pengelola Desa Wisata Bangowan) |
| Kontak | : | Website: pemdesbangowan.com Jadesta: jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/bangowan Instagram: @desawisatabangowan |
Latar Belakang
Desa Bangowan dahulu hanyalah desa agraris biasa di kawasan Pegunungan Kapur Utara, Blora, yang potensinya belum terkelola secara optimal. Kebun sawo yang tumbuh di hampir setiap pekarangan rumah, seni Wayang Thengul yang mulai terancam punah, dan keindahan perbukitan dengan sunrise memesona tidak memiliki nilai ekonomi yang berarti bagi warganya.
Ketergantungan pada sektor pertanian tradisional membuat pendapatan warga rentan terhadap fluktuasi harga komoditas. Sementara itu, generasi muda mulai meninggalkan desa akibat minimnya lapangan kerja lokal. Kebutuhan mendesak akan model pemberdayaan ekonomi alternatif yang tetap menghormati kearifan lokal menjadi titik awal lahirnya gagasan desa wisata.
Pada saat yang sama, tren pariwisata berbasis alam dan budaya di Indonesia sedang tumbuh pesat. Pemerintah melalui Kemenparekraf mendorong pengembangan desa wisata melalui program Jadesta (Jaringan Desa Wisata), yang membuka peluang bagi desa-desa potensial untuk bertransformasi menjadi destinasi bernilai ekonomi tinggi.
Inovasi yang Diterapkan
Sejak 2020, Pokdarwis Desa Bangowan mulai merancang model wisata terpadu yang tidak sekadar menjual pemandangan, tetapi menciptakan pengalaman autentik bagi wisatawan. Lahirnya inovasi ini berawal dari diskusi warga yang sepakat memanfaatkan tiga pilar utama: alam, budaya, dan teknologi ramah lingkungan.
Inovasi konkret yang diterapkan mencakup agrowisata kebun sawo organik bersertifikat dari Lembaga Sertifikasi Seloliman Mojokerto (LeSOS) sejak 2015, paket wisata edukasi Wayang Thengul yang memungkinkan wisatawan belajar memainkan wayang secara langsung, serta instalasi turbin Archimedes PLTB berkapasitas 1.000 Watt per unit untuk menyuplai kebutuhan listrik kawasan wisata. Seluruh paket wisata ini dikelola secara komunal oleh Pokdarwis dengan dukungan homestay dan fasilitas glamping di Wisata Bukit Kunci.
Proses Penerapan Inovasi
Proses pengembangan dimulai dengan pemetaan potensi lokal secara partisipatif bersama warga, perangkat desa, dan pendamping dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora. Tim Pokdarwis kemudian merancang paket wisata yang mengintegrasikan elemen alam, budaya, dan kuliner dalam satu alur kunjungan.
Pengembangan tidak berjalan mulus. Pandemi COVID-19 sempat membuat kunjungan wisatawan surut drastis dan nyaris menghentikan momentum yang baru dibangun sejak 2020. Pengalaman pahit ini justru mendorong pengelola untuk memperkuat basis digital dengan aktif berpromosi melalui media sosial dan mendaftarkan desa ke platform Jadesta Kemenparekraf, sehingga jangkauan promosi lebih luas.
Setahun terakhir sebelum ADWI 2024, Pokdarwis mempercepat pengembangan paket wisata baru, termasuk eksplorasi sumur minyak tua peninggalan Belanda, kunjungan ke Megantara Farm (peternakan bebek), dan wisata kenduren dengan kuliner ramah lingkungan. Setiap paket dirancang dengan standar edukasi agar wisatawan tidak sekadar menikmati, tetapi juga memahami nilai konservasi yang dipegang teguh warga Bangowan.
Faktor Penentu Keberhasilan
Keberhasilan inovasi ini tidak lepas dari kuatnya kepemimpinan komunitas yang dimotori Pokdarwis dan semangat kolektif warga untuk melestarikan alam dan budaya. Riset dari Jurnal Pariwisata Indonesia menunjukkan bahwa Pokdarwis yang aktif melibatkan seluruh lapisan masyarakat—dari perencanaan hingga evaluasi—terbukti mampu mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan [9].
Faktor lain yang krusial adalah dukungan penuh dari Bupati Blora Arief Rohman dan pendampingan teknis dari Dinporabudpar Blora. Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf, Bambang Cahyo Murdoko, saat berkunjung pada Juli 2024 menyatakan bahwa Desa Bangowan memiliki potensi besar di tiga sektor sekaligus: wisata alam, budaya, dan buatan. Sinergi lintas sektor inilah yang mempercepat transformasi desa dari desa biasa menjadi destinasi wisata berprestasi nasional.
Hasil dan Dampak Inovasi
Puncak capaian inovasi ini terwujud pada 17 November 2024 ketika Desa Bangowan dinobatkan sebagai Juara II Desa Wisata Rintisan ADWI 2024 oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Penghargaan diserahkan langsung oleh Plt. Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Inspektur Utama, Bayu Aji, di hadapan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Secara kualitatif, inovasi ini berhasil menyelamatkan seni Wayang Thengul dari kepunahan dengan mengintegrasikannya ke dalam paket wisata edukasi yang diminati wisatawan. Homestay dan fasilitas glamping yang tersedia menciptakan sumber pendapatan baru bagi warga yang sebelumnya hanya bergantung pada hasil pertanian.
Dari sisi kuantitatif, keberadaan PLTB turbin Archimedes berkapasitas 1.000 Watt per unit memberikan efisiensi energi di kawasan wisata tanpa biaya operasional tambahan. Keikutsertaan tiga tahun berturut-turut di ADWI menunjukkan progres nyata: dari peringkat 300 besar (tahun pertama), menembus 50 besar, hingga akhirnya meraih juara II nasional.
Tantangan dan Kendala
Tantangan terbesar yang dihadapi Pokdarwis adalah mempertahankan momentum di tengah persaingan ketat dari ratusan desa wisata lain di Jawa Tengah, termasuk desa-desa dengan infrastruktur yang jauh lebih matang seperti Lerep dan Paranggupito. Keterbatasan sumber daya manusia yang terampil di bidang digital marketing juga sempat memperlambat laju promosi desa wisata ke pasar yang lebih luas.
Kendala teknis juga muncul dalam pengelolaan fasilitas wisata yang masih bertumpu pada swadaya masyarakat dengan anggaran terbatas. Riset tentang peran Pokdarwis menunjukkan bahwa keterbatasan finansial dan SDM teknis merupakan hambatan umum yang dihadapi desa wisata berbasis komunitas di Indonesia [7]. Kondisi ini menuntut Pokdarwis Bangowan untuk terus berinovasi dalam model pengelolaan yang efisien dan mandiri.
Strategi Keberlanjutan Inovasi
Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan Desa Wisata Bangowan bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan keberlanjutan pengelolaan yang berdampak nyata pada ekonomi masyarakat desa. Strategi jangka panjang diarahkan pada penguatan sinergi lintas sektor antara Pokdarwis, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi kreatif lokal.
Kemenparekraf turut mendukung keberlanjutan ini melalui program “Pendampingan Tata Kelola Desa Wisata” dan “Dukungan Sarana Pariwisata” bagi 50 besar desa terbaik ADWI 2024 [6]. Dengan program tersebut, Desa Bangowan mendapatkan akses pembinaan profesional untuk membangun desa wisata yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing global sesuai tema ADWI 2024.
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Model Bangowan—memadukan agrowisata organik bersertifikat, pelestarian budaya lokal yang hampir punah, dan energi terbarukan dalam satu ekosistem wisata—berpotensi besar untuk direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Blora maupun wilayah Jawa Tengah. Kunci replikasinya terletak pada ketersediaan produk khas lokal yang terstandarisasi, seperti sertifikasi organik untuk komoditas pertanian unggulan desa.
Pengelola Hanif Masadini berharap capaian Juara II ADWI 2024 menjadi pelecut semangat bagi desa-desa lain di Blora untuk berani bertransformasi menjadi desa wisata. Pemerintah Kabupaten Blora dapat memfasilitasi replikasi dengan menduplikasi model pendampingan Dinporabudpar yang telah terbukti efektif, sekaligus mendorong jaringan homestay antardesa sebagai paket wisata lintas wilayah yang memperluas manfaat ekonomi bagi lebih banyak komunitas.
Daftar Pustaka
[1] Detik Jateng, “Top! Bangowan Blora Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik di Ajang ADWI,” detik.com, 26 Mei 2024. [Online]. Tersedia: https://www.detik.com/jateng/wisata/d-7359034/
[2] Anugerah Desa Wisata, “Memborong Sawo Organik Khas Desa Wisata Bangowan Blora Jawa Tengah,” YouTube, 22 Agustus 2024. [Online]. Tersedia: https://www.youtube.com/watch?v=AiLOX4Etph0
[3] Kilasdaerah Kompas, “Bangowan Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia,” kompas.com, 27 Mei 2024. [Online]. Tersedia: https://kilasdaerah.kompas.com/blora/read/2024/05/27/132741978
[4] Pemerintah Kabupaten Blora, “Setelah Tembus 100, Kini Dewis Bangowan Lolos 50 Besar ADWI 2024,” blorakab.go.id. [Online]. Tersedia: https://www.blorakab.go.id/index.php/public/berita/detail/6251
[5] Kemenparekraf, “Desa Wisata Bangowan 50 Besar ADWI 2024,” Jadesta Kemenparekraf. [Online]. Tersedia: https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/bangowan
[6] Kemenparekraf, “ADWI 2024: Wajah Baru Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia,” bob.kemenparekraf.go.id, 18 November 2024. [Online]. Tersedia: https://bob.kemenparekraf.go.id/371756-adwi-2024-wajah-baru-desa-wisata
[7] R. Pandiangan et al., “Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Punden Rejo Kabupaten Deli Serdang,” Innovative Journal, vol. X, 2024. [Online]. Tersedia: http://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/16507
[8] Surabaya Inside, “Desa Wisata Terindah di Blora yang Diakui Kementerian Pariwisata,” surabayainside.com, 3 Februari 2025. [Online]. Tersedia: https://www.surabayainside.com/read/2832
[9] A. Nurhidayati & N. Fajri, “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pokdarwis untuk Mengembangkan Desa Wisata Sumberbulu di Pendem Mojogedang Karanganyar,” Jurnal Pariwisata Indonesia, STP Sahid Surakarta, 2020. [Online]. Tersedia: https://jurnal.stpsahidsurakarta.ac.id/index.php/JPI/article/view/175
[10] Pemerintah Desa Bangowan, “Top! Bangowan Blora Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik di Ajang ADWI,” pemdesbangowan.com, 4 Juni 2024. [Online]. Tersedia: https://pemdesbangowan.com/2024/06/04/
[11] Industri Properti, “Menparekraf Luncurkan ADWI 2024 Bertema Pariwisata Hijau,” industriproperti.com, 11 Maret 2024. [Online]. Tersedia: https://www.industriproperti.com/nasional/menparekraf-luncurkan-adwi-2024
___________________________________________
