Ringkasan Inovasi
Kampong Lae Bersih, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh, mengubah air terjun Lae Napal setinggi 30 meter menjadi destinasi wisata alam terpadu bernama “Sampuren Lae Napal” yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Inovasi ini mengintegrasikan potensi alam yang selama ini terabaikan dengan wahana wisata modern — mulai dari pemandian keluarga, panjat tebing, waterboom mini, hingga seluncuran tali — untuk menciptakan sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkelanjutan. [1]
Keunggulan strategis Lae Napal terletak pada posisinya yang berdekatan dengan kawasan wisata Nantampuk Mas milik Pemkot Subulussalam — sebuah kedekatan geografis yang menjadikan Lae Napal sebagai destinasi pelengkap yang saling memperkuat. [2] Kota Subulussalam memang dikenal sebagai “surga 1001 air terjun” di ujung barat daya Aceh, dan Kampong Lae Bersih mengambil bagian aktif dalam ekosistem wisata alam ini dengan menempatkan BUMDes sebagai motor penggerak pengembangan destinasi. [3]
| Nama Inovasi | : | Sampuren Lae Napal — Pengembangan Wisata Alam Terpadu BUMDes Berbasis Air Terjun untuk Peningkatan PADes Kampong Lae Bersih |
| Alamat | : | Kampong Lae Bersih, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh |
| Inovator | : | Pemerintah Kampong Lae Bersih; Pengurus BUMDes Kampong Lae Bersih; difasilitasi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Subulussalam |
| Kontak | : | subulussalamkota.go.id | Dinas Disporapar Kota Subulussalam |
Latar Belakang
Kota Subulussalam dijuluki “surga 1001 air terjun” karena kekayaan alam yang luar biasa di ujung barat daya Provinsi Aceh, berbatasan langsung dengan Sumatera Utara. [4] Namun kekayaan alam ini selama bertahun-tahun tidak terkelola secara optimal — air terjun dan kawasan sungai yang indah hanya dinikmati oleh warga lokal tanpa infrastruktur wisata yang memadai untuk menarik pengunjung dari luar daerah.
Kampong Lae Bersih memiliki air terjun Lae Napal setinggi 30 meter yang memiliki potensi wisata sangat besar, namun posisinya yang berada di seberang Sungai Nantampuk membuat akses pengunjung terbatas. [1] Tanpa jembatan penghubung dan wahana yang menarik, air terjun ini tidak lebih dari sekadar pemandangan alam yang belum memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Kedekatan geografis dengan kawasan wisata Nantampuk Mas — yang sudah lebih dulu dikenal dan hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat kota Subulussalam — menjadi peluang strategis yang belum dimanfaatkan. [2] Pengunjung yang datang ke Nantampuk Mas berpotensi besar menjadi pengunjung Lae Napal jika kedua lokasi ini terhubung dengan baik dan dilengkapi wahana yang menarik.
Inovasi yang Diterapkan
Inovasi yang diterapkan adalah pengembangan kawasan wisata terpadu “Sampuren Lae Napal” oleh BUMDes Kampong Lae Bersih — mengubah air terjun alami 30 meter yang sebelumnya tidak terkelola menjadi destinasi wisata keluarga dan wisata adrenalin dalam satu kawasan. Wahana yang dihadirkan mencakup kolam pemandian khusus anak-anak dan keluarga, arena panjat tebing, waterboom mini, dan seluncuran tali — pilihan wahana yang sengaja dirancang menjangkau berbagai segmen pengunjung. [1]
Model inovasi ini bekerja melalui pengelolaan terpadu oleh BUMDes: pendapatan tiket masuk dan sewa wahana dikelola sebagai sumber PADes yang terorganisasi dan akuntabel. [5] BUMDes juga berperan sebagai pengelola infrastruktur wisata — merawat wahana, menjaga kebersihan kawasan, dan mengembangkan fasilitas pendukung secara bertahap sesuai pertumbuhan kunjungan wisatawan.
Proses Penerapan Inovasi
Proses penerapan dimulai dari inisiatif pemerintah kampong bersama warga untuk mengidentifikasi potensi wisata lokal yang belum termanfaatkan. Air terjun Lae Napal dipilih karena memiliki dua keunggulan sekaligus: keindahan alam yang autentik dan kedekatan dengan kawasan wisata Nantampuk Mas yang sudah ramai dikunjungi. [1]
Tahap pengembangan dilakukan secara bertahap: pertama membangun akses jalan menuju lokasi dan kolam pemandian yang aman untuk keluarga, lalu menambahkan wahana adrenalin seperti panjat tebing, waterboom mini, dan seluncuran tali sesuai dengan pertumbuhan minat dan kapasitas pengelolaan BUMDes. [5] Penambahan wahana secara bertahap ini menjadi strategi yang bijak karena memungkinkan BUMDes untuk mempelajari preferensi pengunjung sebelum berinvestasi lebih besar.
Tantangan akses menjadi pelajaran berharga dalam proses ini. Pengunjung yang harus menyeberangi Sungai Nantampuk untuk mencapai lokasi menjadi hambatan yang signifikan. Pemerintah Kampong Lae Bersih merespons dengan mengusulkan pembangunan jembatan gantung (Rambingen) kepada Pemkot Subulussalam — langkah advokasi infrastruktur yang krusial untuk membuka potensi penuh destinasi ini. [1]
Faktor Penentu Keberhasilan
Faktor pertama adalah keberanian pemerintah kampong untuk mengambil inisiatif mengembangkan potensi alam lokal melalui BUMDes, bukan menunggu investasi dari luar. Pelibatan langsung warga dalam pengelolaan wisata menciptakan rasa memiliki yang kuat dan memastikan kawasan wisata dijaga dengan baik oleh komunitas setempat. [5]
Faktor kedua adalah positioning strategis Lae Napal sebagai destinasi komplementer terhadap Nantampuk Mas. Penelitian wisata menunjukkan bahwa pengunjung cenderung mengunjungi beberapa destinasi dalam satu perjalanan — dengan menempatkan diri sebagai “add-on” atraksi yang menarik di samping kawasan wisata yang sudah mapan, Lae Napal mendapatkan efek spillover pengunjung secara organik. [2] Desa Lae Bersih pun kini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di wilayah sekitar Kecamatan Penanggalan. [6]
Hasil dan Dampak Inovasi
Sampuren Lae Napal berhasil menempatkan Kampong Lae Bersih sebagai destinasi wisata yang dikenal di Kota Subulussalam. Harga tiket yang terjangkau menjadi daya tarik utama bagi keluarga untuk berkunjung, menciptakan arus kunjungan yang ramai terutama pada akhir pekan dan hari libur. [6] Pendapatan dari tiket masuk dan sewa wahana mengalir ke kas BUMDes dan menjadi sumber PADes baru yang tidak bergantung pada alokasi anggaran pemerintah.
Dampak ekonomi berlapis juga dirasakan warga sekitar: pedagang makanan dan minuman lokal mendapat pasar baru di area wisata, pengelola parkir mendapat penghasilan rutin, dan pemuda desa mendapat peluang kerja sebagai pemandu wisata dan petugas keamanan wahana. [5] Kehadiran wisatawan juga mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif lokal — mulai dari penjualan oleh-oleh khas hingga jasa foto dokumentasi wisata.
Secara lebih luas, pengembangan Sampuren Lae Napal berkontribusi pada penguatan ekosistem wisata Kecamatan Penanggalan yang sudah diperkaya oleh beragam destinasi unggulan. [3] Kunjungan ke Nantampuk Mas yang dilaporkan semakin ramai pada 2026 juga berdampak positif pada arus pengunjung ke Lae Napal yang posisinya berdekatan, membuktikan bahwa integrasi destinasi wisata saling menguntungkan.
Tantangan dan Kendala
Tantangan terbesar adalah keterbatasan akses fisik menuju lokasi. Pengunjung harus menyeberangi Sungai Nantampuk yang dapat berbahaya di musim hujan — kondisi ini membatasi kunjungan secara signifikan dan menjadi hambatan utama pertumbuhan wisatawan. [1] Pembangunan jembatan gantung (Rambingen) yang diusulkan pemerintah kampong kepada Pemkot Subulussalam belum terealisasi — sebuah bottleneck infrastruktur yang menghambat potensi maksimal destinasi ini.
Tantangan kedua adalah kapasitas pengelolaan BUMDes yang perlu terus ditingkatkan seiring berkembangnya skala operasional wisata. Manajemen keselamatan wahana adrenalin seperti panjat tebing dan seluncuran tali membutuhkan standar keamanan yang ketat dan SDM yang terlatih — aspek yang sering menjadi titik lemah pengelolaan wisata desa di daerah. [7]
Strategi Keberlanjutan Inovasi
Keberlanjutan Sampuren Lae Napal bertumpu pada realisasi pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan kawasan ini dengan Nantampuk Mas. Jembatan ini bukan hanya infrastruktur akses, tetapi juga akan menjadi atraksi wisata tersendiri — seperti yang sudah dibuktikan oleh destinasi wisata lain di Subulussalam seperti Sikelang yang menjadikan jembatan gantungnya sebagai spot foto favorit keluarga. [8]
Untuk jangka panjang, BUMDes perlu mengembangkan paket wisata terpadu yang mengombinasikan Sampuren Lae Napal dengan destinasi-destinasi wisata alam lainnya di Kecamatan Penanggalan — strategi clustering wisata yang sudah terbukti meningkatkan lama tinggal wisatawan dan nilai belanja per kunjungan. [3] Penguatan promosi digital melalui media sosial dan platform wisata nasional juga menjadi prioritas untuk menjangkau wisatawan dari luar Subulussalam secara lebih efektif.
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Model BUMDes wisata alam Kampong Lae Bersih sangat relevan direplikasi oleh kampong-kampong lain di Subulussalam yang memiliki potensi alam serupa namun belum terkelola. Kota Subulussalam dengan julukan “surga 1001 air terjun” menyimpan puluhan potensi destinasi wisata yang belum dikembangkan — dan model BUMDes pengelola wisata alam seperti Lae Bersih bisa menjadi template standar yang diadaptasi oleh setiap kampong. [4]
Untuk scale up, Pemkot Subulussalam dapat memperkuat ekosistem wisata dengan membangun jaringan “Kampong Wisata” yang menghubungkan seluruh destinasi air terjun unggulan dalam satu paket wisata terintegrasi. [3] BUMDes Kampong Lae Bersih dengan pengalaman dan rekam jejak pengelolaan Sampuren Lae Napal dapat berperan sebagai mentor bagi BUMDes kampong-kampong tetangga yang baru memulai pengembangan wisata alam serupa.
Daftar Pustaka
[1] Inovasi Web, “BUMDes Kampong Lae Bersih Kembangkan Objek Wisata Lae Napal,” inovasi.web.id, Feb. 16, 2020. [Online]. Available: https://inovasi.web.id/bumdes-kampong-lae-bersih-kembangkan-objek-wisata-lae-napal/
[2] Tribun Aceh / Serambi News, “Nantampukmas, Objek Wisata Air Terjun & Pemandian Alam Kota Subulussalam,” aceh.tribunnews.com, Jan. 8, 2026. [Online]. Available: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1006305/nantampukmas-objek-wisata-air-terjun-pemandian-alam-kota-subulussalam
[3] Aceh Tourism, “Ini 7 Destinasi Wisata Kota Subulussalam yang Mudah Diakses,” acehtourism.travel, Sep. 3, 2024. [Online]. Available: https://acehtourism.travel/destinasi-id/09/2024/ini-7-destinasi-wisata-kota-subulussalam-yang-mudah-diakses/
[4] Kelana Bentala, “Surga Air Terjun di Aceh! Kota Subulussalam,” YouTube, Jun. 19, 2024. [Online]. Available: https://www.youtube.com/watch?v=RuBihfJZuK8
[5] Gemari, “BUMDes Lae Bersih Kembangkan Sektor Wisata,” gemari.id, Feb. 17, 2020. [Online]. Available: https://gemari.id/gemari/2020/2/17/bumdes-lae-bersih-kembangkan-sektor-wisata
[6] Kabar Subulussalam, “Harga Terjangkau Jadi Alasan Utama Keluarga Berkunjung — Desa Lae Bersih Destinasi Favorit Penanggalan,” Facebook @kabarsubulussalaam. [Online]. Available: https://www.facebook.com/kabarsubulussalaam
[7] Tempat Wisata Seru, “20 Tempat Wisata di Subulussalam Terbaik & Hits Wajib Dikunjungi,” tempatwisataseru.com, 2022. [Online]. Available: https://tempatwisataseru.com/tempat-wisata-di-subulussalam-aceh/
[8] Tribun Aceh, “Destinasi Wisata Sikelang, Tempat Liburan Warga Kota Subulussalam,” aceh.tribunnews.com, Feb. 1, 2026. [Online]. Available: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1006086/destinasi-wisata-sikelang-tempat-liburan-warga-kota-subulussalam
