Ringkasan Inovasi

Warga Desa Lalabata di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, secara swadaya menyulap aliran irigasi Sungai Barutungnge menjadi destinasi wisata alam yang menarik. [1] Inovasi ini mengubah fungsi sungai dari yang sebelumnya sekadar perairan teknis menjadi objek rekreasi bernilai ekonomi melalui pembangunan fasilitas sederhana seperti jembatan kayu dan area bendungan yang aman untuk berenang. [1]

Inovasi pengelolaan kawasan ini digerakkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lalabata dengan tujuan utama memberdayakan ekonomi warga dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). [1] Wisata Air Terjun Baruttungnge kini bukan hanya mempercantik desa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan sekaligus mempertahankan fungsi vital irigasi pertanian di wilayah sekitarnya. [2]

Nama Inovasi:Wisata Alam Air Terjun Baruttungnge (Pemanfaatan Saluran Irigasi sebagai Destinasi Wisata)
Alamat:Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan
Inovator:Warga Dusun Barutungnge bersama BUMDes Lalabata
Kontak:Pemerintah Desa Lalabata / BUMDes Sipario Lalabata

Latar Belakang

Desa Lalabata memiliki aliran Sungai Barutungnge yang asri, berair jernih, dan diapit oleh hamparan persawahan yang subur. [1] Selama bertahun-tahun, potensi alam ini hanya difungsikan secara konvensional sebagai saluran irigasi untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian warga tanpa memberikan nilai tambah ekonomi lainnya. [1]

Kebutuhan akan ruang rekreasi yang terjangkau bagi masyarakat sekitar, dipadukan dengan tren wisata alam di media sosial, memunculkan peluang untuk mengembangkan potensi sungai tersebut. [3] Masyarakat menyadari bahwa kawasan ini memiliki nilai visual yang tinggi dan dapat menarik minat pengunjung jika dikelola dengan sentuhan kreativitas yang tepat. [2]

Keterbatasan anggaran di tingkat desa untuk membangun infrastruktur pariwisata skala besar menjadi tantangan awal, sehingga masyarakat dituntut memutar otak menciptakan daya tarik wisata dengan biaya efisien. [1] Oleh karena itu, pendekatan swadaya melalui gotong royong dipilih sebagai solusi untuk menyulap saluran irigasi ini menjadi destinasi wisata yang menarik pengunjung. [1]

Inovasi yang Diterapkan

Inovasi utama di Desa Lalabata adalah penerapan fungsi ganda (dual-purpose) pada saluran sungai: menjaga fungsi hidrologis untuk irigasi pertanian sekaligus mengelolanya sebagai arena wisata alam. [2] Aliran air tidak dibendung secara permanen yang dapat merusak ekosistem, melainkan dimodifikasi sebagian agar tercipta kolam alami dengan air yang dingin, segar, dan bersih untuk aktivitas berenang. [1]

Untuk menambah daya tarik, masyarakat membangun spot-spot instagramable menggunakan material lokal, seperti jembatan kayu estetik yang melintang di atas sungai. [3] Model pengelolaan yang diterapkan juga sangat cair dan inklusif pada masa perintisan, di mana pengunjung tidak dipungut tiket masuk dan hanya ditekankan pada kesadaran komunal untuk menjaga kebersihan lokasi wisata. [1]

Proses Penerapan Inovasi

Langkah awal penerapan inovasi ini digerakkan oleh semangat gotong royong warga Dusun Barutungnge yang secara perlahan membersihkan bantaran sungai dari semak belukar. [1] Masyarakat menyusun bebatuan di titik tertentu untuk membentuk air terjun mini dan menahan laju air agar aman dijadikan area pemandian bagi pengunjung. [1]

Pemerintah Desa Lalabata kemudian melibatkan BUMDes untuk mengambil alih fungsi manajerial kawasan, guna memastikan bahwa pengembangan wisata sejalan dengan perbaikan ekonomi desa. [1] BUMDes secara bertahap memfasilitasi penataan akses jalan menuju titik lokasi agar pengunjung tidak perlu berjalan kaki terlalu jauh dari area parkir. [2]

Tahap eksperimentasi terpenting adalah saat pembukaan masa perintisan tanpa tiket masuk untuk menguji minat dan respons pengunjung lokal. [1] Strategi pemasaran mulut ke mulut (word of mouth) dan pemanfaatan media sosial oleh pengunjung yang berfoto di jembatan kayu terbukti ampuh menjadikan lokasi ini populer dalam waktu relatif singkat. [3]

Faktor Penentu Keberhasilan

Kreativitas dan kesadaran lingkungan warga menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan inovasi di Desa Lalabata. [2] Konsensus bersama untuk tidak membuang sampah ke sungai dan merawat ekosistem sawah di sekitarnya memastikan kualitas air tetap terjaga dan pemandangan tidak rusak oleh limbah domestik. [1]

Selain itu, aksesibilitas lokasi yang relatif mudah karena berjarak hanya sekitar 300 meter dari poros jalan utama (atau 3 km dari jalan Trans Sulawesi) dan dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat turut mendongkrak tingkat kunjungan. [1] Posisi strategis ini menjamin kemudahan mobilisasi bagi wisatawan yang sekadar ingin menikmati akhir pekan tanpa harus menempuh medan ekstrem. [2]

Hasil dan Dampak Inovasi

Hasil yang paling terlihat adalah tumbuhnya Air Terjun Baruttungnge sebagai objek rekreasi favorit bagi masyarakat sekitar, khususnya pada hari libur dan akhir pekan. [1] Penetapan kawasan ini dalam Jejaring Desa Wisata (Jadesta) oleh Kemenparekraf sebagai desa wisata berstatus “Berkembang” pada tahun 2023 membuktikan pengakuan atas hasil jerih payah warga. [4]

Dampak ekonomi secara kualitatif mulai dirasakan melalui pemberdayaan warga sekitar yang kini bisa menawarkan jasa parkir dan berjualan makanan-minuman di sekitar lokasi wisata. [1] BUMDes yang mengelola wisata ini kini memiliki dasar yang kuat untuk mulai merumuskan struktur tarif dan penyewaan lapak guna mendukung PADes. [1]

Secara lingkungan, inovasi ini menciptakan efek ganda berupa pengawasan kolektif terhadap kebersihan sungai. [2] Saluran irigasi yang bersih dari sampah kini tidak hanya memanjakan mata wisatawan, tetapi juga memperlancar aliran air untuk mendukung produktivitas sawah-sawah milik warga yang mengapit kawasan wisata tersebut. [1]

Tantangan dan Kendala

Tantangan utama dalam pemanfaatan sungai sebagai objek wisata adalah fluktuasi debit air yang sangat bergantung pada musim. [1] Saat musim kemarau panjang, debit air berpotensi menyusut drastis sehingga daya tarik untuk aktivitas berenang berkurang, sedangkan saat musim hujan deras terdapat risiko luapan yang membahayakan pengunjung. [1]

Selain itu, pengelolaan kesadaran pengunjung terhadap kebersihan sampah masih menjadi kendala di lapangan karena belum adanya sistem manajemen persampahan yang mapan dari BUMDes. [2] Imbauan lisan perlu diiringi dengan penyediaan infrastruktur penunjang kebersihan yang memadai agar kawasan tidak cepat rusak akibat lonjakan angka kunjungan.

Strategi Keberlanjutan Inovasi

Keberlanjutan inovasi ini didorong melalui integrasi atraksi wisata, di mana BUMDes dapat memadukan keindahan alam sungai dengan kekayaan situs sejarah Kerajaan Tanete yang berada di Desa Lalabata. [4] Menawarkan paket kunjungan wisata alam sekaligus wisata sejarah masjid kuno akan memperkaya pengalaman wisatawan dan mendongkrak minat kunjungan jarak jauh. [2]

Strategi tata kelola akan ditingkatkan melalui penyusunan Peraturan Desa terkait pengelolaan tiket dan distribusi pendapatan BUMDes yang transparan. [1] Ke depan, BUMDes juga perlu terus membangun fasilitas fisik penunjang seperti spot-spot foto baru, gazebo tambahan, serta toilet umum dengan tetap mempertahankan estetika material lokal. [3]

Replikasi dan Scale Up Inovasi

Inovasi alih fungsi ganda saluran irigasi sangat layak direplikasi oleh desa-desa agraris lain di Kabupaten Barru maupun wilayah Sulawesi Selatan yang memiliki topografi sungai berbatuan. [1] Replikasi tidak memerlukan teknologi mahal, melainkan pendekatan partisipatif warga untuk menata kawasan, menjaga kebersihan, dan menambahkan elemen visual estetik yang disukai pengguna media sosial. [2]

Untuk skala yang lebih besar (scale-up), pemerintah Kabupaten Barru dapat menjadikan Air Terjun Baruttungnge sebagai titik simpul (hub) dalam kalender pariwisata daerah. [2] Dengan dukungan Dinas Pariwisata untuk akses promosi digital dan pelatihan sadar wisata bagi pemuda karang taruna pengelola BUMDes, desa ini berpotensi menjadi destinasi unggulan tingkat provinsi. [1]

Daftar Pustaka

[1] Redaksi Kibar Barru, “Wisata Alam Air Terjun Baruttungnge, Permata Tersembunyi di Desa Lalabata,” desa.kibarbarru.com, 21 Juni 2025. [Online]. Available: https://desa.kibarbarru.com/2025/06/air-terjun-baruttungnge-desa-lalabata-barru.html

[2] Redaksi Inside Pontianak, “Mengungkap Keindahan dan Sejarah Desa Wisata Air Terjun Baruttungnge di Barru,” insidepontianak.com, 2 Maret 2024. [Online]. Available: https://insidepontianak.com/kalbar/25836/mengungkap-keindahan-dan-sejarah-desa-wisata-air-terjun-baruttungnge-di-barru

[3] Suara.com, “Jalan-jalan ke Kampung Halamannya Ferdy Sambo, Inilah Destinasi Wisata di Barru yang Hits dan Instagramable,” suara.com, 10 April 2023. [Online]. Available: https://www.suara.com/ntb/2023/04/11/063701/…

[4] Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, “Desa Wisata AIR TERJUN BARUTTUNGNGE – Jadesta,” jadesta.kemenpar.go.id, 25 Februari 2023. [Online]. Available: https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/air_terjun_baruttungnge

 


DISCLAIMER: Katalog Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal ini merupakan hasil kerja sama antara Perkumpulan Gedhe Nusantara dengan Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Katalog ini berfungsi sebagai sumber rujukan untuk memudahkan pertukaran ide, pengalaman, praktik baik, dan kerja sama antardesa. Desa Bergerak Membangun Indonesia.