BUMDes Berkah Bersama Karang Bunga Olah Es Krim Jeruk dan Beli Gabah Sejahterakan Petani

Ringkasan Inovasi

Badan Usaha Milik Desa Berkah Bersama di Desa Karang Bunga melakukan terobosan ekonomi bernilai tinggi [1]. Mereka mengolah hasil panen jeruk siam banjar menjadi produk es krim lezat bernama antani [1]. Langkah inovatif ini sukses memberi nilai tambah produk lokal dan menyejahterakan para petani setempat .

Pengurus BUMDes juga membeli langsung gabah para petani ketika musim panen raya tiba . Program taktis ini memutus mata rantai tengkulak yang selama ini sangat merugikan petani lokal [1]. Pendapatan asli desa pun meningkat sangat tajam berkat dua inovasi pemberdayaan masyarakat ini [7].

Nama Inovasi:Produksi Es Krim Jeruk Antani dan Unit Usaha Jual Beli Gabah
Alamat:Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan
Inovator:Pengurus BUMDes Berkah Bersama dan Pemerintah Desa Karang Bunga
Kontak:Website: https://baritokualakab.go.id, Email: bumdesberkahbersama@gmail.com, Telepon: 081122334455

Latar Belakang

Desa Karang Bunga di Kecamatan Mandastana merupakan kawasan penghasil jeruk siam banjar dan sentra padi lokal . Setiap keluarga petani di desa tersebut rata-rata mengelola dan memiliki kebun jeruk seluas dua hektar [1]. Sayangnya, melimpahnya hasil panen alam ini belum mampu memberikan kesejahteraan finansial yang maksimal bagi masyarakat [1].

Harga jual buah jeruk segar sangat anjlok jika petani langsung menjualnya kepada para tengkulak pasar. Para petani juga sering sekali terjerat praktik pinjaman berbunga tinggi dari rentenir pada awal musim tanam . Para tengkulak nakal selalu memborong gabah petani dengan harga sangat murah ketika panen raya tiba [1].

Pemerintah desa dan pengurus BUMDes melihat peluang besar untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang menjerat masyarakat [7]. Mereka membutuhkan strategi jitu dan terobosan baru untuk menyelamatkan harga jual panen para petani lokal [1]. Langkah strategis akhirnya mereka rancang untuk memaksimalkan potensi pertanian sekaligus membasmi praktik rentenir secara permanen .

Inovasi yang Diterapkan

Badan Usaha Milik Desa Berkah Bersama akhirnya menciptakan unit usaha produksi es krim jeruk bernama antani [1]. Antani merupakan sebuah singkatan unik dari anak petani yang menjadi merek kebanggaan warga desa setempat [1]. Inovasi pengolahan ini sukses mengubah sari jeruk segar menjadi sebuah kudapan bernilai jual jauh lebih tinggi [8].

Selain itu, pengurus BUMDes juga menghadirkan unit usaha simpan pinjam dan layanan jual beli gabah [9]. Pengurus dengan senang hati memberikan pinjaman tanpa bunga kepada para petani sebagai modal awal musim tanam [2]. Petani kemudian membayar pinjaman lunak tersebut menggunakan gabah segar dengan menyesuaikan harga pasar saat panen .

Proses Penerapan Inovasi

Gagasan inovasi es krim jeruk bermula dari pelatihan keterampilan oleh mahasiswa Universitas Islam Kalimantan di desa [1]. Pengurus BUMDes memeras jeruk segar untuk mengambil sarinya lalu mengolahnya bersama berbagai bahan tambahan rahasia [1]. Mereka harus menyimpan adonan selama 24 jam sebelum memprosesnya menjadi produk es krim yang sangat lezat [1].

Kapasitas produksi es krim antani awalnya masih sangat terbatas karena kendala alat dan jumlah pekerja [1]. Pengurus BUMDes juga masih sangat mengandalkan bahan baku jeruk berkualitas yang berasal dari kebun milik desa [1]. Mereka secara konsisten terus melakukan eksperimen resep agar kualitas rasa es krim semakin lezat dan sempurna [5].

Untuk menjalankan program gabah, BUMDes membangun fasilitas gudang penyimpanan hasil panen dari masyarakat desa setempat [2]. Mereka menahan penjualan persediaan gabah tersebut dan baru menyalurkannya ke pasar pada awal tahun berikutnya [2]. Langkah taktis ini terbukti sukses menghasilkan keuntungan tinggi berkat selisih lonjakan harga pasar yang sangat signifikan .

Faktor Penentu Keberhasilan

Dukungan kucuran dana desa menjadi faktor utama yang sangat memperkuat modal usaha BUMDes Berkah Bersama [1]. Pemerintah desa mengalokasikan dana ratusan juta rupiah berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah warga pada tahun sebelumnya [1]. Suntikan modal tersebut sangat membantu pengurus dalam mengembangkan berbagai unit usaha baru secara mandiri dan cepat [3].

Sinergi kuat antara pengurus BUMDes, aparatur desa, dan petani memastikan seluruh program pemberdayaan berjalan sangat lancar [7]. Petani memegang peran krusial dengan memercayakan hasil panen ladang mereka sepenuhnya kepada pengelolaan pihak BUMDes . Kesadaran ekonomi masyarakat yang terus meningkat membuat praktik tengkulak dan sistem ijon berhasil mereka hilangkan [2].

Hasil dan Dampak Inovasi

Inovasi produksi es krim antani terbukti mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga desa Karang Bunga [1]. BUMDes mampu memproduksi dan menjual rata-rata hingga seribu gelas es krim jeruk segar setiap bulan [1]. Masyarakat luas sangat antusias dan sering memesan kudapan lokal ini untuk memeriahkan berbagai acara hajatan kampung [1].

Program sistem jual beli gabah secara langsung meningkatkan stabilitas roda ekonomi seluruh keluarga para petani [7]. Para petani tidak perlu lagi bersedih karena harus menjual gabah dengan harga sangat murah kepada rentenir . Mereka kini bisa bernapas lega dan menikmati hasil panen yang sangat sesuai dengan keringat dan kerja keras [7].

BUMDes Berkah Bersama sukses meraih predikat membanggakan sebagai badan usaha milik desa terbaik di tingkat kabupaten [1]. Keberhasilan operasional mereka juga secara langsung mendongkrak pemasukan pendapatan asli desa secara signifikan setiap tahun [7]. Inovasi brilian ini dinilai sangat efektif dalam memberdayakan perekonomian seluruh elemen masyarakat desa secara menyeluruh [4].

Tantangan dan Kendala

Proses produksi es krim jeruk antani saat ini masih berada dalam skala bisnis yang terbilang kecil [1]. Para pengurus BUMDes tercatat belum memiliki kemampuan finansial untuk memborong seluruh hasil panen jeruk para petani [1]. Mereka juga masih harus berjuang keras mengurus proses sertifikasi halal dan perizinan edar resmi dari pemerintah [1].

Kondisi jalan kabupaten menuju lokasi desa yang masih mengalami kerusakan parah menjadi kendala operasional cukup serius [1]. Akses infrastruktur transportasi yang buruk sering kali menghambat kelancaran proses distribusi produk unggulan menuju pasar luas [1]. Pengurus BUMDes terpaksa harus mengeluarkan tenaga ekstra keras setiap kali mengirimkan pesanan pelanggan ke luar daerah .

Strategi Keberlanjutan Inovasi

BUMDes Berkah Bersama terus berupaya menyelesaikan proses pengurusan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan [1]. Mereka juga bergegas mengejar sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia untuk menjamin standar kualitas produk makanan [1]. Legalitas bisnis yang lengkap ini nantinya akan membuka peluang lebar agar produk bisa dipasarkan secara nasional [1].

Para pengurus BUMDes juga secara aktif terus mendorong program diversifikasi unit usaha demi memperkuat fondasi keuangan [3]. Mereka mulai berekspansi mengelola jasa penyediaan fasilitas air bersih dan mengembangkan program penggemukan sapi potong [9]. Langkah diversifikasi taktis ini menjamin seluruh roda bisnis BUMDes agar terus berputar optimal dalam jangka panjang [3].

Replikasi dan Scale Up Inovasi

Pemerintah daerah mulai menjadikan inovasi Desa Karang Bunga sebagai model percontohan bisnis bagi wilayah desa lainnya [8]. Desa lain di Kabupaten Barito Kuala bisa mempelajari skema bisnis dan pola kemitraan strategis milik BUMDes [7]. Pengelola BUMDes siap membagikan seluruh ilmu pengolahan jeruk unggulan kepada para kelompok tani dari luar daerah [8].

Pemerintah daerah perlu meniru konsep pengelolaan gabah yang sukses ini untuk diterapkan pada daerah pertanian lainnya [6]. Replikasi model sistem pembiayaan tanpa bunga terbukti sangat ampuh memutuskan jerat lintah darat secara permanen . Skema pemberdayaan ini memiliki potensi luar biasa besar untuk membawa pemerataan kesejahteraan bagi seluruh petani Indonesia [7].

Daftar Pustaka

[1] Tim Kerja Kemendes PDTT, “BUMDes Berkah Bersama Bunga Tingkatkan Nilai Tambah Produk Unggulan Desa”, Gemari.id, Jul. 2020. [Online]. Available: https://gemari.id/gemari/2020/7/21/ifil88xlp2b8oro3sjk00ozd6x6wc3.

[2] Tim Peneliti, “PENGUATAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MELALUI KESADARAN MASYARAKAT”, Indonesian Collaboration Journal of Community Services, 2022.

[3] Inovasi Web, “Upaya Desa Karang Bunga Mendorong Diversifikasi Usaha BUMDes”, Inovasi.web.id, 2021.

[4] A. Azzahra, “Efektivitas Badan Usaha Milik Desa Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat”, Digilib ULM, 2023.

[5] Channel Desa, “Inovasi Es Kriuk Antani Es Krim Jeruk Desa Karang Bunga”, YouTube, 2019.

[6] Berita Baru, “Kemendes Ajak Petani Barito Kuala Budidayakan Padi”, RCTI Plus, 2023.

[7] A. Azzahra and G. Rahman, “EFEKTIVITAS BADAN USAHA MILIK DESA “BERKAH BERSAMA””, Universitas Lambung Mangkurat, 2023.

[8] Prokalteng, “Mencicipi Es Krim Jeruk, Inovasi Produk Makanan Warga Binaan BRI di Barito Kuala”, Jawa Pos, 2024.

[9] Headline9, “BUMDes Berkah Bersama Mandastana Mampu Raup Omzet Puluhan Juta Lewat Usaha Ini”, Headline9.com, 2023.

 


DISCLAIMER: Katalog Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal ini merupakan hasil kerja sama antara Perkumpulan Gedhe Nusantara dengan Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Katalog ini berfungsi sebagai sumber rujukan untuk memudahkan pertukaran ide, pengalaman, praktik baik, dan kerja sama antardesa. Desa Bergerak Membangun Indonesia.