Siapa pun yang melintasi sudut Desa Tetengesan di Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, pasti akan tersentuh saat melihat sebuah bangunan tua yang rapuh. Gubug sederhana yang nampak dimakan usia tersebut ternyata merupakan tempat bagi anak-anak desa untuk menimba ilmu di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Gubug tua ini telah menjadi saksi bisu perjuangan tunas muda desa dalam berlatih bersosialisasi dan mengembangkan kreativitas mereka. Meskipun berada dalam keterbatasan infrastruktur yang nyata, semangat anak-anak untuk belajar di tempat tersebut tidak pernah surut.

Nama InovasiPembangunan Gedung PAUD Mutiara
PengelolaPemerintah Desa Tetengesan
AlamatDesa Tetengesan, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara
Kontak PersonOlwien Walalangi (Kepala Desa) 085240479110 dan Rahma Kakulu (Kepala Sekolah) 082343829920

Kesadaran akan pentingnya masa keemasan anak membuat keberadaan PAUD di Desa Tetengesan menjadi sangat krusial bagi warga. Pendidikan pada level ini dianggap sebagai kunci utama untuk menggali potensi bawaan setiap anak sejak usia dini.

PAUD yang dikelola dengan baik diharapkan mampu melahirkan generasi desa yang mandiri, jempolan, dan siap bersaing di masa depan. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa kondisi infrastruktur institusi ini masih compang-camping dan jauh dari standar kelayakan.

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Pemerintah Desa Tetengesan di bawah kepemimpinan Olwien Walalangi mengambil langkah progresif. Mereka meyakini bahwa kemajuan desa harus dimulai dari investasi sumber daya manusia melalui penyediaan tempat belajar yang memadai.

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017, pemerintah desa memutuskan untuk mengalokasikan Dana Desa guna membangun gedung baru. Proyek ini diberi nama Pembangunan Gedung PAUD Mutiara sebagai simbol harapan baru bagi masa depan desa.

Langkah strategis ini didasarkan pada payung hukum yang kuat, yakni Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 22 tahun 2016. Peraturan tersebut memprioritaskan penggunaan dana desa untuk pembangunan di bidang pelayanan sosial dasar, termasuk pendidikan.

Proses perencanaan pembangunan ini dilakukan secara transparan melalui forum Musyawarah Desa yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Warga sepakat bahwa fasilitas pendidikan anak adalah kepentingan bersama yang harus didahulukan daripada pembangunan fisik lainnya.

Setelah mufakat tercapai, proses pembangunan fisik mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 di lokasi yang cukup strategis. Gedung baru ini menempati tanah milik desa di Jaga (Dusun) 4, yang letaknya tidak terlalu jauh dari gedung lama agar memudahkan akses warga.

Antusiasme menyambut perubahan ini dirasakan sangat mendalam oleh Rahma Kakulu selaku Kepala Sekolah PAUD Mutiara. Beliau merasa sangat terbantu karena pemerintah desa kini memprioritaskan sektor pendidikan dalam kebijakan pembangunan jangka panjang.

Selama ini, para pengajar harus bekerja ekstra keras untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di tengah keterbatasan fasilitas. Kehadiran gedung baru yang permanen tentu akan membuat proses belajar mengajar menjadi jauh lebih aman dan nyaman.

Pemerintah Desa Tetengesan juga telah merencanakan tahap pengembangan selanjutnya untuk melengkapi fasilitas gedung baru tersebut. Setelah bangunan fisik selesai, perhatian akan dialihkan pada penyediaan sarana pendukung yang tidak kalah penting bagi anak-anak.

Rencananya, pada tahun anggaran berikutnya, pemerintah akan kembali mengalokasikan dana khusus untuk pengadaan berbagai wahana permainan edukatif. Hal ini bertujuan agar metode bermain sambil belajar dapat diterapkan secara maksimal di lingkungan sekolah.

Kisah dari Desa Tetengesan ini memberikan pelajaran berharga tentang pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran dan berdampak langsung. Transformasi dari gubug tua menjadi gedung permanen adalah bukti nyata keberpihakan pemimpin pada kesejahteraan masa depan.

Kini, anak-anak di pelosok Minahasa Tenggara memiliki ruang yang layak untuk bermimpi dan mengeksplorasi potensi diri mereka. Gedung PAUD Mutiara tegak berdiri sebagai simbol kebangkitan pendidikan dari tingkat yang paling mendasar di pedesaan.