Ringkasan Inovasi
Pemerintah Desa Kunyi di Polewali Mandar sukses mengembangkan Air Terjun Indo Ranuang menjadi destinasi wisata. Inovasi pengembangan pariwisata ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi alam lokal secara optimal [1].
Kehadiran destinasi wisata ini memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi warga sekitar kawasan air terjun. Kunjungan wisatawan yang terus meningkat berhasil membuka berbagai peluang usaha baru bagi para penduduk desa [2].
| Nama Inovasi | : | Wisata Alam Air Terjun Indo Ranuang |
| Alamat | : | Dusun Buangin, Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat |
| Inovator | : | Pemerintah Desa Kunyi dan Masyarakat Lokal |
| Kontak | : | www.polmankab.go.id, info@polmankab.go.id, 0812-XXXX-XXXX |
Latar Belakang
Kabupaten Polewali Mandar memiliki kekayaan alam luar biasa yang tersebar di wilayah pantai hingga pegunungan [1]. Desa Kunyi menyimpan surga tersembunyi berupa air terjun memukau yang sebelumnya belum terkelola dengan baik. Warga desa sangat membutuhkan sumber pendapatan alternatif selain dari sektor pertanian dan perkebunan cokelat tradisional.
Air Terjun Indo Ranuang memiliki pesona aliran air jernih yang memanjakan mata setiap pelancong datang. Selain keindahan alam, lokasi ini juga kental dengan cerita mitologi masyarakat tentang sosok Indo Ranuang [3]. Potensi perpaduan wisata alam murni dan narasi budaya ini merupakan peluang besar yang harus ditangkap.
Ketiadaan fasilitas penunjang membuat tingkat kunjungan wisatawan ke lokasi air terjun tersebut dulunya sangat rendah. Masyarakat desa belum menyadari sepenuhnya bahwa narasi sejarah lokal bisa menjadi daya tarik pariwisata unggulan [4]. Oleh karena itu, inovasi pengelolaan desa wisata alam menjadi kebutuhan mendesak bagi kesejahteraan warga desa.
Inovasi yang Diterapkan
Inovasi yang diterapkan adalah pengembangan kawasan ekowisata Air Terjun Indo Ranuang berbasis pemberdayaan masyarakat pedesaan. Pemerintah desa membangun sarana penunjang wisata sekaligus mengemas cerita mitologi Indo Ranuang sebagai daya tarik [3].
Pengembangan wisata ini bekerja dengan melibatkan warga dusun sebagai pengelola dan pemandu perjalanan wisata alam. Wisatawan diajak berjalan kaki menyusuri perkebunan rindang sambil mendengarkan kisah sejarah jatuhnya tokoh Indo Ranuang [2].
Proses Penerapan Inovasi
Proses penerapan inovasi dimulai dengan pemetaan rute perjalanan teraman menuju lokasi utama air terjun. Masyarakat bergotong royong membuka akses jalan setapak sejauh satu kilometer agar mudah dilalui oleh pengunjung [1]. Mereka secara swadaya membersihkan area sekitar dari semak belukar yang menghalangi pandangan ke arah air.
Pada tahap awal, minimnya petunjuk arah membuat beberapa wisatawan kebingungan mencari rute lokasi wisata tersebut. Kegagalan ini menjadi pembelajaran berharga bagi pengelola untuk segera memasang rambu penunjuk jalan yang jelas. Promosi kemudian digencarkan secara masif melalui media sosial untuk menjangkau wisatawan dari luar daerah Polewali [4].
Pemerintah Desa Kunyi lalu merangkul pemuda setempat untuk mengelola area parkir dan titik peristirahatan pengunjung. Kolaborasi ini memastikan setiap pelancong mendapatkan pelayanan yang ramah sejak tiba hingga pulang ke rumah. Pendekatan gotong royong ini terbukti sangat efektif mempercepat pembangunan fasilitas wisata dengan biaya sangat terjangkau.
Faktor Penentu Keberhasilan
Faktor penentu utama keberhasilan inovasi ini adalah tingkat partisipasi aktif seluruh elemen warga Desa Kunyi. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan sukses menciptakan suasana yang amat nyaman [2].
Faktor pendukung lainnya adalah keunikan cerita mitologi lokal yang dijaga kelestariannya secara lisan turun-temurun. Narasi sejarah tragis Indo Ranuang memberikan jiwa pada destinasi ini sehingga berbeda dari air terjun lainnya [3].
Hasil dan Dampak Inovasi
Inovasi pengembangan desa wisata ini berhasil meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan domestik secara sangat drastis. Peningkatan jumlah pengunjung alam tersebut langsung berdampak positif pada naiknya pendapatan asli desa secara kuantitatif [4].
Secara kualitatif, warga desa yang sebelumnya menganggur kini memiliki pekerjaan tetap sebagai pemandu atau pedagang. Mereka dapat menjual hasil panen kebun seperti langsat dan cokelat langsung kepada wisatawan yang berkunjung [1]. Perputaran uang yang sehat di sekitar area wisata membuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan semakin tangguh.
Keberhasilan luar biasa ini juga menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya dan alam mereka. Kelestarian lingkungan sekitar air terjun kini lebih terjaga karena warga sangat menyadari tingginya nilai ekonominya.
Tantangan dan Kendala
Tantangan terbesar yang dihadapi pengelola adalah akses infrastruktur jalan utama yang masih membutuhkan banyak perbaikan. Pengunjung harus berhati-hati saat melintasi rute jalan tanah yang licin, terutama pada saat musim penghujan [2].
Kondisi aksesibilitas yang kurang memadai ini sering kali membuat beberapa wisatawan enggan untuk berkunjung kembali. Oleh sebab itu, perhatian pemerintah kabupaten sangat dibutuhkan untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan secara permanen.
Strategi Keberlanjutan Inovasi
Pemerintah Desa Kunyi berencana mengalokasikan dana operasional secara rutin untuk program pemeliharaan fasilitas ekowisata alam. Mereka akan segera membentuk kelompok sadar wisata yang bertugas mengelola kawasan air terjun secara profesional [4].
Pelatihan dasar manajemen pariwisata akan diberikan kepada para pemuda agar kualitas pelayanan publik semakin meningkat. Upaya promosi wisata alam ini juga akan terus diperluas melalui kerja sama dengan agen perjalanan.
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Model pengelolaan wisata air berbasis alam dan mitologi ini sangat potensial untuk direplikasi desa lain. Desa-desa tetangga yang memiliki air terjun eksotis dapat meniru strategi taktis pemberdayaan masyarakat Desa Kunyi [4].
Pemerintah daerah diharapkan menjadikan kawasan pedesaan ini sebagai proyek percontohan pengembangan desa wisata tingkat kabupaten. Keberhasilan inovasi ini membuktikan secara nyata bahwa narasi budaya mampu menjadi kekuatan penopang sektor pariwisata.
Kontribusi Pencapaian SDGs
Inovasi ekowisata Air Terjun Indo Ranuang berkontribusi langsung pada pencapaian beberapa tujuan besar pembangunan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi warga desa meningkat pesat seiring dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru di sektor pariwisata.
Upaya masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai mendukung program perlindungan ekosistem daratan secara terpadu dan berkelanjutan. Kolaborasi seluruh elemen warga lokal membuktikan berhasil terciptanya kelembagaan struktur desa yang tangguh dan damai.
| No SDGs | : | Penjelasan |
| SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi | : | Pengembangan wisata air terjun membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan ekonomi para warga lokal. |
| SDGs 15: Ekosistem Daratan | : | Upaya pelestarian kawasan air terjun dan hutan sekitarnya mendukung perlindungan ekosistem daratan secara sangat berkelanjutan. |
| SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh | : | Kolaborasi warga dalam mengelola wisata bersama mampu mewujudkan kelembagaan tatanan desa yang tangguh dan damai. |
Daftar Pustaka
[1] A. Febriady, “Melihat Keindahan Air Terjun Indo Rannuang di Polman,” detikTravel, Feb. 28, 2021. [Online]. Tersedia: https://travel.detik.com/domestic-destination/d-5476601/melihat-keindahan-air-terjun-indo-rannuang-di-polman. [Diakses: 05 Apr. 2026].
[2] Liputan6, “Air Terjun Indo’ Rannuang, Eksotisme Tersembunyi di Tanah Mandar,” Liputan6.com, Nov. 03, 2019. [Online]. Tersedia: https://www.liputan6.com/regional/read/4102185/air-terjun-indo-rannuang-eksotisme-tersembunyi-di-tanah-mandar. [Diakses: 05 Apr. 2026].
[3] RRI, “Wisata Alam Air Terjun ‘Indo Ranuang’ dan Sejarah Penamaannya,” RRI.co.id, Jan. 20, 2025. [Online]. Tersedia: https://gayahidup.rri.co.id/mamuju/wisata/1269650/wisata-alam-air-terjun-indo-ranuang-dan-sejarah-penamaannya. [Diakses: 05 Apr. 2026].
[4] A. N. Hakim dkk., “Model Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat,” Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 2022. [Online]. Tersedia: https://journal.ipb.ac.id/index.php/jkebijakan/article/view/34835. [Diakses: 05 Apr. 2026].
