Ringkasan Inovasi

Desa Sausu Tambu berhasil mentransformasi kawasan pesisirnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan wisata terintegrasi. Mereka memadukan kekayaan alam wisata Karosondaya dengan ekosistem bisnis inklusif berbasis kearifan budaya Kaili dan Hindu. Inovasi ini digerakkan langsung oleh BUMDes Karosondaya untuk menciptakan peluang ekonomi kerakyatan.

Keberhasilan ini membawa Desa Sausu Tambu masuk dalam jajaran sembilan besar desa wisata terbaik nasional [1]. Pengembangan pariwisata yang berjalan selaras dengan sektor perikanan dan pertanian membuahkan hasil ekonomi melimpah. Dampaknya kini dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat desa pesisir tersebut.

Nama Inovasi:Penguatan Ekonomi Pesisir Melalui Integrasi Pariwisata Karosondaya dan BUMDes
Alamat:Desa Sausu Tambu, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah
Inovator:Pemerintah Desa Sausu Tambu dan BUMDes Karosondaya
Kontak:

Latar Belakang

Masyarakat Desa Sausu Tambu mendiami wilayah pesisir seluas 1.380 hektare dengan menggantungkan hidup pada hasil laut dan pertanian [2]. Nelayan lokal sebelumnya sangat bergantung pada fluktuasi harga ikan tongkol dan lajang tangkapan harian. Begitu pula petani kakao dan kelapa yang kerap terjebak pada tengkulak dengan harga jual rendah.

Peluang ekonomi sektor wisata sempat terabaikan meski desa ini memiliki keindahan alam pesisir luar biasa. Kebutuhan akan wadah ekonomi komunal yang mampu mengorganisasi potensi alam tersebut belum terpenuhi. Masyarakat menantikan hadirnya sistem tata kelola sumber daya yang berkeadilan dan menyejahterakan lintas profesi.

Keberagaman harmonis budaya Kaili dan Hindu di desa ini merupakan modal sosial berharga yang harus dipertahankan. Tantangannya adalah menemukan strategi tepat mengemas budaya tersebut menjadi magnet wisata tanpa merusak tatanan lokal. Kebutuhan memadukan sektor primer dan pariwisata inilah yang mendasari lahirnya inovasi desa terpadu.

Inovasi yang Diterapkan

Pemerintah desa melalui BUMDes Karosondaya merilis konsep pengembangan ekowisata pesisir yang terintegrasi dengan layanan perbankan. Inovasi ini menyinergikan wisata jembatan treking dan dermaga wisata dengan agen layanan BRILink [1]. Konsep ini tidak hanya menyajikan hiburan bagi wisatawan tetapi juga memudahkan transaksi keuangan masyarakat pedesaan.

Sistem ini bekerja dengan skema pelibatan langsung warga desa sebagai pemilik dan pengelola kawasan pariwisata. BUMDes membangun infrastruktur dermaga wisata sekaligus menyediakan akses pembiayaan mikro bagi pelaku usaha lokal di sekitarnya. Para nelayan juga dilibatkan secara langsung untuk menyewakan kapal laut bagi turis pencinta pesisir.

Proses Penerapan Inovasi

Gagasan inovasi ini diawali dari musyawarah bersama antara aparatur desa, pemuka agama, dan perwakilan petani nelayan. Masyarakat menyepakati pembentukan Kelompok Sadar Wisata untuk merancang peta jalan pengembangan wisata alam Karosondaya [3]. Kesepakatan ini menjadi fondasi awal pemanfaatan sebagian lahan pesisir menjadi titik kumpul para wisatawan luar.

Pembangunan sarana wisata jembatan treking dikerjakan secara bergotong royong dengan sumbangan tenaga maupun pikiran warga. Setelah infrastruktur berdiri, BUMDes mulai menjalin kemitraan strategis bersama BRI untuk menyalurkan layanan pembiayaan inklusif [4]. Uji coba penerapan agen BRILink memperlihatkan perputaran transaksi yang tinggi di kawasan titik kumpul pariwisata tersebut.

BUMDes sempat mengalami hambatan pengelolaan manajemen pada masa transisi adaptasi warga nelayan terhadap ritme wisata. Namun pendampingan intensif dari aparat berhasil memperbaiki kualitas pelayanan tamu dan standardisasi produk lokal. Pembelajaran tata kelola ini sukses mendewasakan kelembagaan ekonomi desa secara perlahan namun pasti.

Faktor Penentu Keberhasilan

Soliditas sosial antara masyarakat Kaili dan Hindu merupakan kunci utama yang mengamankan kelancaran program wisata [5]. Tingkat partisipasi tinggi dari Kelompok Sadar Wisata dan Kelompok Tani Hutan sangat memengaruhi pesatnya pembangunan. Harmoni warga memastikan pelayanan pariwisata berjalan penuh senyuman dan keakraban lokal.

Kemitraan strategis melalui program Desa BRILiaN memuluskan jalannya inklusi layanan keuangan yang selama ini tersendat. Dukungan pendanaan perbankan menjamin para nelayan serta petani mampu berekspansi mengembangkan turunan usahanya secara optimal [6]. Sinergi institusional inilah yang membuat putaran uang wisatawan berdiam di kantong masyarakat asli.

Hasil dan Dampak Inovasi

Keberhasilan terbesar Desa Sausu Tambu terbukti dengan torehan peringkat sembilan destinasi desa wisata terbaik se-Indonesia. Kunjungan turis yang masif mendatangkan lonjakan pendapatan pesat bagi para pengelola dan UMKM kawasan pesisir. Tingkat ketergantungan warga pada komoditas perikanan tunggal pun sukses diturunkan seiring berjalannya waktu.

Inovasi ini juga berdampak signifikan pada pengembangan produk turunan agrikultur andalan desa. Kelapa yang sebelumnya hanya menjadi kopra murah kini diolah matang dan sukses menembus pangsa pasar luar daerah. Produktivitas komoditas kakao masyarakat kian berlipat ganda berkah akses kemudahan pembiayaan keuangan desa [7].

Sektor nelayan tradisional mengalami perluasan profesi menjadi pemandu laut dan penyedia armada sewa wisata. Diversifikasi lapangan kerja ini menghindarkan mereka dari tekanan musim sepi tangkapan di perairan Sulawesi. Kesejahteraan komunitas warga pesisir pun meningkat merata tanpa ada ketimpangan struktural.

Tantangan dan Kendala

Peningkatan tajam jumlah wisatawan sempat memberikan tekanan besar pada kelestarian daya dukung lingkungan pantai. Tumpukan sampah yang tidak terkelola sempat menjadi keluhan serius pada awal pembukaan dermaga baru. Permasalahan lingkungan ini menurunkan estetika panorama laut jika tidak segera diselesaikan pengelola wisata.

Tantangan tambahan adalah masih rendahnya kemampuan adaptasi promosi berbasis digitalisasi media dari aparatur desa. Kurangnya promosi luas membatasi jangkauan pariwisata ke calon pelancong internasional yang belum mengetahui keindahan Karosondaya [3]. Solusi percepatan literasi teknologi terbukti mendesak bagi keberlangsungan jangka panjang tata kelola wilayah.

Strategi Keberlanjutan Inovasi

Rencana strategis desa ditekankan pada penguatan kelembagaan BUMDes dan integrasi tata ruang wisata Tanjung terpadu. Pengawasan lingkungan pesisir diamanatkan kepada Kelompok Masyarakat Pengawas secara legal lewat keputusan perangkat desa [8]. Standar kebersihan pesisir wisata ketat diproyeksikan menjamin daya tarik eksotis wisata ini selamanya.

Optimalisasi pembinaan pemasaran melalui jejaring digital akan diterapkan melibatkan seluruh unsur kepemudaan daerah. Keberlanjutan kemitraan dengan BRI sebagai pemasok permodalan kerakyatan akan dijaga melalui penguatan ekosistem BRILink. Desa menargetkan kemandirian pengelolaan keuangan yang solid dalam lima tahun operasional ke depan.

Replikasi dan Scale Up Inovasi

Konsep integrasi agrikultur, perikanan pesisir, dan inklusi pembiayaan wisata BUMDes sangat relevan untuk ditiru desa pantai lainnya. Desa-desa tetangga bisa mempelajari langsung proses sinergi lintas agama budaya ini pada agenda wisata budaya bersama. Pengalaman toleransi masyarakat Kaili Hindu menjadi pedoman kerukunan terbaik bagi replikasi skala nasional.

Pengembangan destinasi Tanjung direncanakan sebagai model perluasan rute liburan komprehensif jalur wilayah laut Parigi Moutong. Cetak biru pengelolaan agen perbankan BUMDes Karosondaya dipersiapkan sebagai panduan studi banding bagi aparat desa lain. Inisiatif kolaboratif ini memastikan pemerataan putaran uang wisata mengalir deras tanpa terkecuali.

Kontribusi Pencapaian SDGs

Integrasi pariwisata bahari dan dukungan inklusi keuangan berkontribusi nyata pada pencapaian tujuan global. Diversifikasi komoditas lokal secara masif menghapus jerat kemiskinan warga pelaut dan pekebun komoditas utama. Kemudahan akses transaksi meruntuhkan tembok ketimpangan permodalan desa terpencil pesisir laut.

Praktik kerukunan budaya mencerminkan harmoni keadilan sosial tanpa mendiskriminasi satupun unsur pembentuk desa berbudaya tinggi. Pemulihan kawasan pesisir wisata melalui pengawasan komunitas peduli alam menjaga eksistensi makhluk bawah air. Desa berpacu wujudkan tatanan pemukiman inklusif berlandaskan kemajuan ekosistem lestari tiada henti.

No SDGs:Penjelasan
SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi:Pemanfaatan potensi wisata dan inklusi layanan pembiayaan perbankan menciptakan ragam peluang wirausaha peningkatan ekonomi warga pesisir.
SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan:Akses merata fasilitas layanan BRILink desa membuka kesempatan warga pelacur laut meminjam modal bisnis murah.
SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh:Kerukunan harmonis adat budaya warga Kaili Hindu mewujudkan pembangunan desa damai berlandaskan kelembagaan adat kuat berdaulat.

Daftar Pustaka

[1] Radar Banyuwangi, “Desa Sausu Tambu Bersinar, Dari Pesisir Parigi Moutong Jadi Motor Ekonomi,” radarbanyuwangi.jawapos.com, Apr. 2026. [Online]. Available: https://radarbanyuwangi.jawapos.com/amp/ekonomi/2604030068/desa-sausu-tambu-bersinar-dari-pesisir-parigi-moutong-jadi-motor-ekonomi. [Accessed: 05 Apr. 2026].

[2] Suara Jatim, “Desa BRILiaN Ubah Sausu Tambu Jadi Desa Wisata Berdaya Saing,” jatim.suara.com, Apr. 2026. [Online]. Available: https://jatim.suara.com/read/2026/04/03/212252/desa-brilian-ubah-sausu-tambu-jadi-desa-wisata-berdaya-saing. [Accessed: 05 Apr. 2026].

[3] Mustakim, “Kajian Partisipasi Lokal Dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Karosondaya Di Desa Sausu Tambu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong,” Tesis, Universitas Tadulako, Feb. 2024. [Online]. Available: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/115295/. [Accessed: 05 Apr. 2026].

[4] Magelang Ekspres, “Dari Potensi Lokal ke Prestasi Nasional, Desa BRILiaN Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Pesisir,” magelangekspres.disway.id, Apr. 2026. [Online]. Available: https://magelangekspres.disway.id/amp/676085/dari-potensi-lokal-ke-prestasi-nasional-desa-brilian-sausu-tambu-perkuat-ekonomi-pesisir. [Accessed: 05 Apr. 2026].

[5] Suara Batam, “Kolaborasi Warga, BUMDes dan BRI Dorong Lompatan Ekonomi Desa Sausu Tambu,” batam.suara.com, Apr. 2026. [Online]. Available: https://batam.suara.com/read/2026/04/03/212052/kolaborasi-warga-bumdes-dan-bri-dorong-lompatan-ekonomi-desa-sausu-tambu. [Accessed: 05 Apr. 2026].

[6] Radar Bogor, “Desa BRILiaN Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Pesisir, dari Potensi Lokal ke Prestasi Nasional,” radarbogor.jawapos.com, Apr. 2026. [Online]. Available: https://radarbogor.jawapos.com/amp/ekonomi/2604030092/desa-brilian-sausu-tambu-perkuat-ekonomi-pesisir-dari-potensi-lokal-ke-prestasi-nasional. [Accessed: 05 Apr. 2026].

[7] Liputan 6, “Cerita Desa BRILiaN Sausu Tambu di Sulteng, Sukses Angkat Potensi Lokal ke Level Nasional,” liputan6.com, Apr. 2026. [Online]. Available: https://www.liputan6.com/bisnis/read/6309747/cerita-desa-brilian-sausu-tambu-di-sulteng-sukses-angkat-potensi-lokal-ke-level-nasional. [Accessed: 05 Apr. 2026].

[8] Suara Sumsel, “Transformasi Sausu Tambu: Potensi Lokal Angkat Ekonomi Pesisir hingga Berprestasi Nasional,” sumsel.suara.com, Apr. 2026. [Online]. Available: https://sumsel.suara.com/read/2026/04/03/214922/transformasi-sausu-tambu-potensi-lokal-angkat-ekonomi-pesisir-hingga-berprestasi-nasional. [Accessed: 05 Apr. 2026].

 


DISCLAIMER: Katalog Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal ini merupakan hasil kerja sama antara Perkumpulan Gedhe Nusantara dengan Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Katalog ini berfungsi sebagai sumber rujukan untuk memudahkan pertukaran ide, pengalaman, praktik baik, dan kerja sama antardesa. Desa Bergerak Membangun Indonesia.