Ringkasan Inovasi
Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di kawasan Ekowisata Boon Pring Andeman sebagai langkah nyata menuju desa mandiri energi terbarukan. PLTMH ini memanfaatkan debit air Sumber Andeman untuk menghasilkan 5.000 volt listrik yang memasok 66 kios PKL dan 25 titik lampu penerangan jalan di kawasan wisata. [1]
Dibangun sejak 2018 dengan dana CSR BNI sebesar Rp 348–465 juta dan diresmikan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 2020, inovasi ini membuktikan bahwa desa wisata dapat mengelola energinya sendiri dari potensi alam lokal. [2] Pada 2019, Ekowisata Boon Pring meraih penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019 kategori Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal — Green Bronze — dari Kementerian Pariwisata RI. [3]
| Nama Inovasi | : | PLTMH Boon Pring — Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Berbasis Ekowisata Bambu |
| Alamat | : | Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur |
| Inovator | : | H. Mohammad Subur, SE (Kepala Desa Sanankerto); Drs. H. Samsul Arifin, M.Si (Direktur BUMDes Kertoraharjo); difasilitasi UMM (Tim Teknis: Suwignyo) dan didanai CSR BNI Wilayah Malang |
| Kontak | : | Direktur BUMDes: +62-813-3647-3986 | Kepala Desa: +62-822-3278-6333 |
Latar Belakang
Ekowisata Boon Pring Andeman tumbuh menjadi destinasi unggulan Kabupaten Malang berkat kekayaan 65 jenis bambu dan telaga alami yang memukau. Namun seiring pertumbuhan pengunjung, kebutuhan energi listrik kawasan wisata — untuk penerangan, kios pedagang, dan fasilitas umum — meningkat pesat dan belum terpenuhi secara mandiri. [4]
Ketergantungan pada pasokan listrik PLN membatasi pengembangan paket wisata malam hari yang menjadi impian pengelola. Desa Sanankerto memiliki potensi alam yang belum dimanfaatkan: debit air Sumber Andeman yang stabil sepanjang tahun dapat menjadi bahan bakar turbin mikrohidro tanpa emisi dan tanpa biaya bahan bakar. [1]
Di tingkat yang lebih luas, banyak desa di Indonesia masih bergantung pada energi fosil atau belum memiliki akses listrik yang andal. Teknologi PLTMH terbukti sebagai alternatif energi ramah lingkungan, efisien, dan produktif untuk desa-desa yang memiliki aliran sungai dengan debit air kontinu. [5] Desa Sanankerto melihat peluang ini dan menjadi pelopor model desa wisata mandiri energi terbarukan di Kabupaten Malang.
Inovasi yang Diterapkan
Inovasi yang diterapkan adalah pembangunan PLTMH berbasis aliran Sumber Andeman yang mengintegrasikan fungsi energi terbarukan dengan pengembangan ekowisata terpadu. PLTMH ini bekerja dengan memanfaatkan debit air 0,50 m³ per detik dari Sumber Andeman, mengalirkannya melalui saluran penstock untuk memutar turbin, yang kemudian menghasilkan energi listrik sebesar 5.000 volt untuk kawasan wisata. [1]
Turbin yang digunakan merupakan rancangan khusus UMM yang berbeda dari turbin PLTMH konvensional — disesuaikan dengan karakteristik debit dan topografi lokasi Sumber Andeman. [6] Selain sebagai sumber listrik, PLTMH ini sekaligus berfungsi mengalirkan air bersih dari Sungai Sumber Andeman ke dusun di atas kawasan wisata — dusun yang juga akan dikembangkan menjadi area wisata petik buah, memperluas jaringan agrowisata Desa Sanankerto.
Proses Penerapan Inovasi
Proses dimulai dengan survei teknis oleh Tim UMM yang dipimpin Suwignyo untuk mengukur debit air andalan, beda ketinggian (head), dan potensi daya listrik yang dapat dihasilkan Sumber Andeman. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada 2018 dalam sebuah seremonial yang dihadiri Rektor UMM Dr. Fauzan, Wakil Bupati Malang Sanusi, Head BNI Wilayah Malang Ali Suasono, dan Kepala Desa Sanankerto Subur — menandai komitmen kolaborasi tiga pihak yang solid. [1]
Pembangunan fisik membutuhkan waktu hampir dua tahun sebelum PLTMH diresmikan UMM pada Maret 2020. Selama periode konstruksi, tim teknis UMM juga melatih tenaga operator lokal dari warga Desa Sanankerto agar PLTMH dapat dioperasikan dan dipelihara secara mandiri tanpa tergantung pada teknisi dari luar. [2]
Proses ini juga menemui tantangan teknis: pemilihan jenis turbin yang tepat sesuai karakteristik aliran Sumber Andeman membutuhkan pengujian lebih panjang dari perkiraan awal. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga — bahwa desain PLTMH harus selalu dimulai dari karakteristik hidrologi spesifik lokasi, bukan dari spesifikasi standar turbin yang tersedia di pasaran. [7]
Faktor Penentu Keberhasilan
Kolaborasi tiga pilar — pemerintah desa, akademisi (UMM), dan sektor swasta (BNI melalui CSR) — menjadi faktor penentu paling kritikal. Tanpa pendanaan CSR BNI, tidak ada modal untuk membangun infrastruktur; tanpa keahlian teknis UMM, tidak ada kapasitas untuk merancang dan membangun turbin yang tepat; dan tanpa kepemimpinan desa yang visioner, tidak ada inisiatif yang menggerakkan kolaborasi ini. [6]
Keberadaan BUMDes Kertoraharjo sebagai lembaga pengelola yang sudah berpengalaman mengelola Ekowisata Boon Pring juga menjadi faktor kunci. BUMDes memiliki kapasitas manajerial dan finansial untuk merawat aset PLTMH secara berkelanjutan, memastikan mesin tidak sekadar diresmikan lalu terbengkalai. [4]
Hasil dan Dampak Inovasi
Secara teknis, PLTMH Boon Pring mampu memasok listrik 5.000 volt yang digunakan untuk 66 unit kios PKL dan 25 lampu penerangan jalan di kawasan wisata Andeman Boonpring — seluruhnya dari energi terbarukan tanpa emisi karbon. [8] Ketersediaan listrik yang andal membuka pintu bagi pengembangan paket wisata malam hari yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
Secara ekonomi, 66 kios PKL yang kini mendapat pasokan listrik gratis dari PLTMH mendapatkan pengurangan biaya operasional yang nyata. Seluruh ekosistem bisnis kawasan wisata — dari pedagang makanan, penyewa wahana, hingga pengelola penginapan — ikut merasakan manfaat langsung dari energi mandiri ini. [9]
Pada tahun 2019, Ekowisata Boon Pring berhasil meraih penghargaan ISTA 2019 peringkat ketiga nasional (Green Bronze) kategori Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal. [3] Desa Sanankerto juga meraih penghargaan The 5th ASEAN Rural Development and Poverty Eradication Leadership Award — membuktikan bahwa inovasi desa ini diakui bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat ASEAN. [9]
Tantangan dan Kendala
Tantangan teknis utama adalah menjaga konsistensi debit air Sumber Andeman sepanjang musim. Pada musim kemarau panjang, debit air dapat turun signifikan dan berpengaruh langsung pada kapasitas produksi listrik PLTMH. Pengelola perlu memiliki rencana cadangan pasokan energi untuk menjamin keberlangsungan operasional kawasan wisata di saat debit air turun. [10]
Tantangan lain adalah ketersediaan SDM teknis lokal yang mampu merawat dan memperbaiki turbin serta sistem kelistrikan secara mandiri. Meskipun UMM telah melatih operator lokal, pemeliharaan jangka panjang tetap membutuhkan dukungan teknis berkelanjutan dari perguruan tinggi atau lembaga teknis yang kompeten. [2]
Strategi Keberlanjutan Inovasi
Keberlanjutan PLTMH dijamin melalui tiga mekanisme. Pertama, BUMDes Kertoraharjo mengalokasikan dana perawatan PLTMH dari pendapatan Ekowisata Boon Pring secara rutin, memastikan mesin selalu dalam kondisi prima. Kedua, kemitraan jangka panjang dengan UMM sebagai mitra teknis tetap menjamin ketersediaan dukungan engineering ketika dibutuhkan. [6]
Ketiga, integrasi PLTMH dengan pengembangan wisata malam hari dan wisata petik buah di dusun atas menciptakan nilai tambah yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Semakin berkembang ekowisata Boon Pring, semakin besar pula kebutuhan listrik yang justru menjadi insentif untuk merawat dan mengoptimalkan kapasitas PLTMH. [4]
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Pemkab Malang secara aktif mendorong desa-desa lain untuk mereplikasi model PLTMH Sanankerto. Mekanisme replikasinya sudah terbukti: desa yang berminat akan disurvei oleh tim teknis UMM untuk menilai potensi sumber air lokalnya, dan pendanaan pembangunan akan dibiayai melalui CSR Bank BNI. [4] Model kemitraan tiga pihak ini (desa–perguruan tinggi–BUMN) menjadi template yang siap direplikasi di seluruh Indonesia.
Untuk scale up yang lebih luas, Desa Sanankerto secara aktif berbagi pengalaman melalui kunjungan studi banding dari desa-desa se-Indonesia yang ingin membangun energi mandiri berbasis wisata. [9] Pengembangan sistem PLTMH on-grid berbasis smart grid yang kini tengah diteliti para akademisi membuka peluang inovasi generasi berikutnya — di mana desa tidak hanya mengkonsumsi listrik sendiri, tetapi juga menjual kelebihan listrik ke jaringan nasional. [7]
Daftar Pustaka
[1] Antara Jatim, “Eco Wisata Boonpring Malang Miliki PLTMH,” ANTARA News Jawa Timur, Apr. 22, 2019. [Online]. Available: https://jatim.antaranews.com/berita/291303/eco-wisata-boonpring-malang-miliki-pltmh
[2] Republika, “UMM Resmikan PLTMH di Kawasan Wisata Boon Pring,” Republika.co.id, Mar. 02, 2020. [Online]. Available: https://republika.co.id/berita/pendidikan/universitas-muhammadiyah-malang/20/03/02/q6jslc368-umm-resmikan-pltmh-di-kawasan-wisata-boon-pring
[3] TravelPlus Indonesia, “Inilah 18 Destinasi Peraih ISTA 2019,” TravelPlus Indonesia Blog, Sep. 26, 2019. [Online]. Available: http://travelplusindonesia.blogspot.com/2019/09/inilah-18-destinasi-peraih-ista-2019.html
[4] Gemari, “PLTMH Boon Pring Mampu Pasok Listrik Sendiri,” Gemari.id, Sep. 18, 2020. [Online]. Available: https://gemari.id/gemari/2020/9/19/1wui3loey374stcycfzpye2l1aj7ga
[5] T. M. Sitompul et al., “Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH),” TEKTRO – Jurnal Politeknik Negeri Lhokseumawe, 2023. [Online]. Available: https://e-jurnal.pnl.ac.id/TEKTRO/article/download/5670/4003
[6] IDN Times Jatim, “Kembangkan Ekowisata Terpadu, UMM Bangun PLTMH di Boonpring,” IDN Times, Mar. 01, 2020. [Online]. Available: https://jatim.idntimes.com/news/jawa-timur/kembangkan-ekowisata-terpadu-umm-bangun-pltmh-di-boonpring-00-db9b5-cvcwwm
[7] R. Ramadhan et al., “Rancang Bangun PLTMH Skala Kecil dengan Sistem On-Grid,” Kapalamada – Azramedia Indonesia, 2024. [Online]. Available: https://azramedia-indonesia.azramediaindonesia.com/index.php/Kapalamada/article/download/1432/1507/9940
[8] UMM Greenmetrics, “PLTMH Boon Pring,” UMM Waste – Greenmetrics, Okt. 28, 2021. [Online]. Available: https://ummwaste.umm.ac.id/index.php/detail-news/11379
[9] JatimPos, “Desa Wisata Kampiun Penggerak Kebangkitan Ekonomi,” Jatimpos.co, 2022. [Online]. Available: https://www.jatimpos.co/pariwisata/9921-desa-wisata-kampiun-penggerak-kebangkitan-ekonomi
[10] H. Sinaga et al., “Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Berbasis Mikrohidro,” JITET – Jurnal Ilmiah Teknik Elektro dan Teknik Informatika, Universitas Lampung, Jul. 13, 2025. DOI: https://journal.eng.unila.ac.id/index.php/jitet/article/view/6810
<
