Ringkasan Inovasi
Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berhasil meraih Juara 1 Lomba Desa dan Kelurahan Bersih Tingkat Kabupaten Kendal Tahun 2025. Keberhasilan ini lahir dari inovasi gerakan kebersihan lingkungan berbasis gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat secara konsisten dan terstruktur [1].
Inovasi ini mengintegrasikan program kerja bakti rutin, bank sampah desa, program PAMSIMAS untuk sanitasi dan air bersih, serta partisipasi dalam gerakan World Cleanup Day. Dampak utamanya adalah terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan asri sekaligus tumbuhnya budaya hidup bersih yang berkelanjutan di tengah masyarakat [1].
| Nama Inovasi | : | Gerakan Desa Bersih Berbasis Gotong Royong – “Bersih Itu Indah, Bersih Itu Sehat” |
| Alamat | : | Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah |
| Inovator | : | Pemerintah Desa Peron, dipimpin oleh Kepala Desa Erna Hermawati, bersama seluruh elemen masyarakat termasuk pondok pesantren dan institusi pendidikan |
| Kontak | : | Website: peron-limbangan.kendalkab.go.id | Email: (tersedia melalui situs desa) | Telepon: (tersedia melalui situs desa) |
Latar Belakang
Permasalahan sampah dan rendahnya kesadaran sanitasi merupakan tantangan nyata yang dihadapi desa-desa di Indonesia, termasuk Desa Peron. Tanpa sistem pengelolaan kebersihan yang terstruktur, lingkungan desa rentan terhadap berbagai masalah kesehatan seperti penyakit berbasis lingkungan dan pencemaran sumber air [2].
Kebutuhan akan akses air bersih dan sanitasi yang layak juga belum terpenuhi secara merata sebelum program PAMSIMAS hadir di Desa Peron pada 2021. Pemerintah Desa Peron menyadari bahwa kebersihan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga desa [3]. Kondisi ini mendorong lahirnya pendekatan inovatif berbasis gerakan sosial yang menempatkan gotong royong sebagai fondasi utama program kebersihan desa [4].
Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dispermasdes kemudian menyelenggarakan Lomba Desa dan Kelurahan Bersih sebagai instrumen motivasi bagi desa-desa untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan. Lomba ini menilai empat aspek utama: partisipasi masyarakat atau rutinitas kegiatan sebesar 40 persen, peserta yang terlibat 25 persen, objek kegiatan 20 persen, dan keberadaan bank sampah sebesar 15 persen [1]. Desa Peron melihat momentum ini sebagai peluang untuk mengukur dan mengakui kerja keras seluruh warganya dalam menjaga lingkungan.
Inovasi yang Diterapkan
Inovasi utama Desa Peron adalah gerakan kebersihan lingkungan terpadu dengan slogan “Bersih Itu Indah, Bersih Itu Sehat” yang menjadi pegangan nilai seluruh warga. Gerakan ini lahir dari inisiatif Kepala Desa Erna Hermawati yang menyadari bahwa kebersihan harus dibudayakan secara kolektif, bukan sekadar dilaksanakan menjelang penilaian lomba [1].
Inovasi ini bekerja melalui lima pilar utama yang saling menguatkan. Pertama, kerja bakti rutin di hari Jumat Sehat dan Minggu Bersih yang melibatkan seluruh dusun. Kedua, tradisi gugur gunung atau gotong royong berbasis kearifan lokal yang dihidupkan kembali secara konsisten di setiap dusun [4]. Ketiga, pengelolaan bank sampah desa yang mengubah sampah menjadi aset ekonomi warga. Keempat, program PAMSIMAS untuk penyediaan air bersih dan sanitasi layak. Kelima, partisipasi aktif dalam gerakan World Cleanup Day (WCD) yang menghubungkan aksi kebersihan lokal dengan gerakan global [5].
Proses Penerapan Inovasi
Proses penerapan dimulai dengan sosialisasi nilai dan slogan kebersihan kepada seluruh warga Desa Peron melalui musyawarah desa dan pertemuan RT. Pemdes Peron kemudian menetapkan jadwal kerja bakti rutin yang wajib dipatuhi seluruh dusun dan lingkungan agar kegiatan berjalan konsisten sepanjang tahun [6].
Pada 2021, Desa Peron melaksanakan program PAMSIMAS sebagai fondasi infrastruktur sanitasi. Pada 2024, Pemdes Peron membangun jaringan air bersih senilai Rp 110 juta dengan kapasitas 10 m³ per jam untuk Dusun Krajan RW [7]. Pada 2025, survei lokasi sumur bor PAMSIMAS kembali dilaksanakan untuk memperluas cakupan akses air bersih bagi seluruh wilayah desa [8].
Pada fase awal pembentukan bank sampah, tantangan utama adalah rendahnya kesadaran warga dalam memilah sampah dari sumber. Pemdes Peron merespons tantangan ini dengan menghadirkan mahasiswa KKN dari Universitas IVET Semarang yang menjalankan program bertema “Desa Peduli Lingkungan” untuk mendampingi warga [9]. Kolaborasi dengan perguruan tinggi ini mempercepat internalisasi perilaku hidup bersih dan memperkuat kapasitas pengelolaan bank sampah secara berkelanjutan [10].
Faktor Penentu Keberhasilan
Faktor penentu utama keberhasilan Desa Peron adalah kepemimpinan Kepala Desa Erna Hermawati yang konsisten menginternalisasi nilai kebersihan kepada seluruh elemen masyarakat. Keterlibatan institusi pendidikan, terutama pondok pesantren dan perguruan tinggi, memperluas jangkauan gerakan ini hingga menjangkau generasi muda secara sistematis [1].
Faktor kedua adalah keberlanjutan tradisi gotong royong gugur gunung yang menjadi DNA budaya masyarakat Desa Peron. Tradisi ini memudahkan mobilisasi warga dalam aksi kebersihan karena bersandar pada nilai lokal yang sudah diterima secara turun-temurun [4]. Riset menunjukkan bahwa keberhasilan program bank sampah dan kebersihan desa sangat bergantung pada sinergi antara partisipasi aktif masyarakat, dukungan fasilitas, dan komitmen pemerintah desa yang berkelanjutan [11].
Hasil dan Dampak Inovasi
Desa Peron berhasil meraih Juara 1 Lomba Desa dan Kelurahan Bersih Tahun 2025 tingkat Kabupaten Kendal, mengalahkan 35 desa dan kelurahan lainnya. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari pada upacara HUT KORPRI ke-54 tanggal 1 Desember 2025 di Alun-Alun Kendal [1].
Secara infrastruktur, Desa Peron kini memiliki jaringan air bersih berkapasitas 10 m³ per jam senilai Rp 110 juta yang menjangkau Dusun Krajan, serta infrastruktur PAMSIMAS yang terus diperluas [7]. Keberadaan bank sampah desa menghasilkan manfaat ekonomi bagi warga sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir secara signifikan [2].
Secara kualitatif, gerakan kebersihan ini meningkatkan kesadaran kolektif warga dalam berperilaku hidup bersih dan sehat setiap hari. Balai Desa Peron bahkan diubah menjadi pusat edukasi lingkungan oleh tim KKN UNNES yang mengajarkan konservasi lingkungan dan penanaman alpukat sebagai potensi ekspor lokal [12]. Pencapaian ini membuktikan bahwa inovasi kebersihan Desa Peron berdampak melampaui aspek sanitasi dan menyentuh dimensi ekonomi serta sosial masyarakat.
Tantangan dan Kendala
Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi partisipasi warga dalam program kebersihan rutin sepanjang tahun, bukan hanya saat menjelang penilaian lomba. Sebagian warga awalnya sulit membiasakan diri memilah sampah dari rumah dan menyetorkannya ke bank sampah secara teratur [10].
Kendala infrastruktur juga menjadi hambatan, terutama keterbatasan cakupan jaringan air bersih yang belum menjangkau seluruh dusun di Desa Peron. Upaya survei dan pembangunan sumur bor PAMSIMAS 2025 yang masih berlangsung menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar masih memerlukan investasi dan waktu yang tidak sedikit [8].
Strategi Keberlanjutan Inovasi
Keberlanjutan gerakan kebersihan Desa Peron dijaga melalui pelembagaan program dalam kalender desa secara tetap, sehingga kegiatan kerja bakti rutin tidak bergantung pada ada atau tidaknya lomba. Slogan “Bersih Itu Indah, Bersih Itu Sehat” berfungsi sebagai pengingat nilai yang terus dikomunikasikan kepada seluruh warga di berbagai kesempatan [1].
Untuk jangka panjang, Pemdes Peron terus memperluas infrastruktur sanitasi melalui program PAMSIMAS 2025 dan mengintegrasikan bank sampah dengan potensi ekonomi kreatif berbasis daur ulang. Kolaborasi dengan institusi pendidikan dan perguruan tinggi diperkuat sebagai sumber pendampingan teknis dan inovasi berkelanjutan bagi pengelolaan lingkungan desa [9].
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Model inovasi Desa Peron sangat mudah direplikasi karena bertumpu pada kekuatan lokal yang hampir dimiliki semua desa, yaitu semangat gotong royong dan kepemimpinan desa yang kuat. Kepala Dispermasdes Kendal Yanuar Fatoni secara eksplisit menyatakan harapannya agar desa-desa lain di Kabupaten Kendal termotivasi oleh pencapaian Desa Peron untuk meningkatkan upaya kebersihan secara berkelanjutan [1].
Strategi replikasi dapat dimulai dengan mengadopsi tiga elemen kunci: penetapan jadwal kerja bakti rutin yang konsisten, pendirian bank sampah desa, serta internalisasi nilai kebersihan melalui slogan yang mudah diingat oleh seluruh warga. Desa Peron berpeluang menjadi desa percontohan (role model) yang membuka pintu kunjungan studi banding dari desa-desa lain di Kabupaten Kendal maupun dari luar kabupaten untuk mempelajari pendekatan gotong royong berbasis kearifan lokal ini [10].
Daftar Pustaka
[1] Redaksi Desa Peron, “Desa Peron Raih Juara 1 Lomba Desa dan Kelurahan Bersih Tahun 2025,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 1 Desember 2025. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[2] S. Rahayu et al., “Pembentukan Bank Sampah sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa,” Jurnal Abdimas Mandiri dan Sejahtera Indonesia (JAMSI), 2023. [Online]. Available: https://jamsi.jurnal-id.com
[3] Admin Desa Peron, “Survei Potensi Sumber Air Baku Desa Peron,” peron-limbangan.kendalkab.go.id. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[4] Admin Desa Peron, “Lestarikan Kearifan Lokal, Masyarakat Dusun Ketro Gugur Gunung,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 12 Mei 2025. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[5] M. Alamsyah, “Implementasi Let’s Do It World dalam Melaksanakan World Cleanup Day di Indonesia,” Jurnal FISIP UNRI, 2021. [Online]. Available: https://jom.unri.ac.id
[6] Admin Desa Peron, “Kegiatan Kerja Bakti di Lingkungan Masyarakat,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 12 Januari 2025. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[7] Admin Desa Peron, “Pemdes Peron Bangun Jaringan Air Bersih untuk Dusun Krajan RW,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 8 Januari 2024. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[8] Admin Desa Peron, “Survey Lokasi Sumur Bor Pamsimas 2025,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 13 Juli 2025. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[9] Admin Desa Peron, “Penarikan KKN Mahasiswa IVET di Desa Peron,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 24 Maret 2025. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[10] R. Fitriani et al., “Pengaruh Pembentukan Bank Sampah terhadap Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Limbah,” Journal of Community Activities and Public Policy (JOCA), 2025. [Online]. Available: https://ejournal.kalibra.or.id
[11] A. Pratama et al., “Analisis Tanggung Jawab Kepala Desa dalam Pembangunan Pengelolaan Lingkungan Berbasis Bank Sampah,” Journal of Innovation and Public Administration, 2024. [Online]. Available: https://journalcenter.org
[12] Redaksi Suara Merdeka, “Balai Desa Peron, Limbangan Kendal Diubah Menjadi Pusat Edukasi Lingkungan,” suaramerdeka.com, 22 September 2025. [Online]. Available: https://www.suaramerdeka.com
[1] Redaksi Desa Peron, “Desa Peron Raih Juara 1 Lomba Desa dan Kelurahan Bersih Tahun 2025,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 1 Desember 2025. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[2] S. Rahayu et al., “Pembentukan Bank Sampah sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa,” Jurnal Abdimas Mandiri dan Sejahtera Indonesia (JAMSI), 2023. [Online]. Available: https://jamsi.jurnal-id.com
[3] Admin Desa Peron, “Survei Potensi Sumber Air Baku Desa Peron,” peron-limbangan.kendalkab.go.id. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[4] Admin Desa Peron, “Lestarikan Kearifan Lokal, Masyarakat Dusun Ketro Gugur Gunung,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 12 Mei 2025. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[5] M. Alamsyah, “Implementasi Let’s Do It World dalam Melaksanakan World Cleanup Day di Indonesia,” Jurnal FISIP UNRI, 2021. [Online]. Available: https://jom.unri.ac.id
[6] Admin Desa Peron, “Kegiatan Kerja Bakti di Lingkungan Masyarakat,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 12 Januari 2025. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[7] Admin Desa Peron, “Pemdes Peron Bangun Jaringan Air Bersih untuk Dusun Krajan RW,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 8 Januari 2024. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[8] Admin Desa Peron, “Survey Lokasi Sumur Bor Pamsimas 2025,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 13 Juli 2025. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[9] Admin Desa Peron, “Penarikan KKN Mahasiswa IVET di Desa Peron,” peron-limbangan.kendalkab.go.id, 24 Maret 2025. [Online]. Available: https://peron-limbangan.kendalkab.go.id
[10] R. Fitriani et al., “Pengaruh Pembentukan Bank Sampah terhadap Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Limbah,” Journal of Community Activities and Public Policy (JOCA), 2025. [Online]. Available: https://ejournal.kalibra.or.id
[11] A. Pratama et al., “Analisis Tanggung Jawab Kepala Desa dalam Pembangunan Pengelolaan Lingkungan Berbasis Bank Sampah,” Journal of Innovation and Public Administration, 2024. [Online]. Available: https://journalcenter.org
[12] Redaksi Suara Merdeka, “Balai Desa Peron, Limbangan Kendal Diubah Menjadi Pusat Edukasi Lingkungan,” suaramerdeka.com, 22 September 2025. [Online]. Available: https://www.suaramerdeka.com
