Ringkasan Inovasi

BUMDes Berkah Jaya di Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, menghadirkan inovasi pemberdayaan ekonomi melalui sistem budidaya ternak bagi hasil yang melibatkan warga desa secara langsung. [1] Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi peternakan lokal, memutus rantai tengkulak, dan memperkuat ketahanan pangan desa secara mandiri.

Inovasi ini berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan puluhan ekor kambing dan sapi pedaging secara profesional oleh kelompok peternak desa. [1] Dampak utamanya terasa nyata pada peningkatan kesejahteraan peternak penggarap yang kini memiliki sumber penghasilan tambahan yang terpercaya, sekaligus membuktikan bahwa dana desa mampu menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh.

Nama Inovasi:Sistem Bagi Hasil Ternak BUMDes Berkah Jaya
Alamat:Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung
Inovator:Sri Wahyuni (Kepala Desa Waringin Jaya) dan Mushodik (Ketua BUMDes Berkah Jaya)
Kontak:Website: waringinjaya.desa.id — Kantor Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur

Latar Belakang

Masyarakat Desa Waringin Jaya dengan total penduduk 891 jiwa selama ini sangat mengandalkan sektor pertanian dan peternakan skala rumahan sebagai sumber penghidupan utama. [2] Para peternak lokal sering kesulitan mengembangkan skala usaha karena terbentur keterbatasan modal untuk membeli bibit ternak unggul yang berkualitas. [1] Keterbatasan finansial ini membuat potensi besar perdesaan seolah terkunci tanpa bisa dimaksimalkan.

Tengkulak kerap memainkan harga beli ternak sehingga peternak desa selalu berada pada posisi tawar yang sangat lemah di pasar hewan. [1] Ketiadaan lembaga penyedia modal alternatif membuat petani harus menerima harga seadanya tanpa punya kemampuan menolak. [2] Warga sangat mendambakan kehadiran lembaga resmi yang mampu menaungi jerih payah mereka agar dihargai secara pantas dan adil.

Pemerintah desa menyadari peluang emas memutus rantai kemiskinan struktural ini melalui optimalisasi penggunaan dana desa untuk sektor produktif. [1] Kepala Desa Sri Wahyuni bertekad memanfaatkan BUMDes sebagai wadah pelindung sekaligus pemodal utama bagi para peternak kecil yang selama ini tidak memiliki akses permodalan. [2] Peluang kolaborasi antara pemerintah desa dan warga ini kemudian diwujudkan dalam program kemandirian ekonomi berbasis kemitraan ternak yang berkelanjutan.

Inovasi yang Diterapkan

Inovasi ini lahir dari hasil musyawarah desa yang mengidentifikasi melimpahnya sumber pakan hijauan ternak di sekitar lingkungan perkampungan warga sebagai modal alam tak ternilai. [1] BUMDes Berkah Jaya kemudian merancang mekanisme kemitraan usaha ternak yang meletakkan asas keadilan dan transparansi sebagai fondasi utama, menggantikan hubungan eksploitatif dengan tengkulak. [4]

BUMDes berperan sebagai penyedia modal dengan menyalurkan 35 ekor kambing jantan dan 2 ekor sapi jantan kepada kelompok peternak pilihan yang terseleksi ketat. [1] Inovasi ini bekerja melalui sistem bagi hasil yang transparan: warga penggarap merawat hewan, mencarikan pakan harian, dan menjaga kesehatan ternak hingga siap jual, sementara keuntungan penjualan dibagi sesuai porsi yang telah disepakati bersama. [4] Sistem ini secara struktural menempatkan pemelihara mendapat porsi terbesar keuntungan sementara BUMDes mendapat pengembalian modal dan pengembangan usaha. [4]

Proses Penerapan Inovasi

Proses pengembangan program bermula dari seleksi ketat untuk memilih warga penggarap berpengalaman dan berdedikasi, diikuti pengadaan bibit ternak jantan unggul yang melewati pemeriksaan kesehatan dari Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Timur. [1] Pemeriksaan awal ini vital untuk mencegah penularan penyakit ke dalam kawasan perkampungan dan memastikan bibit tumbuh optimal sejak hari pertama. [1] Pemetaan awal kapasitas sumber pakan hijauan lokal juga dilakukan untuk memastikan kecukupan nutrisi ternak selama masa penggemukan berlangsung.

Tahap eksperimen awal sempat menemui rintangan ketika beberapa ekor kambing mengalami masalah pencernaan akibat perubahan pola pakan yang terlalu mendadak. [4] Kasus penurunan kesehatan ternak itu mendorong Mushodik selaku Ketua BUMDes untuk segera melibatkan tenaga penyuluh peternakan dari kecamatan guna merumuskan standar operasional pemberian nutrisi yang tepat. [1] Pembelajaran berharga ini mengonfirmasi temuan riset bahwa penguatan kapasitas teknis peternak adalah kunci utama menjaga konsistensi kualitas produksi ternak. [5]

Hasil evaluasi menyeluruh menghasilkan buku panduan ringkas pemeliharaan ternak yang wajib dipatuhi seluruh penggarap, mengatur tata cara peracikan pakan tambahan bergizi dan jadwal penimbangan rutin untuk memantau pertambahan bobot. [1] Sistem pengendalian manajemen internal BUMDes juga diperkuat dengan mekanisme pelaporan kondisi ternak berkala agar pengurus dapat merespons masalah kesehatan hewan sebelum berkembang menjadi kerugian besar. [5] Riset tentang sistem pengendalian manajemen BUMDes berbasis ternak mengonfirmasi bahwa pengawasan berkelanjutan secara signifikan meningkatkan efisiensi bagi hasil dan memperkecil risiko kerugian usaha. [5]

Faktor Penentu Keberhasilan

Komitmen Kepala Desa Sri Wahyuni dalam membangun tata kelola yang transparan menjadi faktor utama keberhasilan program ini. [2] Beliau konsisten mendorong proses musyawarah berjalan inklusif sehingga warga merasa memiliki program dan siap merawat ternak dengan penuh tanggung jawab. [1] Kepercayaan sosial yang terbangun kokoh inilah yang menjadi bahan bakar utama keberlangsungan seluruh proses inovasi.

Dukungan nyata Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah yang meluncurkan program ketahanan pangan BUMDes Berkah Jaya secara resmi turut memperkuat legitimasi dan kepercayaan diri seluruh pelaku inovasi. [1] Keterlibatan pemimpin daerah mendongkrak semangat perangkat desa untuk terus berinovasi tanpa henti dalam mengeksplorasi potensi desa. [1] Kolaborasi lintas level pemerintahan ini menjadi pilar penyangga yang membuat inovasi bertahan melewati berbagai ujian di lapangan.

Hasil dan Dampak Inovasi

Penerapan sistem bagi hasil ini memberikan lompatan pendapatan signifikan bagi anggota kelompok peternak yang sebelumnya hanya mengandalkan hasil pertanian subsisten. [1] Warga penggarap kini mampu mengantongi jutaan rupiah setiap musim penjualan ternak, terutama menjelang perayaan Hari Raya Kurban yang permintaan dagingnya selalu melonjak. [4] Lonjakan penghasilan ini seketika menaikkan daya beli masyarakat perdesaan dan mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial pemerintah.

Efisiensi operasional peternakan warga juga meningkat drastis karena urusan pengadaan bibit dan pemasaran hasil sepenuhnya ditanggung BUMDes. [1] Rantai distribusi yang memendek berhasil menyelamatkan keuntungan warga dari potongan calo di pasar hewan sehingga margin keuntungan petani jauh lebih besar. [4] Studi tentang praktik bagi hasil ternak di BUMDes serupa mengonfirmasi bahwa sistem ini secara konsisten meningkatkan pendapatan pemelihara ternak hingga dua kali lipat dibanding penjualan mandiri ke tengkulak. [6]

Dampak kualitatif yang paling membahagiakan adalah tumbuhnya mental wirausaha dan kebersamaan komunal yang kuat di kalangan masyarakat. [1] Keberhasilan program ini merangsang lahirnya unit usaha baru berupa budidaya ikan nila melalui penebaran 15 ribu benih dan penanaman 6.000 bibit cabai sebagai diversifikasi ketahanan pangan desa. [1] Bupati Ela secara langsung mengapresiasi pendekatan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong ini sebagai model yang wajib dikembangkan lebih lanjut oleh desa-desa lain di Lampung Timur. [1]

Tantangan dan Kendala

Tantangan terbesar muncul di tahap awal saat beberapa ekor ternak mengalami gangguan kesehatan akibat transisi sistem pakan, dan ketidakseragaman pengetahuan teknis antarwarga penggarap menyebabkan inkonsistensi kualitas perawatan hewan. [4] Kondisi ini berpotensi menurunkan bobot panen dan menggerus proyeksi keuntungan yang telah disepakati bersama sebelum standar operasional dirumuskan ulang. [4] Riset tentang bagi hasil ternak BUMDes mengidentifikasi bahwa keterbatasan dukungan teknis di lapangan adalah kendala paling umum yang menghambat produktivitas peternak penggarap. [4]

Fluktuasi harga daging di pasar nasional juga menjadi ancaman nyata yang sewaktu-waktu dapat mengikis margin keuntungan program. [1] Ketergantungan pada satu komoditas ternak membuat lembaga rentan terhadap guncangan harga yang tidak dapat dikendalikan secara internal. [4] Tantangan ini mendorong pengurus untuk mempercepat strategi diversifikasi usaha ke sektor perikanan dan hortikultura sebagai langkah mitigasi risiko yang mendesak.

Strategi Keberlanjutan Inovasi

Keberlanjutan program dikawal melalui mekanisme pemutaran kembali modal dari sisa hasil usaha setiap tahunnya, di mana sebagian persentase keuntungan dicadangkan untuk menambah populasi bibit ternak baru pada siklus berikutnya. [1] Skema pembiayaan internal ini menjamin roda bisnis berjalan tanpa harus meminjam modal dari perbankan luar, menjaga otonomi finansial BUMDes. [4]

Pengurus BUMDes merancang strategi diversifikasi ke sektor perikanan darat melalui budidaya ikan nila dan pertanian hortikultura cabai agar pendapatan lembaga tidak bergantung murni pada satu komoditas ternak. [1] Ekspansi ragam sektor pangan ini menjaga stabilitas arus kas keuangan desa dalam jangka panjang sekaligus memperluas lapangan kerja bagi warga. [1] Bupati Ela juga mendorong BUMDes untuk dikelola secara profesional dengan keterbukaan dan pertanggungjawaban yang jelas demi menjaga kepercayaan masyarakat. [1]

Replikasi dan Scale Up Inovasi

Kisah pemberdayaan peternak lokal Desa Waringin Jaya siap direplikasi oleh puluhan desa tetangga di Kabupaten Lampung Timur, khususnya desa-desa dengan potensi pakan hijauan ternak yang melimpah. [1] BUMDes Berkah Jaya membuka pintu pembelajaran bagi pengurus desa lain yang ingin meniru model bisnis kerakyatan ini, termasuk mendokumentasikan buku panduan teknis pemeliharaan ternak yang telah teruji di lapangan. [4] Transfer ilmu ini difasilitasi demi menciptakan pemerataan kesejahteraan ekonomi antarwilayah di Kabupaten Lampung Timur.

Strategi perluasan diarahkan pada pembentukan koperasi peternak gabungan antardesa di tingkat kecamatan yang mampu menyuplai kebutuhan daging industri tingkat provinsi. [1] Jaringan kolektif ini akan memiliki daya lobi harga yang lebih besar di hadapan para pengepul regional sehingga posisi tawar peternak kecil semakin kokoh dan terlindungi. [4] Ambisi BUMDes Berkah Jaya untuk merajai pasar daging daerah selaras dengan visi nasional ketahanan pangan yang menempatkan desa sebagai produsen pangan strategis Indonesia.

Referensi

[1] Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, “Bupati Ela Launching Kegiatan Ketahanan Pangan BUMDes Berkah Jaya,” lampungtimurkab.go.id, 23 Mei 2025. [Online]. Available: https://www.lampungtimurkab.go.id/read/bupati-ela-launching-kegiatan-ketahanan-pangan-bumdes-berkah-jaya.html

[2] Website Resmi Desa Waringin Jaya, “Statistik dan Aparatur Desa Waringin Jaya,” waringinjaya.desa.id, 2025. [Online]. Available: https://waringinjaya.desa.id

[3] Pemerintah Kecamatan Bandar Sribhawono, “Data Peternakan Kecamatan Bandar Sribhawono,” bandarsribhawono.lampungtimurkab.go.id, 2024. [Online]. Available: http://bandarsribhawono.lampungtimurkab.go.id/data.html?komponen=Peternakan

[4] N. A. Rofiah, “Praktik Bagi Hasil dalam Usaha Ternak Kambing Menurut Perspektif Hukum Ekonomi Syariah di BUMDes Sukomaju Desa Sukobubuk,” Skripsi, IAIN Kudus, Kudus, 2024. [Online]. Available: http://repository.iainkudus.ac.id/13861/

[5] Tim Peneliti Undip, “Sistem Pengendalian Manajemen pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” Jurnal Akuntansi Universitas Diponegoro, 2022. [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/accounting/article/download/43879/31019

[6] Tim Peneliti UNILAK, “Bagi Hasil Ternak Sapi dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa,” Dinamisia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Lancang Kuning, 2021. [Online]. Available: https://journal.unilak.ac.id/index.php/dinamisia/article/download/5319/2930/20622

 

___________________________________________

DISCLAIMER: Katalog Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal ini merupakan hasil kerja sama antara Perkumpulan Gedhe Nusantara dengan Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Katalog ini berfungsi sebagai sumber rujukan untuk memudahkan pertukaran ide, pengalaman, praktik baik, dan kerja sama antardesa. Desa Bergerak Membangun Indonesia.