Tempe adalah makanan sehari-hari yang merakyat di seluruh Indonesia. Namun, tidak semua tempe tercipta sama. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, satu nama yang melegenda dan paling diminati adalah tempe yang berasal dari Desa Terung, Kecamatan Panekan. Cita rasanya yang khas dan teksturnya yang unik menjadikan Tempe Terung bukan sekadar lauk, melainkan sebuah ikon kuliner dan oleh-oleh wajib bagi para pemudik.

Keistimewaan Tempe Terung terletak pada bentuk dan proses pembuatannya. Jika kebanyakan orang mengenal tempe dalam bentuk balok tebal, para pengrajin di Desa Terung justru menciptakannya dalam bentuk lembaran tipis, mirip dengan tempe mendowan. Mereka juga setia menggunakan daun pisang sebagai pembungkus, yang diyakini menambah aroma dan cita rasa khas saat proses fermentasi.

Nama InovasiTempe dan Pakan ternak
InovatorBUMDes Terung Berkarya
AlamatDesa Terung RT 2 RW 3, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur
Penanggung JawabSuwari
Kontak081332643479

Masyarakat lokal sangat menggemari produk ini. Para pengrajin biasanya menjual tempe unik ini dengan harga sekitar Rp 3.500 per sepuluh biji. Meski permintaan sangat tinggi, kapasitas produksi saat ini baru mampu memenuhi kebutuhan pasar di Magetan dan sekitarnya. Ini menunjukkan adanya potensi besar yang belum tergarap maksimal.

Industri tempe ini bukanlah fenomena baru. Para pengrajin di Desa Terung telah mewarisi keahlian ini secara turun-temurun. Kebangkitan usaha tempe ini mulai terasa signifikan saat era Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP). Program tersebut memberikan dukungan penting berupa pemberdayaan dan peningkatan kapasitas, yang membantu para pengrajin untuk memperbaiki kualitas dan manajemen usaha mereka.

Usaha produksi tempe ini terus bertahan dan berkembang hingga hari ini. Setelah program PNPM-MP berakhir, muncul kebutuhan akan lembaga permanen yang menaungi dan mendukung para pengrajin. Menjawab tantangan tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Terung Berkarya, yang terbentuk pada tahun 2016, mengambil peran strategis.

BUMDes Terung Berkarya tidak berusaha menciptakan bisnis baru dari nol. Sebaliknya, BUMDes ini secara cerdas mengidentifikasi potensi terbesar desa dan menjadikan sektor tempe sebagai salah satu mitra unit usaha paling menjanjikan. Bagi BUMDes, tempe adalah warisan sekaligus aset ekonomi yang harus didukung dan dikembangkan.

Namun, BUMDes Terung Berkarya tidak hanya bertumpu pada satu kaki. Sambil memperkuat unit usaha tempe, BUMDes ini juga mengembangkan lini bisnis lain yang tidak kalah potensial: produksi pakan ternak. Pilihan ini didasarkan pada analisis sumber daya desa yang cermat.

Desa Terung ternyata memiliki ketersediaan bahan baku pakan ternak yang melimpah, yang sebelumnya mungkin belum terkelola secara optimal. Lebih penting lagi, desa ini memiliki sejumlah tenaga ahli lokal. Para ahli ini mampu memproduksi pakan ternak dengan standar kualitas yang tidak kalah dengan pakan buatan pabrikan besar.

Langkah BUMDes Terung Berkarya ini menunjukkan sebuah strategi diversifikasi usaha yang brilian. Mereka menjalankan dua unit bisnis yang saling melengkapi. Unit usaha tempe berperan sebagai penjaga kearifan lokal dan ikon desa, sementara unit pakan ternak berperan sebagai motor penggerak industri berbasis sumber daya alam lokal. Keduanya bersinergi menjadikan BUMDes Terung Berkarya sebagai lembaga ekonomi desa yang tangguh dan berkelanjutan.