Slot Dana Inovasi Smart Village, Desa Kukuh Bangun Smart Farming Berbasis IoT - Inovasi Desa

Pemerintah Desa Kukuh berkolaborasi dengan Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) untuk membangun Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT). Dengan adanya Smart Farming berbasis IoT, petani tidak perlu lagi melakukan penyiraman, pemupukan, hingga pemantauan secara konvensional. Sistem ini membuat pekerjaan petani menjadi lebih ringan karena dijalankan secara otomatis dan mutakhir.

Desa Kukuh terletak di Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. Inovasi Smart Farming merupakan usaha Pemerintah Desa Kukuh dalam mewujudkan Desa Digital dan Desa Pintar (Smart Village). Sebelum penerapan Smart farming, sebagian besar kegiatan pertanian di Desa Kukuh dioperasikan secara konvensional.

Nama InovasiSmart Farming berbasis Internet of Thing (IoT)
InovatorPemerintah Desa Kukuh dan Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI)
AlamatJl. Manik Galih Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali 82161
KontakPemerintah Desa Kukuh (+62-822-3053-9357)

Smart Farming merupakan pendekatan baru dalam tata kelola pertanian. Teknologi Smart farming berupa pemasangan sensor yang medeteksi debit hujan, kelembaban, PH, dan lainnya. Aktivitas Bertani dan berkebun tidak susah lagi, bahkan tidak dipandang lagi jika bertani atau berkebun pasti orientasinya kotor.

Sistem Smart Farming yang dibangun di Desa Kukuh berupa IoT yang membantu proses penyiraman dan pemupukan secara otomatis berdasarkan kelembaban tanah. IoT juga mengontrol ketersediaan air pada tandon penampung air. Seluruh data (ph tanah, kelembaban tanah, cuaca, dan ketersediaan air) dikirim dan disimpan secara cloud sebagai data referensi untuk perlakuan pada area pertanian, terutama penyiraman dan pemupukan.

Sistem Smart Farming ini diimplementasikan pada Tanaman Cabai disalah satu lahan nonproduktif milik salah satu warga di wilayah Subak Mumbu, Desa Kukuh. Dengan adanya sistem ini, petani tidak lagi melakukan penyiraman dan pemupukan secara konvensional, melainkan telah dikendalikan secara otomatis oleh sistem. Petani hanya bertugas memantau sistem melalui smartphone.

Lewat teknologi ini, pemerintah desa dan civitas akademika INSTIKI berharap petani muda bersedia untuk ikut mengembangkan lahan pertanian berbasis teknologi. INSTIKI berkomitmen untuk berkolaborasi dan mengembangkan teknologi mutakhir di desa-desa di Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Sumber: INSTIKI dan Desa Kukuh