Ringkasan Inovasi

Pemerintah Desa Cibeureum bersama warga Kampung Ramo Giling sukses menyulap permukiman biasa menjadi sebuah kawasan wisata estetik yang sangat menarik. Inovasi cemerlang ini mengubah wajah kampung secara drastis melalui pengecatan rumah warga dengan kombinasi warna-warni cerah yang sangat memanjakan mata pengunjung. [1]

Tujuan utama dari inovasi ini adalah menciptakan lingkungan permukiman yang bersih sekaligus membangun daya tarik wisata baru di daerah tersebut. Dampak utamanya mulai terlihat jelas dari tingginya angka kunjungan wisatawan yang berdampak sangat positif pada pergerakan ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan. [2]

Nama Inovasi:Kampung Pelangi Pantes
Alamat:Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Inovator:Pemerintah Desa Cibeureum bersama Warga Kampung Ramo Giling
Kontak:Pemerintah Desa Cibeureum, www.bandungkab.go.id, 022-XXXXXXX

Latar Belakang

Kampung Ramo Giling terletak di kawasan pegunungan Desa Cibeureum dengan kontur tanah yang sangat unik berupa terasering berundak di lereng bukit. Kawasan tersebut pada awalnya hanyalah sebuah permukiman padat penduduk biasa yang dihuni oleh sekitar tiga puluh kepala keluarga secara turun-temurun. [1]

Kondisi lingkungan yang kurang tertata dengan baik membuat desa ini belum mampu menarik perhatian pihak luar untuk datang berkunjung ke sana. Padahal, posisi rumah yang tersusun sangat rapi di lereng bukit tersebut sebenarnya menyimpan potensi visual alam yang sangat menawan dan langka. [3]

Kebutuhan mendesak akan ruang publik yang bersih dan estetis akhirnya mendorong masyarakat untuk memikirkan ide penataan ulang lingkungan tempat tinggal mereka. Peluang wisata swafoto yang sedang menjadi tren masa kini akhirnya ditangkap cerdas oleh pihak desa sebagai solusi pengembangan wilayah yang efektif. [4]

Inovasi yang Diterapkan

Inovasi luar biasa yang lahir adalah penciptaan Kampung Pelangi Pantes melalui pengecatan seluruh elemen luar bangunan rumah warga secara menyeluruh. Mulai dari bagian dinding, pintu kayu, hingga atap genting rumah dicat menggunakan perpaduan warna merah, kuning, hijau, dan biru yang mencolok. [1]

Penerapan inovasi kreatif ini ternyata tidak hanya sebatas pada pemberian warna cerah pada bangunan rumah penduduk desa di kawasan terasering tersebut. Warga desa juga melukis berbagai karya mural menarik seperti motif ikan hiu yang buas serta gambar kartun mainan anak-anak yang lucu. [2]

Proses Penerapan Inovasi

Gagasan hebat penataan permukiman ini murni merupakan sebuah inisiatif langsung dari para aparatur Pemerintah Desa Cibeureum yang peduli pada kemajuan wilayah. Ide segar tersebut langsung disambut dengan tingkat antusiasme yang sangat tinggi oleh seluruh pemilik rumah di lingkungan rukun tetangga setempat. [1]

Sebagai langkah nyata, pemerintah desa memberikan dukungan penuh berupa penyediaan cat warna-warni secara gratis untuk menunjang kegiatan pengecatan permukiman tersebut. Setiap rumah penduduk dilaporkan menghabiskan sekitar delapan kilogram cat bahkan bisa jauh lebih banyak dari jumlah perkiraan awal tersebut. [4]

Proses pengecatan dan pelukisan dinding murni dikerjakan sendiri oleh warga setempat secara bergotong royong dengan penuh semangat dan spontanitas tinggi. Mereka juga turut menghiasi jalan gang sejauh tujuh puluh meter menggunakan hiasan aseupan yang terbuat dari anyaman bambu tradisional karya warga. [1]

Faktor Penentu Keberhasilan

Faktor penentu utama keberhasilan peluncuran inovasi ini adalah kekompakan seluruh warga dalam mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang sangat indah dan asri. Kreativitas spontan dari setiap pemilik rumah terbukti memainkan peran krusial dalam menghasilkan karya mural yang sangat unik dan berbeda satu sama lain. [2]

Dukungan material dan moral dari pemerintah desa juga menjadi sebuah faktor pendorong yang sangat penting bagi warga untuk terus berinovasi. Tanpa adanya bantuan pasokan cat yang cukup memadai, ide penataan kampung wisata ini tentu akan sangat sulit untuk direalisasikan dengan cepat. [1]

Hasil dan Dampak Inovasi

Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan akhir, Kampung Pelangi Pantes nyatanya sudah mulai ramai dikunjungi oleh berbagai warga dari luar daerah. Banyak pengunjung yang sengaja datang setiap hari hanya untuk sekadar berswafoto dengan latar belakang pemandangan rumah yang dicat warna-warni tersebut. [3]

Dampak visual yang paling nyata terlihat adalah kondisi lingkungan rumah dan jalan gang menjadi jauh lebih bersih dari sebelumnya. Kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan memang meningkat pesat sejak kampung mereka resmi menjadi pusat perhatian banyak orang. [4]

Dari sisi ekonomi keluarga, penataan permukiman yang cantik ini mampu mendongkrak tingkat pendapatan masyarakat setempat secara bertahap namun pasti. Potensi wisata baru ini secara langsung membuka peluang emas bagi warga untuk berjualan berbagai jenis makanan dan minuman ringan. [1]

Tantangan dan Kendala

Tantangan terbesar yang kini dihadapkan pada warga adalah bagaimana menjaga kondisi cat agar tetap awet dan selalu terlihat cerah merona. Paparan sinar matahari langsung dan curah hujan pegunungan yang tinggi dapat mempercepat pudarnya lapisan warna pada dinding rumah penduduk tersebut. [3]

Kendala teknis lainnya adalah keterbatasan ketersediaan anggaran dari pihak pemerintah desa untuk memperluas area penataan permukiman ke wilayah yang lebih jauh. Hal pelik ini sangat berpengaruh pada lambatnya proses perluasan jangkauan inovasi ke beberapa rukun tetangga lainnya di wilayah desa tersebut. [1]

Strategi Keberlanjutan Inovasi

Untuk senantiasa menjaga keberlanjutan sektor wisata, warga desa telah sepakat untuk rutin melakukan kegiatan kerja bakti guna membersihkan lingkungan sekitar. Pemerintah desa juga tengah berencana membentuk kelompok sadar wisata untuk mengelola setiap kunjungan tamu secara lebih terorganisasi dan profesional. [2]

Sebagian besar keuntungan dari pengelolaan parkir kendaraan nantinya akan disisihkan khusus untuk dana pemeliharaan cat rumah warga yang mulai mengelupas. Langkah taktis yang terencana ini dipercaya mampu menjaga pesona keindahan Kampung Pelangi Pantes dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang. [1]

Replikasi dan Scale Up Inovasi

Konsep penataan Kampung Pelangi ini sebenarnya sangat mudah untuk direplikasi oleh berbagai desa lain yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung. Kawasan permukiman padat dengan topografi perbukitan terasering sangat cocok untuk menerapkan inovasi visual serupa guna menarik minat kunjungan para wisatawan. [3]

Untuk langkah pengembangan skala yang lebih besar, pemerintah daerah setingkat kabupaten dapat memberikan suntikan dana bantuan khusus ke pihak desa. Perluasan area warna-warni ini diyakini akan memberikan beragam manfaat ekonomi yang jauh lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan lainnya. [1]

Kontribusi Pencapaian SDGs

Inovasi Kampung Pelangi Pantes di Desa Cibeureum berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pencapaian target pembangunan global yang sangat berkelanjutan. Transformasi kawasan tertinggal ini sangat sejalan dengan beberapa target penting dalam kerangka kerja kelestarian lingkungan hidup dan pemulihan sektor ekonomi. [1]

Melalui upaya kolaboratif ini, warga desa sukses menciptakan perputaran roda ekonomi baru yang sepenuhnya berbasis pada sektor pariwisata kreatif. Perubahan wajah permukiman ini juga terbukti sukses menghadirkan sebuah tata ruang kehidupan masyarakat yang jauh lebih aman, bersih, dan inklusif. [2]

SDGs:Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
No SDGs:Inovasi wisata desa ini secara efektif membuka peluang wirausaha baru yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi warga setempat.
SDGs:Tujuan 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan)
No SDGs:Penataan lingkungan melalui pengecatan dan pembersihan gang menciptakan permukiman terasering yang bersih, inklusif, tertata rapi, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Daftar Pustaka

[1] Inovasi Desa, “Kampung Pelangi Pantes, Inovasi Desa Cibeureum untuk Kembangkan Wisata Desa,” inovasi.web.id, Feb. 09, 2020. [Online]. Available: https://inovasi.web.id/kampung-pelangi-pantes-inovasi-desa-cibeureum-untuk-kembangkan-wisata-desa/
[2] YouTube, “Destinasi Wisata Kampung Pelangi Kab. Bandung,” youtube.com, Jan. 25, 2020. [Online]. Available: https://www.youtube.com/watch?v=kRnu6PehXmE
[3] TikTok, “Kampung Pelangi 200: Destinasi Estetik di Bandung,” tiktok.com, Mei 11, 2025. [Online]. Available: https://www.tiktok.com/@satgascitarum/video/7503708490355985672
[4] YouTube, “Kampung Pelangi PANTES,” youtube.com, Feb. 22, 2020. [Online]. Available: https://www.youtube.com/watch?v=MUue0ZbjDq4

 


DISCLAIMER: Katalog Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal ini merupakan hasil kerja sama antara Perkumpulan Gedhe Nusantara dengan Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Katalog ini berfungsi sebagai sumber rujukan untuk memudahkan pertukaran ide, pengalaman, praktik baik, dan kerja sama antardesa. Desa Bergerak Membangun Indonesia.