Ringkasan Inovasi
BUMDes Margasari Mandiri, Desa Margasari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, meluncurkan Pasar Rakyat yang dikenal sebagai Pasar Prapatan pada 22 Februari 2020. Pasar ini memanfaatkan bahu jalan di perempatan desa sebagai ruang ekonomi mingguan yang menampung 59 pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner, sayur-mayur, pakaian, hingga permainan anak. [1]
Inovasi ini lahir dari semangat menghadirkan akses pasar yang adil bagi pelaku usaha kecil desa. Dengan biaya retribusi hanya Rp5.000 per lapak, pasar ini langsung menarik pengunjung dari dalam dan luar desa, sekaligus mengalirkan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dilaporkan secara berkala kepada masyarakat. [1]
| Nama Inovasi | : | Pasar Rakyat Desa Margasari (Pasar Prapatan) |
| Alamat | : | Desa Margasari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah |
| Inovator | : | Pemerintah Desa dan BUMDes Margasari Mandiri |
| Kontak | : | Amin Asy’ari, S.Ag (Direktur BUMDes Margasari Mandiri) — margasari.digitaldesa.id — +62-813-2759-6961 |
Latar Belakang
Desa Margasari merupakan desa agraris di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, yang memiliki banyak penduduk dengan usaha kecil di sektor kuliner, pertanian, dan perdagangan. Namun, tidak tersedianya ruang pasar yang terjangkau dan mudah diakses membuat para pelaku usaha kecil sulit menjangkau konsumen secara langsung. Ketergantungan pada pedagang perantara menekan margin keuntungan warga yang berjualan hasil tani maupun makanan olahan. [1]
Kondisi ini mendorong Pemerintah Desa Margasari dan BUMDes untuk merumuskan solusi konkret berbasis potensi lokal. Perempatan desa yang ramai lalu lalang warga dan kendaraan menjadi titik strategis yang selama ini tidak dimanfaatkan secara produktif. Peluang inilah yang kemudian ditangkap sebagai dasar pendirian Pasar Rakyat mingguan berbasis BUMDes. [2]
Penelitian menunjukkan bahwa BUMDes yang mengembangkan unit usaha pasar desa terbukti memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengelolaan potensi desa, perekonomian desa, dan Pendapatan Asli Desa (PADes). [3] Konteks inilah yang memperkuat keyakinan Pemerintah Desa Margasari bahwa Pasar Rakyat bukan sekadar pasar biasa, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi warga.
Inovasi yang Diterapkan
Inovasi Pasar Prapatan lahir dari gagasan sederhana: menjadikan ruang publik yang selama ini hanya berfungsi sebagai persimpangan jalan menjadi ruang ekonomi yang hidup setiap akhir pekan. BUMDes Margasari Mandiri mengambil alih pengelolaan dengan membangun tata kelola pasar yang transparan, mulai dari pengaturan lapak, pengelolaan retribusi, hingga manajemen area parkir. [1]
Pasar ini dirancang lebih dari sekadar tempat jual beli. Setiap akhir pekan, Pasar Prapatan juga menjadi panggung kegiatan sosial dan budaya yang mempererat ikatan antarwarga. BUMDes Margasari Mandiri bahkan mengembangkan unit usaha perdagangan hasil tani sebagai pelengkap, sehingga rantai nilai produk pertanian warga dapat dipersingkat langsung ke konsumen. [4]
Proses Penerapan Inovasi
Proses penerapan dimulai sejak 2019, ketika Pemerintah Desa Margasari mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp50 juta dari Dana Desa (DD) untuk memperkuat kapasitas BUMDes. Dana ini digunakan untuk membangun infrastruktur dasar operasional pasar, termasuk pengadaan perlengkapan lapak dan sistem retribusi. [1]
Sosialisasi kepada calon pedagang dilakukan melalui pendekatan komunitas, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pendamping desa untuk membangun kepercayaan warga. Peluncuran resmi pada 22 Februari 2020 menjadi momentum pembuktian bahwa konsep pasar berbasis bahu jalan dapat berjalan dengan tertib dan meriah. Antusiasme pengunjung yang datang dari luar desa pada hari pertama sudah membuktikan bahwa konsep ini mampu menarik pasar yang lebih luas dari sekadar warga lokal. [5]
Dalam perjalanannya, BUMDes terus melakukan evaluasi berkala atas tata letak lapak dan manajemen keramaian, terutama karena lokasi di bahu jalan memerlukan rekayasa lalu lintas yang cermat. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bahwa pasar rakyat di ruang publik membutuhkan koordinasi aktif dengan aparat keamanan dan pemerintah kecamatan. [6]
Faktor Penentu Keberhasilan
Dukungan nyata dari Pemerintah Desa melalui penyertaan modal Dana Desa senilai Rp50 juta menjadi fondasi finansial yang memberikan kepastian operasional sejak awal. Kepemimpinan Amin Asy’ari sebagai Direktur BUMDes yang aktif dan komunikatif memastikan koordinasi antarpemangku kepentingan berjalan lancar. Apresiasi dari Camat Sidareja turut memperkuat legitimasi pasar di mata masyarakat dan pelaku usaha. [7]
Lokasi strategis di perempatan desa yang dilintasi banyak warga dan kendaraan menjadi daya tarik organik yang tidak membutuhkan biaya promosi besar. Penelitian terkait menegaskan bahwa BUMDes berperan strategis sebagai fasilitator keuangan, promotor produk lokal, dan penggerak ekonomi desa yang menciptakan efek pengganda bagi pendapatan dan kemandirian masyarakat. [8]
Hasil dan Dampak Inovasi
Sejak diluncurkan, Pasar Prapatan berhasil menampung 59 pelaku usaha aktif yang sebelumnya kesulitan mendapat akses pasar yang terjangkau. Retribusi Rp5.000 per lapak per minggu mengalir menjadi PADes yang dicatat secara transparan dan dilaporkan kepada warga secara berkala. Pendapatan tambahan juga mengalir dari pengelolaan area parkir yang BUMDes kelola sendiri. [1]
Secara sosial, pasar ini menjadi ruang interaksi antarkomunitas yang mempererat kohesi sosial desa. Kegiatan seni dan budaya yang disisipkan setiap akhir pekan, seperti penampilan seni angklung dari paguyuban setempat, memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus melestarikan budaya lokal. [9] Penelitian menunjukkan bahwa keberadaan BUMDes secara nyata berpengaruh pada bidang ekonomi dan sosial serta membawa peningkatan PADes dan mendorong interaksi positif antarwarga. [3]
Dampak jangka menengah yang tidak kalah penting adalah menjadikan Pasar Prapatan sebagai laboratorium tata kelola pasar bagi Pemerintah Desa Margasari. Pengalaman mengelola pasar rakyat mingguan ini menjadi bekal sebelum pemerintah desa membangun pasar desa yang lebih permanen. Camat Sidareja secara terbuka menyatakan bahwa Pasar Rakyat Margasari terbukti mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa. [1]
Tantangan dan Kendala
Tantangan terbesar inovasi ini adalah keterbatasan ruang karena pasar beroperasi di bahu jalan umum, sehingga pengelolaan lalu lintas menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Kepadatan pengunjung saat akhir pekan memerlukan koordinasi aktif dengan aparat keamanan agar kelancaran arus lalu lintas tetap terjaga. Keterbatasan fisik ini juga membatasi jumlah lapak yang bisa ditambahkan seiring meningkatnya animo pedagang yang ingin bergabung. [5]
Dari sisi kelembagaan, membangun kapasitas pengelolaan BUMDes yang profesional memerlukan waktu dan pelatihan berkelanjutan bagi pengurus. Penelitian tentang BUMDes serupa mengidentifikasi bahwa lemahnya kapasitas sumber daya manusia pengelola sering menjadi hambatan utama keberlanjutan unit usaha desa. [10] BUMDes Margasari Mandiri terus menjawab tantangan ini melalui musyawarah desa dan perencanaan kerja tahunan yang terstruktur. [7]
Strategi Keberlanjutan Inovasi
BUMDes Margasari Mandiri menyusun Rencana Program Kerja 2025–2030 yang menjadikan pengelolaan Pasar Rakyat sebagai salah satu unit bisnis inti berdampingan dengan unit simpan pinjam, jasa sewa, dan perdagangan sembako. Diversifikasi unit usaha ini menjamin stabilitas pendapatan BUMDes meski satu unit usaha mengalami fluktuasi. [11]
Dalam jangka panjang, Pasar Prapatan diarahkan menjadi batu loncatan menuju pembangunan pasar desa permanen yang lebih representatif. Pemerintah Desa Margasari juga mengintegrasikan unit perdagangan hasil tani ke dalam ekosistem pasar ini, memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka saluran pemasaran bagi petani lokal. [7]
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Model Pasar Prapatan sangat mudah direplikasi karena modal awalnya terjangkau, konsepnya sederhana, dan tidak memerlukan lahan baru selain ruang publik yang sudah ada. Desa-desa lain di Kecamatan Sidareja maupun seluruh Kabupaten Cilacap dapat menerapkan model serupa dengan menyesuaikan lokasi strategis di perempatan atau ruang terbuka desa masing-masing. Kunci replikasi terletak pada kemauan pemerintah desa mengalokasikan modal awal dari Dana Desa dan mengangkat pengelola BUMDes yang kapabel. [8]
Untuk scale up, Pasar Prapatan dapat berkembang menjadi pasar tematik dengan agenda budaya mingguan yang lebih terstruktur, menarik pengunjung dari luar kabupaten. Pengembangan platform digital untuk promosi produk pedagang lokal di media sosial dan e-commerce desa dapat memperluas jangkauan pasar melampaui batas geografis desa. [12] Kolaborasi dengan desa-desa tetangga untuk membentuk jaringan pasar rakyat antardesa juga menjadi opsi strategis yang layak dijajaki.
Daftar Pustaka
[1] Gemari.id, “BUMDes Margasari Lahirkan Pasar Rakyat,” Gemari – Gerakan Masyarakat Mandiri, 17 Mar. 2020. [Online]. Tersedia: https://gemari.id/gemari/2020/3/17/bumdes-margasari-lahirkan-pasar-rakyat [Diakses: 20 Mar. 2026].
[2] Cilacap Kita Bersama, “Pasar Rakyat Margasari Sidareja,” Facebook, 28 Feb. 2020. [Online]. Tersedia: https://www.facebook.com/cilacapkitabersama [Diakses: 20 Mar. 2026].
[3] A. T. Arindhawati dan S. Utami, “Dampak Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Airlangga, vol. 5, no. 1, 2020. [Online]. Tersedia: https://journal.umy.ac.id/index.php/rab/article/download/9468/pdf_4/31701 [Diakses: 20 Mar. 2026].
[4] YouTube, “Profil Bumdes MARGASARI MANDIRI Ke. Sidareja Cilacap,” 29 Okt. 2022. [Online]. Tersedia: https://www.youtube.com/watch?v=X7o5ed5b1Tc [Diakses: 20 Mar. 2026].
[5] Reonkpost, “Pasar Rakyat BUMDes Desa Margasari Sidareja Sajikan Kuliner Kampung,” Facebook, 28 Feb. 2020. [Online]. Tersedia: https://www.facebook.com/reonkpost [Diakses: 20 Mar. 2026].
[6] Wikipedia, “Margasari, Sidareja, Cilacap,” Wikipedia Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Margasari,_Sidareja,_Cilacap [Diakses: 20 Mar. 2026].
[7] Pemerintah Desa Margasari, “Penyaluran Penyertaan Modal BUMDes untuk Mendukung Ketahanan Pangan,” Digital Desa Margasari, 2025. [Online]. Tersedia: https://margasari.digitaldesa.id/berita/penyaluran-penyertaan-modal-bumdes-untuk-mendukung-ketahanan-pangan [Diakses: 20 Mar. 2026].
[8] D. W. Wijayanti, “Peran Strategis BUMDes dalam Meningkatkan Perekonomian Desa,” Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan, vol. 9, 2025. [Online]. Tersedia: https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/download/45004/19653 [Diakses: 20 Mar. 2026].
[9] YouTube, “Paguyuban Seni Angklung Desa Margasari Sidareja Cilacap – Pasar Rakyat BUMDes Margasari.” [Online]. Tersedia: https://www.youtube.com/watch?v=U_BKXxSa_jQ [Diakses: 20 Mar. 2026].
[10] S. B. Hisyam, “Peranan BUMDes dalam Peningkatan Ekonomi Desa,” Jurnal Publik Kebijakan dan Pemerintahan, vol. 3, no. 1, 2021. [Online]. Tersedia: https://jurnal.fisipuniga.ac.id/index.php/jpkp/article/view/120 [Diakses: 20 Mar. 2026].
[11] BUMDes Margasari Mandiri, “Rencana Kerja BUMDes Margasari 2025–2030,” Scribd, 2025. [Online]. Tersedia: https://id.scribd.com/document/961413092/PROGRAM-KERJA-BUMDES [Diakses: 20 Mar. 2026].
[12] R. Musyayadah, “Peran BUMDes Desa Candiwates Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Melalui Jande Market,” JEPA – Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 2024. [Online]. Tersedia: https://jepa.ub.ac.id/index.php/jepa/article/view/2341 [Diakses: 20 Mar. 2026].
