Ringkasan Inovasi
BUMDes Iyya Tekki di Desa Tebara, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, memelopori transformasi ekonomi desa melalui pengelolaan terpadu Ekowisata Kampung Adat Prai Ijing yang berpadu dengan lima unit usaha strategis. Inovasi ini bertujuan mengoptimalkan kekayaan budaya megalitik Sumba sekaligus melepaskan masyarakat dari ketidakberdayaan ekonomi yang telah lama melanda.
Hasilnya melampaui ekspektasi: kunjungan wisatawan meningkat 67 persen, pendapatan ekowisata mencapai Rp1,414 miliar, dan Desa Tebara meraih penghargaan 8 Desa Wisata Maju Terbaik ADWI 2023. Pada 2026, Desa Tebara bahkan meraih ASEAN Sustainable Tourism Award kategori Rural Product, membuktikan bahwa inovasi berbasis budaya lokal mampu bersaing di panggung internasional.
| Nama Inovasi | : | Pengelolaan Ekowisata Kampung Adat Prai Ijing Berbasis Lima Unit Usaha BUMDes Iyya Tekki |
| Alamat | : | Desa Tebara, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur |
| Inovator | : | Marthen Ragowino Bira, S.S. (Kepala Desa Tebara); Pengurus BUMDes Iyya Tekki; Pokdarwis Prai Ijing (Ketua: Stepanus Djaga Limu) |
| Kontak | : | – |
Latar Belakang
Kampung Adat Prai Ijing menyimpan warisan budaya megalitik yang luar biasa, dengan rumah panggung bermenara tinggi dan batu kubur sarkofagus peninggalan ribuan tahun yang menjadi magnet perhatian dunia. Namun keindahan budaya ini belum mampu memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi para penghuninya, karena pengelolaan wisata masih bersifat sporadis dan tidak terorganisir. Masyarakat hanya menjadi penonton pasif ketika wisatawan datang berkunjung tanpa mendapatkan nilai tambah ekonomi yang memadai.
Ketiadaan sistem tata kelola kelembagaan yang terpercaya membuat seluruh potensi desa terserak tanpa arah yang jelas. Pengelolaan pascapanen pertanian pun berjalan buruk, sehingga petani sering merugi akibat anjloknya harga jual saat musim panen raya berlangsung. Desa sangat membutuhkan satu wadah kelembagaan yang mampu merajut potensi alam, budaya, dan pertanian menjadi kekuatan ekonomi yang terintegrasi.
Peluang besar sesungguhnya terbuka lebar: posisi strategis Kampung Prai Ijing yang hanya berjarak 5–6 km dari pusat Kota Waikabubak menjadikannya sangat aksesibel bagi wisatawan. Keunikan arsitektur rumah adat tiga tingkat dengan atap menara alang-alang dan tatanan batu megalitik kosmologis menjadi daya tarik autentik yang tak tertandingi. Peluang emas inilah yang mendorong perangkat desa untuk segera mendirikan wadah kelembagaan yang mampu menangkap nilai budaya menjadi nilai ekonomi nyata.
Inovasi yang Diterapkan
Inovasi ini lahir dari inisiatif Kepala Desa Tebara, Marthen Ragowino Bira, yang memanfaatkan dana desa sebagai stimulan awal mendirikan BUMDes Iyya Tekki — sebuah nama dalam bahasa Sumba yang berarti “satu suara”. BUMDes dirancang dengan visi menyatukan manajemen ekowisata, pertanian, dan layanan keuangan dalam satu ekosistem kelembagaan terpusat yang berpihak penuh pada warga.
BUMDes Iyya Tekki bekerja melalui lima unit usaha yang saling menopang: pengelolaan Kampung Wisata Prai Ijing, pengelolaan Danau Wisata Weeboro, layanan simpan pinjam produktif, pengelolaan pasar desa, dan pengelolaan lumbung desa. Unit wisata menjadi ujung tombak pendapatan, sementara lumbung desa bertindak sebagai penyerap hasil panen warga guna menjamin ketersediaan pangan dan stabilitas harga. Seluruh perputaran uang dari sektor pariwisata dipastikan bermuara pada peningkatan kualitas hidup warga desa melalui sistem bagi hasil yang transparan.
Proses Penerapan Inovasi
Langkah awal pengembangan bertumpu pada penataan sumber daya manusia melalui kolaborasi intensif bersama institusi pendidikan, termasuk mahasiswa KKNT Universitas Nasional Jakarta yang turun langsung mendampingi desa. BUMDes menyelenggarakan pelatihan tata kelola wisata bagi petugas loket, pemandu lokal, dan pengelola paket wisata agar memenuhi standar pelayanan modern tanpa menanggalkan keaslian tradisi Sumba. Proses penguatan kapasitas ini menjadi fondasi keramahtamahan yang membuat wisatawan merasakan pengalaman budaya yang autentik sekaligus terkelola secara profesional.
Perjalanan merintis kelembagaan ekonomi ini menghadapi hambatan nyata saat warga belum terbiasa dengan ekosistem pengelolaan keuangan berbasis lembaga. Masyarakat awalnya meragukan sistem simpan pinjam BUMDes karena mengira mekanismenya menyerupai praktik rentenir yang merugikan. Pengurus desa pantang menyerah memberikan edukasi berkelanjutan hingga warga akhirnya menyadari manfaat dan keamanan bertransaksi melalui lembaga keuangan desa yang mereka miliki sendiri.
Pembelajaran berharga juga didapatkan dari evaluasi sistem penjualan tiket yang pada mulanya dijalankan secara manual dan rentan kebocoran administrasi. Tim pengelola kemudian merumuskan ulang sistem pemasukan keuangan menuju platform yang lebih akuntabel sebagai bagian dari strategi pemasaran BUMDes yang terus disempurnakan. Studi tentang strategi pemasaran BUMDes Iyya Tekki mengonfirmasi bahwa Kampung Prai Ijing telah berkembang menjadi museum budaya hidup dengan potensi ekonomi yang sangat kuat dan terus bertumbuh (Jurnal Manajemen Perkebunan POLGAN, 2023).
Faktor Penentu Keberhasilan
Kunci keberhasilan inovasi ini terletak pada kepemimpinan visioner Kepala Desa Marthen Ragowino Bira yang secara konsisten menempatkan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa, bukan sekadar formalitas kelembagaan. Beliau membangun prinsip tata kelola berbasis transparansi dan kolaborasi yang tercermin dalam nama BUMDes itu sendiri: Iyya Tekki, satu suara.
Kolaborasi multipihak antara BUMDes, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Prai Ijing, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi pilar utama yang memperkuat ekosistem inovasi secara berkelanjutan. Riset tentang collaborative governance dalam pengelolaan Kampung Wisata Prai Ijing membuktikan bahwa sinergi lintas aktor adalah kunci utama transformasi desa wisata yang berhasil melampaui batas wilayah dan menembus panggung nasional (Akademia, 2022). Dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan legitimasi Kemenparekraf melalui ADWI semakin memperkuat kepercayaan diri seluruh pelaku inovasi.
Hasil dan Dampak Inovasi
Dampak langsung inovasi ini terlihat dari terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi 60 warga desa lintas generasi, dari lansia hingga pemuda yang sebelumnya tidak memiliki akses pekerjaan tetap. Pendapatan ekowisata melonjak hingga Rp1,414 miliar dengan kunjungan wisatawan meningkat 67 persen, jauh melampaui target awal yang ditetapkan. BUMDes Iyya Tekki juga berhasil menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) yang signifikan, memperkuat otonomi fiskal Desa Tebara.
Dari sisi ketahanan pangan, unit lumbung desa terbukti menyelamatkan masyarakat selama masa pandemi COVID-19 dengan menjaga ketersediaan beras secara mandiri tanpa bergantung distribusi luar. Analisis SWOT pengembangan BUMDes Iyya Tekki mengidentifikasi bahwa kekuatan utama lembaga ini adalah kombinasi unik antara pengelolaan wisata budaya, produk beras unggulan, dan jaringan pasar desa yang saling memperkuat (Repository UNWIRA, 2021). Ketiga pilar ini menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tangguh terhadap guncangan eksternal.
Pada tahun 2023, Desa Tebara meraih predikat 8 Desa Wisata Maju Terbaik dalam ADWI 2023 — menjadi desa pertama di Pulau Sumba dan keempat di NTT yang berhasil menembus ajang prestisius ini dari 4.573 desa peserta nasional. Puncak pengakuan internasional diraih pada 2026 melalui ASEAN Sustainable Tourism Award kategori Rural Product, membuktikan bahwa inovasi berbasis kearifan lokal Sumba mampu bersaing di level ASEAN. Prestasi ini menempatkan Desa Tebara setara dengan desa-desa wisata terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Tantangan dan Kendala
Tantangan terbesar adalah mengubah paradigma masyarakat yang belum terbiasa dengan pengelolaan keuangan berbasis kelembagaan, terutama di awal pengenalan unit simpan pinjam BUMDes. Resistensi awal ini sempat memperlambat adopsi layanan keuangan dan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan modal kerja lembaga pada tahun-tahun pertama operasional.
Dari sisi internal, hasil analisis SWOT mengidentifikasi kelemahan BUMDes berupa keterbatasan variasi produk wisata dan ketergantungan tinggi pada satu daya tarik utama, yaitu Kampung Prai Ijing. Minimnya promosi digital di tahap awal juga membatasi jangkauan pasar wisatawan mancanegara yang sebenarnya sangat potensial. Kedua kendala ini mendorong tim pengelola untuk terus berinovasi mengembangkan daya tarik Danau Weeboro dan memperkuat strategi pemasaran berbasis media sosial.
Strategi Keberlanjutan Inovasi
BUMDes Iyya Tekki menjaga keberlangsungan inovasi dengan menerapkan prinsip transparansi penuh dalam setiap pengambilan kebijakan melalui forum musyawarah desa yang melibatkan seluruh lapisan warga. Setiap perputaran keuntungan unit usaha dikembalikan sebagai modal kerja dan investasi pengembangan fasilitas wisata tanpa merusak tatanan batu megalitik peninggalan leluhur.
Rencana integrasi sistem pembayaran tiket elektronik sedang dikembangkan untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan dan menyambut gelombang wisatawan mancanegara yang terus bertumbuh. Diversifikasi unit usaha melalui penguatan pasar desa dan pegadaian warga terus diperkuat agar aliran uang tetap berputar di dalam ekosistem ekonomi Desa Tebara. Pendampingan teknis pertanian organik juga direncanakan sebagai strategi menjaga produktivitas lahan sekaligus memperkuat narasi keberlanjutan lingkungan yang menjadi nilai jual utama ekowisata.
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Kisah sukses Desa Tebara dirancang menjadi prototipe pembangunan bagi desa-desa lain di Pulau Sumba dan seluruh NTT yang menyimpan potensi budaya dan alam yang belum tersentuh. BUMDes Iyya Tekki rutin membuka ruang pembelajaran terbuka bagi aparatur desa lain yang ingin mereplikasi model tata kelola wisata berbasis tradisi, termasuk mendokumentasikan modul pelatihan SDM yang telah teruji. Kepala Desa Marthen sendiri menyatakan bahwa banyak potensi yang bisa dikelola di setiap desa, tergantung kreativitas pengurus BUMDes dan Pokdarwis bersama masyarakat.
Pemerintah daerah terus didorong untuk memfasilitasi integrasi rute wisata antardesa guna menciptakan paket perjalanan Sumba yang lebih komprehensif dan memikat. Jaringan kemitraan lumbung desa lintas kecamatan sedang dirintis untuk memperkuat ketahanan pangan regional secara kolektif. Capaian ASEAN Sustainable Tourism Award 2026 menjadi amunisi promosi terkuat untuk mengangkat identitas wisata budaya Sumba ke panggung global dan menginspirasi desa-desa agraris-budaya di seluruh Nusantara.
Referensi
Academia.edu. (2022). Collaborative governance dalam pengelolaan Kampung Wisata Praiijing di Desa Tebara Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat. https://www.academia.edu/91034115
ESG Now Republika. (2026, 5 Februari). Desa Tebara jadi mesin ekonomi, wisata raup Rp1,4 miliar. https://esgnow.republika.co.id/berita/ta0ol6522/desa-tebara-jadi-mesin-ekonomi-wisata-raup-rp14-miliar
IPDN. (t.t.). Pemberdayaan ekowisata kampung Praijing oleh BUMDes Iyya Tekki Skripsi. http://eprints.ipdn.ac.id/14061/
Jadesta Kemenparekraf. (2021). Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara 75 besar ADWI 2023. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/kampung_prai_ijing_tebara
Jurnal Manajemen Perkebunan POLGAN. (2023). Strategi pemasaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Iyya Tekki dalam pengembangan Destinasi Prai Ijing. https://jurnal.polgan.ac.id/index.php/jmp/article/view/1990-2000
Liputan6.com. (2021, 13 Juni). Kampung Adat Praijing dan perkembangan terkini Desa Tebara di Sumba Barat.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4581149/kampung-adat-praijing-dan-perkembangan-terkini-desa-tebara-di-sumba-barat
ANTARA News. (2019, 28 Agustus). Desa di Sumba Barat gunakan Dana Desa untuk kelola wisata kampung adat.
https://www.antaranews.com/berita/1034774/desa-di-sumba-barat-gunakan-dana-desa-untuk-kelola-wisata-kampung-adat
Ranaka News. (2023). Desa Tebara raih predikat Desa Wisata Terbaik kategori Desa Wisata Maju Anugerah tahun 2023. https://ranakanews.com/desa-tebara-raih-predikat-desa-wisata-terbaik-kategori-desa-wisata-maju-anugerah-tahun-2023/
Repository UNWIRA. (2021). Analisis SWOT tentang pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Tebara Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat. http://repository.unwira.ac.id/7355/
Sumba iNews. (2023, 29 Agustus). Desa Tebara Sumba Barat raih predikat 8 Desa Wisata Maju Terbaik ADWI 2023. https://sumba.inews.id/read/339419/desa-tebara-sumba-barat-raih-predikat-8-desa-wisata-maju-terbaik-adwi-2023
___________________________________________
