Ringkasan Inovasi
Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, mengembangkan inovasi desa wisata berbasis alam, agrowisata, dan ekonomi sirkular. BUMDes Kelawi Mandiri bersama Pokdarwis menggerakkan potensi pantai, pertanian, dan bank sampah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi warga. [1][2]
Inovasi ini bertujuan meningkatkan taraf hidup warga desa melalui pariwisata berkelanjutan, digitalisasi transaksi, dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Hasilnya, Desa Kelawi meraih penghargaan Desa BRILiaN Hijau 2023 dari BRI dan masuk dalam 75 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. [2][3]
| Nama Inovasi | : | Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan Berbasis Bahari, Agrowisata, dan Bank Sampah |
| Alamat | : | Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung |
| Inovator | : | BUMDes Kelawi Mandiri bersama Pemerintah Desa Kelawi dan Pokdarwis |
| Kontak | : | BUMDes Kelawi Mandiri; Instagram: @desawisatakelawi; Kontak Person: Rian Haikal (Ketua BUMDes) |
Latar Belakang
Desa Kelawi baru dimekarkan pada tahun 2000 dan terletak di ujung selatan Pulau Sumatra, berbatasan dengan Selat Sunda. Desa ini memiliki garis pantai sepanjang 9,8 kilometer dengan keanekaragaman alam yang luar biasa namun belum terkelola secara optimal. [2]
Sebelum inovasi berjalan, potensi bahari, pertanian, dan alam Kelawi belum tersambung satu sama lain ke dalam ekosistem wisata yang kohesif. Sampah plastik dari laut yang terdampar di pantai pun menjadi masalah lingkungan yang mengancam daya tarik wisata. Petani alpukat dan pisang lokal juga belum mendapat wadah yang tepat untuk memasarkan produk mereka. [3][4]
Di sisi lain, letak desa yang hanya berjarak kurang dari 10 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni menjadi peluang besar. Setiap tahun jutaan wisatawan melintasi Bakauheni, tetapi Desa Kelawi belum mampu menarik mereka untuk singgah lebih lama. Kebutuhan akan tata kelola pariwisata yang terintegrasi dan berdampak ekonomi bagi warga pun menjadi titik tolak lahirnya inovasi ini. [2][5]
Inovasi yang Diterapkan
BUMDes Kelawi Mandiri melahirkan inovasi multidimensi yang menyatukan wisata bahari, agrowisata, pengelolaan sampah, dan digitalisasi dalam satu ekosistem desa. BUMDes mengambil alih pengelolaan seluruh destinasi wisata dari Pantai Minang Rua, Green Canyon, Air Terjun Jamara, hingga Goa Lalay. Pokdarwis berperan sebagai mitra operasional di setiap destinasi. [2][3]
Inovasi agrowisata diwujudkan lewat program “1 KK, 2 Pohon Alpukat” yang mendorong setiap keluarga menanam dua bibit alpukat dari green house desa. Sampah laut dan plastik rumah tangga disalurkan ke Bank Sampah yang dikelola BUMDes, dan hasilnya diubah menjadi kerajinan serta tabungan warga. Seluruh transaksi wisata dan UMKM dilengkapi dengan sistem pembayaran digital QRIS BRI. [3][6]
Proses Penerapan Inovasi
Penerapan inovasi dimulai dari konsolidasi kelembagaan BUMDes Kelawi Mandiri bersama Pokdarwis. BUMDes memetakan potensi alam dan sumber daya manusia yang ada, lalu membagi tugas pengelolaan antar destinasi secara proporsional. Tahap awal ini sangat krusial untuk memastikan tidak ada destinasi yang terbengkalai. [2]
Pada tahap berikutnya, BUMDes bekerja sama dengan BRI untuk meluncurkan Bank Sampah dan sistem pembayaran QRIS. Petugas Bank Sampah berkeliling ke rumah-rumah warga untuk menimbang dan membeli sampah yang sudah dipilah. Nilai sampah langsung dikreditkan ke rekening tabungan BRI milik masing-masing warga. [6][3]
Program alpukat diuji terlebih dahulu melalui skema pembibitan green house milik desa sebelum disebarluaskan. Desa mendistribusikan bibit secara gratis kepada kepala keluarga yang bersedia. Eksperimen awal menunjukkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi, mendorong BUMDes untuk menargetkan ekspansi pasokan yang lebih besar. [3][4]
Faktor Penentu Keberhasilan
Faktor pertama adalah kemitraan strategis dengan BRI yang membuka akses pembiayaan, digitalisasi, dan program pemberdayaan Desa BRILiaN. BRI menjadi katalis yang menyediakan infrastruktur perbankan dan ekosistem digital. Tanpa kemitraan ini, banyak inovasi akan sulit mendapat modal dan jaringan pemasaran yang memadai. [3][6]
Faktor kedua adalah kepemimpinan BUMDes yang adaptif dan berbasis komunitas. Ketua BUMDes Rian Haikal memimpin dengan pendekatan gotong royong dan mampu mendorong partisipasi aktif seluruh warga. Sinergi antara BUMDes, Pokdarwis, dan kelompok UMKM menciptakan ekosistem penggerak ekonomi desa yang solid. [2][5]
Hasil dan Dampak Inovasi
Desa Kelawi berhasil meraih penghargaan Desa BRILiaN Hijau 2023 sekaligus masuk dalam 75 Besar ADWI 2023. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu bersaing di tingkat nasional. Penghargaan tersebut sekaligus meningkatkan visibilitas wisata Kelawi secara signifikan. [2][5]
Secara ekonomi, tumbuhnya UMKM camilan teri, kerajinan dari bank sampah, dan produk olahan pisang memberikan tambahan penghasilan bagi ratusan warga. Digitalisasi QRIS mempercepat transaksi dan memudahkan pelaku usaha memantau arus keuangan secara real-time. Kebersihan lingkungan pantai pun meningkat seiring aktifnya program Bank Sampah. [3][4][6]
Program agrowisata alpukat membuka pasar baru bagi petani desa. Varietas alpukat Kelawi telah mendapatkan hak paten dan sertifikasi yang memperkuat daya saingnya. Produk ini kini menjadi andalan oleh-oleh khas Desa Kelawi yang semakin dikenal wisatawan. [2][3]
Tantangan dan Kendala
Tantangan utama adalah menjaga konsistensi kualitas layanan wisata di tengah keterbatasan sumber daya manusia terlatih. Tidak semua warga langsung memiliki keterampilan hospitality dan pengelolaan wisata yang memadai. Pelatihan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga standar pelayanan kepada wisatawan. [2]
Kendala lain adalah pengelolaan sampah kiriman laut yang volumenya meningkat saat musim tertentu. Kapasitas Bank Sampah yang ada belum sepenuhnya mampu menyerap seluruh volume sampah plastik dari perairan Selat Sunda. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga lingkungan sangat dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas ini. [6][4]
Strategi Keberlanjutan Inovasi
BUMDes Kelawi terus memperkuat pilar digitalisasi dengan memperluas jangkauan QRIS dan mendorong lebih banyak UMKM bergabung ke ekosistem digital. Pendapatan dari sektor wisata dikelola secara transparan dan sebagian diputar kembali untuk pemeliharaan destinasi dan green house. Hal ini memastikan modal ekosistem wisata terus berputar. [3][6]
Dalam jangka panjang, desa berencana membangun pusat agrowisata yang mengintegrasikan perkebunan alpukat, kafe produk lokal, dan area edukasi lingkungan. Kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset juga didorong untuk mendukung pengembangan varietas unggul dan diversifikasi produk UMKM desa. [2][5]
Kontribusi Pencapaian SDGs
Inovasi Desa Kelawi berkontribusi pada berbagai tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) secara langsung dan terukur. Berikut adalah penjabaran kontribusinya:
| SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi | : | BUMDes Kelawi Mandiri menciptakan lapangan kerja baru di sektor wisata bahari, agrowisata, dan UMKM. Digitalisasi QRIS memperluas akses pasar pelaku usaha mikro dan meningkatkan pendapatan warga desa secara nyata. |
| SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab | : | Program Bank Sampah mengubah sampah plastik laut menjadi produk kerajinan dan tabungan warga. Pola ini mendorong budaya konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab di tingkat rumah tangga. |
| SDGs 14: Ekosistem Lautan | : | Pengelolaan wisata bahari oleh Pokdarwis mendorong pelestarian Taman Bawah Laut dan ekosistem pesisir. Program pembersihan sampah laut melindungi keanekaragaman hayati perairan Selat Sunda. |
| SDGs 15: Ekosistem Daratan | : | Program “1 KK, 2 Pohon Alpukat” mendorong penghijauan dan ketahanan ekosistem daratan desa. Green house desa menjadi sarana konservasi varietas lokal yang telah tersertifikasi dan memiliki hak paten. |
| SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan | : | Kolaborasi antara BUMDes, Pokdarwis, BRI, dan pemerintah desa memperlihatkan model kemitraan multistakeholder yang efektif. Program Desa BRILiaN menjadi platform kemitraan yang mempercepat pertumbuhan desa wisata di Indonesia. |
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Model inovasi Desa Kelawi sangat relevan direplikasi oleh desa-desa pesisir yang memiliki potensi bahari dan pertanian belum terkelola. Kunci replikasinya adalah membangun BUMDes yang kuat terlebih dahulu, kemudian menyambungkannya dengan program pemberdayaan perbankan dan ekosistem digital. [3][5]
Untuk scale up, program Desa BRILiaN yang telah menjangkau lebih dari 3.178 desa pada akhir 2023 bisa menjadi jembatan distribusi model ini ke seluruh Indonesia. Pemerintah daerah dapat mendorong replikasi Bank Sampah dan agrowisata terstruktur ke desa-desa tetangga. Dengan dukungan kebijakan, ekosistem seperti ini bisa tumbuh di ratusan desa pesisir lainnya. [5][6]
Daftar Pustaka
[1] Antara News, “Mengenal Kelawi, Pemenang Desa BRILiaN Hijau Berkat Inovasi Berkelanjutan,” antaranews.com, 23 Feb. 2024. [Online]. Tersedia: https://www.antaranews.com/berita/3980619/mengenal-kelawi-pemenang-desa-brilian-hijau-berkat-inovasi-berkelanjutan
[2] Kompas Biz, “Mengenal Desa Kelawi, Desa Wisata Berkelanjutan nan Inovatif,” biz.kompas.com, 4 Feb. 2024. [Online]. Tersedia: https://biz.kompas.com/read/2024/02/05/105923628/mengenal-desa-kelawi-desa-wisata-berkelanjutan-nan-inovatif-dan-jeli-manfaatkan
[3] Liputan 6, “Surga Tersembunyi di Lampung Selatan: Desa Kelawi yang Miliki Inovasi Berkelanjutan,” liputan6.com, 15 Jul. 2024. [Online]. Tersedia: https://www.liputan6.com/bisnis/read/5645196/surga-tersembunyi-di-lampung-selatan-desa-kelawi-yang-miliki-inovasi-berkelanjutan
[4] Kanal Desa, “BUMDes Kelawi Mandiri: Wisata Bahari dan Agrowisata di Lampung Selatan,” kanaldesa.com, 23 Jul. 2024. [Online]. Tersedia: https://kanaldesa.com/artikel/bumdes-kelawi-mandiri-wisata-bahari-dan-agrowisata-di-lampung-selatan
[5] Detik Travel, “Desa BRILiaN: Das Wisata Kelawi, Green Canyon-nya Lampung,” travel.detik.com, 9 Mar. 2025. [Online]. Tersedia: https://travel.detik.com/domestic-destination/d-7815279/desa-brilian-das-wisata-kelawi-green-canyon-nya-lampung-ini-lee
[6] CNBC Indonesia, “Berinovasi di Bidang Lingkungan, Desa Kelawi Jadi Desa Brilian Hijau,” cnbcindonesia.com, 24 Jul. 2024. [Online]. Tersedia: https://www.cnbcindonesia.com/news/20240724113454-4-557198/berinovasi-di-bidang-lingkungan-desa-kelawi-jadi-desa-brilian-hijau
[7] CNN Indonesia, “Potensi dan Inovasi Maksimal, Kelawi Menang Desa BRILiaN Hijau,” cnnindonesia.com, 24 Feb. 2024. [Online]. Tersedia: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240224115630-625-1066789/potensi-dan-inovasi-maksimal-kelawi-menang-desa-brilian-hijau
[8] Antara Lampung, “Desa Kelawi Desa BRILiaN Hijau terkenal dengan Bank Sampah,” lampung.antaranews.com, 26 Mar. 2024. [Online]. Tersedia: https://lampung.antaranews.com/berita/723930/desa-kelawi-desa-brilian-hijau-terkenal-dengan-bank-sampah
