Ringkasan Inovasi

Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, mengembangkan dua inovasi tata kelola yang saling menguatkan: reformasi administrasi pemerintahan desa yang terstruktur dan pemanfaatan media sosial TikTok untuk aksi sosial warga secara mandiri. Dipimpin oleh Kepala Desa Slamet Raharjo alias “Kampleng”, inovasi ini lahir dari visi kepemimpinan yang menggabungkan kepatuhan pada regulasi pemerintahan dengan kreativitas digital yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Tujuan utamanya adalah menghadirkan pemerintahan desa yang tertib, transparan, akuntabel, dan dekat dengan warganya. Dampaknya nyata dan berlapis: Kalilunjar meraih Juara 1 Lomba Administrasi Desa Tingkat Kabupaten Banjarnegara 2021, dan Kades Kampleng viral di TikTok pada Agustus 2025 karena konsisten menggunakan hasil live streaming untuk membantu warga kurang mampu tanpa menggunakan sepeser pun dana desa.

Nama Inovasi:Reformasi Administrasi Desa dan Inovasi TikTok Live untuk Aksi Sosial Mandiri
Alamat:Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah
Inovator:Slamet Raharjo alias “Kampleng” (Kepala Desa Kalilunjar) bersama Perangkat Desa Kalilunjar, didukung Dispermades PPKB Kabupaten Banjarnegara
Kontak:TikTok: @kades_kampleng (Slamet Raharjo) · Kantor Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara

Latar Belakang

Ketika Slamet Raharjo memimpin Desa Kalilunjar, ia menghadapi kenyataan bahwa administrasi pemerintahan desa masih berjalan tanpa sistem yang teratur dan konsisten. Pencatatan data, pengelolaan arsip, pelaporan keuangan, dan dokumentasi kegiatan desa belum memenuhi standar administrasi yang diamanatkan peraturan perundangan yang berlaku.​

Di tengah masa pandemi COVID-19, tekanan pada desa semakin berat: pelayanan publik harus tetap berjalan, dana JPS (Jaring Pengaman Sosial) harus tersalurkan secara akurat dan akuntabel, sementara kapasitas perangkat desa perlu diperkuat dengan cepat. Kondisi inilah yang mendorong Kades Kampleng untuk melakukan pembenahan menyeluruh pada tata kelola administrasi desanya.​

Di sisi lain, ada kebutuhan sosial yang tidak sepenuhnya dapat dijawab oleh program pemerintah. Banyak warga yang berada di zona abu-abu—tidak masuk dalam data penerima bantuan sosial, namun sesungguhnya dalam kondisi ekonomi yang rapuh. Kades Kampleng melihat platform media sosial bukan sekadar hiburan, melainkan sebagai peluang nyata untuk menjangkau kelompok ini secara langsung dan mandiri.​

Inovasi yang Diterapkan

Inovasi pertama adalah reformasi administrasi desa secara menyeluruh, mulai dari penertiban pencatatan administrasi umum, administrasi penduduk, administrasi keuangan, hingga administrasi pembangunan sesuai ketentuan Permendagri yang berlaku. Setiap aspek administrasi dibenahi satu per satu agar dapat diverifikasi dan dinilai oleh tim evaluasi Dispermades PPKB Kabupaten Banjarnegara secara objektif dan terukur.​

Inovasi kedua adalah pemanfaatan TikTok Live sebagai kanal penggalangan donasi sosial mandiri. Kades Kampleng melakukan siaran langsung di TikTok, menerima “gift” dari para penonton, mengonversinya menjadi uang tunai, dan langsung menyalurkannya kepada warga yang membutuhkan dalam bentuk sembako, uang tunai, bahkan perangkat smartphone bagi pemuda yang ingin menjadi konten kreator produktif.​

Proses Penerapan Inovasi

Proses reformasi administrasi dimulai dengan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi administrasi desa yang ada, dilanjutkan dengan penyusunan sistem pencatatan yang rapi, konsisten, dan mudah diverifikasi. Kades Kampleng memimpin langsung pembenahan ini bersama perangkat desa, membangun budaya kerja yang tertib dan berorientasi pada standar pelayanan yang baik.​

Proses ini tidak instan—pembenahan administrasi membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh perangkat desa, termasuk adaptasi kebiasaan kerja yang sebelumnya lebih bersifat informal. Ketika Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengadakan Lomba Administrasi Desa pada 2021 sebagai ajang evaluasi sekaligus motivasi, Kalilunjar tampil percaya diri karena fondasi administrasinya sudah dibangun jauh sebelum penilaian dimulai.​

Untuk inovasi TikTok Live, perjalanannya juga tidak langsung mulus. Kades Kampleng mengaku awalnya menggunakan TikTok hanya untuk hiburan, sebelum akhirnya menyadari potensi fitur live streaming untuk menghasilkan gift yang dapat diuangkan. Ia kemudian mengubah orientasinya secara penuh: live TikTok tidak lagi sekadar konten, melainkan sarana penggalangan donasi sosial yang terencana dan berkelanjutan.​

Faktor Penentu Keberhasilan

Faktor penentu utama adalah karakter kepemimpinan Kades Kampleng yang autentik, kreatif, dan berani keluar dari pakem konvensional. Ia tidak menunggu anggaran atau instruksi dari atas untuk bergerak, melainkan memanfaatkan sumber daya yang ada di tangannya—termasuk platform media sosial—untuk menciptakan dampak nyata bagi warganya.​

Faktor kedua adalah soliditas tim perangkat desa yang bergerak bahu-membahu dalam proses pembenahan administrasi. Dukungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dispermades PPKB yang konsisten melakukan pembinaan dan evaluasi juga memastikan Kalilunjar memiliki standar rujukan yang jelas dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang baik.​

Hasil dan Dampak Inovasi

Puncak pengakuan atas reformasi administrasi desa terjadi pada 26 Agustus 2021, ketika Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menyerahkan Piala Juara 1 Lomba Administrasi Desa Tingkat Kabupaten langsung kepada Kades Kampleng di Café Tikako Kalilunjar. Penghargaan ini menjadi bukti formal bahwa Desa Kalilunjar telah memenuhi standar tertib administrasi pemerintahan desa tertinggi di Banjarnegara pada tahun tersebut.​

Dari sisi inovasi sosial digital, aksi Kades Kampleng viral di TikTok pada Agustus 2025 dan mendapat sambutan positif yang luas dari warga serta publik nasional. Banyak warga yang mengaku terbantu secara langsung oleh bantuan yang disalurkan, dan yang tidak kalah penting, Kades Kampleng juga membagikan smartphone kepada pemuda desa agar mereka ikut produktif sebagai konten kreator, membuka peluang ekonomi baru di tingkat komunitas.​

Keberhasilan ganda ini menjadikan Kalilunjar dikenal sebagai salah satu dari tiga desa di Banjarnegara dengan kepala desa inovatif dan “nyentrik” yang sukses membangun desa dengan pendekatan di luar kebiasaan.

Tantangan dan Kendala

Tantangan terbesar dalam reformasi administrasi adalah mengubah kebiasaan kerja perangkat desa yang sudah lama berjalan secara informal menjadi sistem yang terstandarisasi dan terdokumentasi dengan baik. Proses ini memerlukan kesabaran dan konsistensi kepemimpinan agar tidak kembali ke pola lama begitu tekanan lomba atau penilaian selesai.​

Pada inovasi TikTok Live, tantangan utama adalah menjaga konsistensi dan kepercayaan publik bahwa seluruh hasil live benar-benar tersalurkan kepada warga yang membutuhkan, bukan untuk kepentingan pribadi. Transparansi dalam mendokumentasikan setiap kegiatan pembagian bantuan dan menyebarkannya secara terbuka di media sosial menjadi cara Kades Kampleng menjawab tantangan kepercayaan ini.​

Strategi Keberlanjutan Inovasi

Keberlanjutan reformasi administrasi dijaga melalui internalisasi budaya tertib administrasi sebagai standar kerja harian perangkat desa, bukan sekadar persiapan lomba. Setiap pergantian perangkat desa pun harus melalui proses orientasi yang memastikan standar administrasi yang telah dibangun tidak mengalami kemunduran.​

Untuk inovasi sosial digital, Kades Kampleng mendorong generasi muda Kalilunjar untuk ikut aktif sebagai konten kreator yang berorientasi pada manfaat sosial, sehingga semangat memanfaatkan platform digital untuk kebaikan komunitas tidak berhenti hanya pada satu orang. Visi jangka panjangnya adalah menjadikan Kalilunjar sebagai desa yang tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga aktif dan produktif di ekosistem ekonomi digital.​

Replikasi dan Scale Up Inovasi

Model reformasi administrasi Kalilunjar dapat direplikasi oleh desa-desa lain dengan pendekatan yang sama: mulai dari pemetaan kondisi awal, pembenahan bertahap berbasis regulasi, dan membangun budaya kerja tertib sebelum mengikuti ajang penilaian. Kunci replikasinya bukan pada persiapan lomba, melainkan pada komitmen kepala desa untuk menjadikan administrasi yang baik sebagai standar minimum pemerintahan desa setiap hari.​

Inovasi TikTok Live untuk aksi sosial pun dapat diadopsi oleh kepala desa lain yang aktif di media sosial, dengan meneladani prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan donasi yang diterima. Dispermades Kabupaten Banjarnegara dapat memfasilitasi replikasi keduanya melalui forum berbagi praktik terbaik antar kepala desa, menjadikan pengalaman Kalilunjar sebagai modul pembelajaran kepemimpinan desa inovatif.