Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM & PTSP) Provinsi Jawa Timur, Lili Soleh Wartadipraja. Foto : Naryo JNR

 

SURABAYA, INOVASI.WEB.ID. Capaian kinerja bidang investasi di Provinsi Jawa Timur terus mengalami peningkatan.

Menurut data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPM & PTSP ), kinerja investasi nilai ijin prinsip pada tahun 2017, mencapai Rp 318, 15 triliun, meningkat sebesar 434,19 persen (yoy) dibandingkan tahun 2016 Rp 61,43 triliun.

Dari ijin prinsip sebesar Rp 318,15 triliun, realisasi investasi 2017 Rp 152.39 triliun.

Kepala Dinas DPM & PTSP Jawa Timur, Lili Soleh Wartadipraja menyampaikan bahwa untuk tahun 2017, realisasi investasi untuk Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 21,49 triliun, sedangkan di Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 45,04 triliun.

ilustrasi (Metrotvnews)

Dari investasi-investasi yang paling penggembirakan, ada penanaman modal PMDN diluar fasilitas yang nilai investasinya lebih besar dibandingkan PMA dan PMDN biasa. Investasi PMDN non fasilitas itu terdiri dari UMKM, kelompok BUMN dan BUMD yang sedang melaksanakan pembangunan tetapi tidak melakukan ijin prinsip. Kemudian pembangunan Hotel dan restoran, apartemen dan pembangunan perumahan itu termasuk investasi non fasilitas.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendorong ijin prinsip tersebut dapat menjadi realisasi investasi di Jawa Timur pada tahun 2018.

“Dimana ijin prinsip sebesar Rp 328,15 triliun diharapkan relalisasinya sebesar ijin prinsip,” ujarnya saat saat Bincang-Bincang Dengan Media (BBM) di Kantor BI Jawa Timur di Surabaya, Rabu (28/2).

Dilihat berdasarkan lokasinya, Kabupaten Situbondo menjadi tujuan utama investasi PMA khususnya untuk Sektor Pertambangan. Sementara untuk investasi PMDN mayoritas masih tertuju pada daerah Surabaya dan sekitarnya yaitu Gresik, Sidoarjo dan Pasuruan.

Percepatan investasi di Jawa Timur terus didorong melalui pembentukan Tim Percepatan Realisasi Investasi serta Satgas Percepatan Berusaha. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dalam kondisi baik dan stabil serta iklim berusaha di Jawa Timur terjaga kondusif, baik dari sisi keamanan maupun politik di tengah kegiatan Pilkada Tahun 2018.

Ditahun ini, penguatan koordinasi akan terus ditingkatkan dengan kerjasama berbagai pihak baik di level Provinsi maupun Kota/Kabupaten untuk mendorong akselerasi kinerja investasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang ditargetkan oleh BI sebesar 5,40 – 5,80 persen pada 2018.

(ryo/p/diskominfo jatim)