Mayat TKA asal Cina yang tewas terendam dalam kolam mendidih di milik PT. IMIP Morowali.

MOROWALI, INOVASI.WEB.ID, Rahasia kematian seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang tercebur ke dalam bak air mendidih di lokasi kerja PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi beberapa pekan lalu, hingga kini masih misterius.

Kasus kematian korban yang belum diketahui identitasnya tersebut, hingga hari ini Selasa, 27 Februari 2018 masih dikunci rapat oleh pihak perusahaan.

Sejumlah pihak berkompoten yang berusaha di hubungi media ini tidak bersedia memberikan penjelasan, demikian pula pihak kepolisian setempat yang sebelumnya telah berkali-kali berupaya di hubungi, juga tidak bersedia mengangkat telepon genggamnya.

Namun dari sejumlah keterangan yang berhasil di himpun media ini menyebutkan, kematian korban itu sendiri berawal saat korban ditugaskan untuk melakukan pengelasan di bagian bawah tempat penampungan air mendidih yang sebelumnya telah di kosongkan tersebut.

Namun entah bagaimana proses kejadiannya, tiba-tiba saja bak penampungan yang semula  telah di kosongkan itu secara mendadak langsung dialiri oleh didihan air dengan suhu yang sangat tinggi menyebabkan korban tak dapat mengelak dan langsung menggelepar dengan kondisi di penuhi luka melepuh di seluruh kujur tubuhnya.

“Awalnya korban di tugaskan melakukan perbaikan di bagian bawah tempat penampungan air panas itu tapi saat dia tengah melakukan perbaikan,

tiba-tiba saja ada air yang di masukan ke dalam tempat korban melakukan pekerjaannya. Tak ayal korbanpun langsung terpanggang dengan kondisi tubuh melepuh dan tewas di tempat. Kelalain itu di duga dilakukan oleh sesama TKA itu sendiri,” ungkap sumber yang sengaja dirahasiakan identitasnya.

Masih dari keterangan sumber yang sama, akibat kelalaian tersebut para karyawan asal Cina itu langsung mendapat teguran dari perusahaan serta di wajibkan membayar denda atas kelalaian mereka tersebut. “ Karyawan-karyawan Cina itu langsung di denda sebagai sanksi dari kelalaian yang mereka lakukan terhadap sesama rekan kerja ereka
sendiri,” tukasnya.

Tim BPJS Sulteng, saat dimintai tanggapan terkait kematian TKA asal Cina di PT. IMIP Morowali.

Sementara pihak BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah kepada Media saat kunjungan kerjanya di areal perusahaan PT. IMIP Selasa 27 Februari 2018 mengatakan, perlindungan terhadap TKA sendiri sebenarnya juga ikut di lindungi oleh UU. Sayang, untuk penanganannya pihak BPJS sendiri masih mengalami kesulitan karena terhalang oleh data dan jumlah ril dari TKA yang dipekerjakan di perusahaan tersebut.

“ Sebenarnya perlindungan terhadap TKA yang bekerja di PT. IMIP juga di jamin UU, sayangnya kami masih terkendala dengan data dan jumlah pekerjanya,” ungkap Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhyiddin.

Sekedar di ketahui peristiwa kecelakaan kerja di perusahaan itu bukan baru kali ini saja terjadi namun sudah berulang-ulang,  baik yang menimpa para TKA maupun karyawan Indonesia yang dipekerjakan di sejumlah bagian di dalam perusahaan tersebut.

 

(Dedy Todongi, Morowali)