POSO, SULTENG – Inovasi.web.id. Selain di Pulau Paskah (Easter Island ), bukti peradaban berupa patung batu purbakala tertua di dunia ternyata juga ada di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah – Indonesia.

Peradaban berupa patung batu megalitik yang sebermulanya di temukan oleh para Zendeling Belanda itu tersebar di lembah Napu, Kecamatan Lore Utara / Lore Peore dan di Doda Besoa, Kecamatan Lore Tengah serta di lembah tetangganya yakni di daerah Bada, Kecamatan  Lore Selatan dan Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso.

Semua situs yang kebanyakan diantaranya di temukan di atas hamparan padang ilalang ( savanah) dan di kawasan hutan Lore Lindu di ke 3 lembah tersebut, rata-rata berbentuk sumur batu, monyet, katak, burung hantu dan pahatan batu menyerupai tubuh manusia berbentuk setengah badan tanpa kaki dan mulut : Hanya mata, alat kelamin / simbol gender, hidung, telinga dan tangan.

Hingga kini, tak ada satupun jejak berupa tulisan ataupun petunjuk lain berupa peralatan lain yang berhasil di temukan para ahli di sekitar areal patung-patung tersebut. Namun demikian patung-patung purba itu ternyata memiliki karakter atau tipikal masing-masing yang berbeda-beda pula.

Patung yang ada di lembah Bada, Kecamatan  Lore Selatan dan Kecamatan Lore Barat lebih gempal dan berisi sementara yang di temukan di lembah Napu dan Doda Besoa cenderung bersifat pipih ( kecuali patung pria dengan perut sedikit buncit di Desa Lempe dan patung Tadulako di Desa Doda – red).

Selain memiliki perbedaan sifat bentuk, tidak semua patung-patung yang diperkirakan di buat oleh suku Bangsa Austronesia serta di duga memiliki usia antara 1.500 tahun hingga 5.000 tahun itu, memiliki simbol kelamin pria atau wanita. Sebagian lainnya malah tidak memiliki simbol kelamin sama sekali. Hal ini tentu saja membuat para ahli kelabakan dan sangat sulit untuk menentukan apakah yang bersangkutan bergender pria  ataukah seorang wanita.

“ Patung-patung batu yang ada di 3 lembah, Napu, Besoa dan Bada memiliki karakternya masing-masing. Sebagian di antaranya juga tidak memiliki simbol kelamin sama sekali. Patung-patung ini diperkirakan berumur antara 1.500 hingga 5.000 tahun. Kuat dugaan mereka-mereka ini di bikin oleh suku bangsa Austronesia yang kemudian pergi dan menghilang begitu saja,” jelas Sunardi sang penjaga situs di wilayah Pokeka – Doda, Kecamatan Lore Barat kepada Inovasi.web.id akhir pekan kemarin.

Sayangnya Sunardi tidak berani menentukan tentang kepastian waktu pembuatan dan fungsi dari masing-masing patung-patung tersebut.

“ Sulit untuk memastikan kapan tepatnya patung-patung ini di buat apalagi kegunaannya,”  ujarnya.

Namun dari pengalamannya mendampingi sejumlah Aerkolog yang datang dari berbagai negara, sebagian dari patung-patung tersebut katanya diperkirakan sebagai dewa sementara untuk sumur batu sebagai tempat untuk meletakan jenazah.

“ Kalau kepastian pembuatannya masih misterius, saya juga masih menunggu informasi dari para aerkolog . Tentang fungsinya, sama sekali masih samar. Tapi untuk sumur batu, kemungkinannya untuk meletakan mayat atau jenazah, buktinya masih ada fosil berupa tulang yang berhasil kami temukan dalam sumur batu yang bahasa daerahnya kami sebut sebagai Kalamba,” tukasnya.

Laporan : Deddy Todongi, Poso Sulawesi Tengah