Reportase : Deddy, Biro Morowali, Sulteng

“ Panorama puncak menyambut kedatangan wisatawan Nusantara dan wisatawan Asing. Telah di dukung oleh HPI dan akan segera di resmikan Bupati Morowali “

Setelah puluhan tahun tertidur, belakangan ini kepariwisataan di Morowali mulai di benahi. Salah satunya lewat pembangunan infrastruktur yang dapat di manfaatkan pengunjung saat mereka datang bertandang ke daerah yang sudah kesohor oleh kekayaan tambang dan baharinya ini.

Wisatawan Nusantara dan wisatawan asing merupakan salah satu target pencapaian yang di upayakan bisa datang dan mengunjungi lokasi Fafo Baho ini. Untuk maksud tersebut, satu-satunya organisasi pemanduan, Himpunan Pramuwisata Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (HPI-DPC) yang ada di Kabupaten ini sudah menyatakan bersedia mengarahkan para wisatawan asing tersebut untuk datang dan memanfaatkan lokasi tersebut nantinya.

”Saya sebagai ketua HPI DPC  Morowali siap mengarahkan semua tamu-tamu kami ke tempat ini, saya juga sudah putuskan lokasi ini sebagai salah satu spot kunjungan wisatawan mancanegara. Untuk itu kami akan bicarakan lebih lanjut dengan rekan-rekan HPI yang lain,” ungkap Ketua HPI-DPC Kabupaten Morowali, Hamadong saat melakukan peninjauan lokasi tersebut.

Puncak Fafo Baho yang terdapat di wilayah Lamberea Kecamatan Bungku Tengah sendiri merupakan  salah satu dari sepersekian banyak yang saat ini mulai di benahi oleh pemerintah daerahnya.

Pantauan inovasi.web.id, puncak Fafo Baho memang sangat layak di kembangkan sebagai salah satu spot wisata pengambilan gambar, pembuatan film dan tempat untuk membuang penat dari kejenuhan yang selama ini menghimpit para calon pengunjungnya.

Lokasi objek wisata ini diperkirakan berada di atas 200 meter dari permukaan laut dengan temperatur sedang di bawah 32 derajat celcius. Tempat ini juga menawarkan view dan panorama alam yang sangat cantik dan menawan hati. Hamparan perairan pantai laut Banda, pelabuhan utama Bungku, jajaran rumah penduduk serta menara Masjid Islamic Center merupakan beberapa objek yang dapat di lihat dari puncak bukit ini.

“Minggu lalu kami sudah ke sini dan sekarang kami datang lagi. Tempat ini selain gratis juga sangat bagus sekali pemandangannya,” ungkap Watty salah seorang pengunjung kepada Inovasi.web.id Jumat 1 Desember 2017.

Tentang pengembangan objek wisata puncak tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali ternyata sangat mengapresiasi dan telah menurunkan bantuan awal pembangunan untuk pengembangan lokasi tersebut.

“ Kami dari pemerintah daerah tidak pernah tutup mata  dan terus berusaha menggiatkan pembangunan kepariwisataan di daerah ini. Yang kami lihat positif dan bermanfaat bagi orang banyak pasti kami support dan bantu sesuai kondisi keuangan yang ada,” ujar Bupati Morowali, Drs. H Anwar Hafid M.Si.

Dukungan yang telah di salurkan pemerintah itu sendiri ternyata di sambut baik oleh seluruh warga masyarakat Lamberea yang saat di temui sedang mempersiapkan tenda persiapan untuk peresmian galeri pertunjukan budaya dan tempat pertemuan yang sudah selesai di bangun di salah satu bagian dari  lokasi tersebut.

“Bantuan awal dari bupati itu sangat kami apresiasi dan telah kami gunakan membangun galeri pertemuan, toilet serta belanja kelengkapan lainnya. Tempat ini rencanannya akan di resmikan oleh Bupati Morowali bertepatan Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) Morowali ke 18 pada tanggal 5 Desember bulan ini,” ungkap Haris Endeh yang juga adalah salah satu pewaris lokasi puncak Fafo Baho serius.

( Jgd )