Bengkayang, inovasi.web.id. Daerah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, umumnya merupakan daerah wisata.

Tak sedikit wisatawan domestik (lokal) maupun mancanegara, berbondong bondong mengunjungi daerah kepulauan ini, untuk menikmati keindahan panorama lautnya.

Beberapa pulau yang menjadi favorite kunjungan wisata diantaranya, Pulau Lemukukan, Randaian, Kabung dan Pulau Penatah Besar/ kecil serta Pulau Tempurung.

Bila potensi wisata kepulauan tersebut dioptimalkan pengembangannya, bisa menjadi sumber potensial bagi masuknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bengkayang. Selain itu, bisa tumbuh peluang terciptanya lapangan kerja baru di sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif lainnya.

Tak hanya keindahan panoramanya sebagai obyek wisata. Keberadaan pulau tersebut bisa difungsikan sebagai lahan perkebunan dan lahan pertanian terpadu masyarakat setempat.

Namun  sangat di sayangkan, belum sepenuhnya pulau pulau tersebut dieksplore dan dikembangkan secara optimal oleh pemerintah kabupaten Bengkayang, terutama infrastruktur sebagai daya dukung wisata, seperti dermaga penyeberangan.

Masyarakat yang sebagian berprofesi sebagai nelayan sangat mendukung pengembangan pulau tersebut sebagai kawasan wisata bahari, namun tidak adanya dermaga menjadi salah satu kendala.

“ Salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak adanya dermaga penyeberangan. Jika Pemerintah Daerah, membangun dermaga dan menata ulang kawasan tersebut, pulau ini memiliki prospek yang menjanjikan, dan masyarakatpun akan terangkat ekonominya,” tutur Andi, salah seorang nelayan.

Hal senada juga diungkapan salah satu pemilik kebun bernama Hery. Ia mengatakan bahwa dengan adanya dermaga, akan mempermudah transportasi dalam mengangkut hasil perkebunan seperti kopra, cengkeh, pisang dan hasil kebun lainnya.

” Warga disini  sangat mengharapkan sekali adaya bantuan dari pemerintah daerah maupun propinsi, utamanya pembangunan dermaga. Mengingat daerah ini merukan penyumbang PAD, yang cukup besar bagu Pemkab Bengkayang” tutur Hery.

( Abdul Wahid Singkawang )