ilustrasi ( ft. news.indotrading.com )

 

SURABAYA, Produktifitas pelaku usaha di sektor Usaha Kecil dan Menengah ( UKM) harus digenjot agar bisa berkontribusi dan mampu menembus pasar ekspor. Dengan memiliki daya saing tinggi, diharapkan dari sektor UKM mampu menyumbang pendapatan negara dari sektor non migas.

Melansir dari Jawa Pos Kamis 8 Maret 2018, Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Ade Petranto menyatakan, pada tahun 2018 target pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan bisa mencapai  5,4 persen.

ilustrasi ( ft. Indonesia )

Untuk mencapai target tersebut, salah satu terobosan yang harus dilakukan adalah meningkatkan ekspor non migas.

“ UKM memegang peranan penting. Peluang UKM Indonesia di ASEAN cukup memberikan harapan,” kata Ade Petranto, dalam pemaparan lokakarya “ Surabaya SMEs Go Digital and International, yang diselenggarakan US-ASEAN Business Council (US-ABC), di Surabaya, Rabu (7/3).

Produk-produk UKM Indonesia, kata Ade,  tidak tertutup kemungkinan bisa disertakan pada gerai-gerai waralaba di berbagai negara.

Ade menegaskan, bahwa para pelaku UKM tidak perlu khawatir dengan kemungkinan tersebut, sebab ada banyak perwakilan RI di luar negeri yang bisa membantu para pelaku usaha UKM.

Dikatakannya pula, bahwa peluang pasar ASEAN terhadap UKM sangat potensial dan bisa memberikan harapan, yang penting mindset-nya harus dibuka.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan RI, Iriana Ryacudu mengatakan, untuk bisa menembus pasar ekspor tidak sulit seperti yang dibayangkan.

Selama ini, kata Iriana, ekspor dianggap sulit karena ketidaktahuan para pelaku usaha UKM.

( Sam/Jgd )