Surabaya- inovasi.web.id. Pesatnya perkembangan teknologi digital akhir-akhir ini, membawa dampak positif bagi pertumbuhan bisnis di berbagai sektor. E-Commerce dapat mengoptimalkan potensi UMKM di seluruh Indonesia.

Melalui pemanfaatan teknologi, selain memudahkan pemasaran, bertransaksi, maupun pengenalan produk, pemanfaatan teknologi diyakini mampu menghemat beban biaya operasional.

Namun, meski teknologi berkembang pesat, penetrasi digital di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih rendah.

Pelaku UMKM di Jawa Timur

%

UMKM Online

Tenaga Kerja

Menurut data, hingga kini baru sekitar 7 persen produk lokal di tanah air yang telah memanfaatkan teknologi digital (e-commerce) dalam menjalankan roda bisnisnya.

Definisi e-Commerce

Memfasilitasi bisnis di Internet disebut e-commerce. E-niaga adalah kependekan dari “perdagangan elektronik“. Dengan demikian, e-commerce adalah menempatkan bisnis secara online.

Manfaat utama e-commerce berkisar pada fakta bahwa hal itu menghilangkan keterbatasan waktu dan jarak geografis. Dalam prosesnya, e-commerce biasanya menyederhanakan operasional usaha dan menurunkan biaya, terutama biaya pemasaran.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, bisnis e-commerce semakin banyak dilakukan oleh wirausahawan di seluruh dunia. Tidak ketinggalan di Indonesia, hanya saja baru sebagian kecil UMKM yang memanfaatkan teknologi e-commerce ini.

Berdasar pantauan team Inovasi.web.id, kami menemukan potensi UMKM yang cukup besar namun mereka memiliki keterbatasan, terutama pada pemasaran.

Teknologi digital dapat menjadi solusi bagi pemasaran produk-produk kerajinan UMKM. Namun, untuk dapat meningkatkan potensi UMKM di Indonesia melalui e-commerce memang diperlukan sosialisasi dan edukasi mengenai cara bisnis online agar para pelaku UMKM dapat semakin terbuka wawasannya.

Potensi UMKM Indonesia Dapat Semakin Meningkat dengan Memanfaatkan e-Commerce

Jangkauan pemasaran produk-produk yang di hasilkan sektor UMKM dapat lebih luas degan memanfaatkan e-commerce. Produk unggulan UMKM dapat lebih memiliki daya saing di pasaran internasional jika mereka dapat memasarkan sendiri secara online.

Dengan sebuah website, informasi produk mereka akan lebih terlihat baik oleh masyarakat Indonesia maupun Dunia. Hal ini akan meningkatkan potensi UMKM Indonesia pada level berikutnya, yakni UMKM Go Export!

Produk UMKM di Indonesia banyak yang berkualitas, katakanlah dari sektor makanan, kerajinan, hingga pakaian. Pemerintah dan asosiasi UMKM dapat mengarahkan para pelaku UMKM yang memiliki produk unggulan berkualitas untuk segera bertransformasi digital. Tentunya hal ini dapat dicapai dengan kombinasi pelatihan pemasaran online, penggunaan website, dan pemahaman ekspor.

Memerlukan Dukungan Pemerintah

Dengan kondisi yang ada sekarang ini, kita tidak perlu saling tuding ini kesalahan siapa jika UMKM Indonesia masih sangat sedikit yang memanfaatkan e-commerce, meskipun seharusnya ini adalah tugas Kementerian Koperasi dan UKM.

Sekarang saatnya kita perbaiki bersama kondisi ini, dan sebaiknya mulai dari sekarang juga. Kondisi ekonomi Indonesia yang ‘tumbuh melambat’ dapat semakin menyusahkan kehidupan para pelaku UMKM. Oleh karena itu, pelatihan e-commerce untuk para pelaku UMKM sangat perlu diadakan sesering mungkin.

Ada berbagai pilihan dalam melakukan e-commerce pada praktiknya. Baik melalui social media, situs marketplace, maupun dengan website yang dimiliki sendiri masih termasuk pada lingkup e-commerce. Hanya saja, untuk dapat memanfaatkan e-commerce secara benar, para pelaku UMKM harus memiliki wesite. Hal ini akan kami jelaskan pada sesi saran team inovasi untuk para pelaku UMKM di akhir parafraf artikel berita UMKM ini.

Kita dapat melihat semakin banyaknya pengguna internet di Indonesia yang melakukan belanja online sekarang ini. Hal ini mendorong para pelaku UMKM untuk segera melakukan transformasi digital. Karena jumlah UMKM di Indonesia sangat banyak, maka perlu dorongan dari pemerintah secara lebih serius lagi dari sebelumnya.

Inisitatif dari Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA)

Untuk lebih memasyarakatkan teknologi digital dalam pengembangan  bisnis, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menggelar pertemuan e-UKM di Surabaya. Diharapkan melalui pertemuan ini, akan dicari solusi maupun strategi yang tepat untuk mendongkrak pemasaran sekaligus mendorong partisipasi UMKM dalam industri e-commerce.

Ketua Umum idEA, Aulia E.Marinto mengungkapkan, pihaknya akan terus mendorong pelaku UMKM, khususnya di Jawa Timur untuk memanfaatkan e-commerce.

Karena menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi yang luar biasa dalam sektor usaha mikro kecil menengah dengan berbagai produk unggulannya.  Dengan memanfaatkan e-commerce produk unggulan Indonesia tersebut,  bisa masuk ke pasar manca negara.

Berdasar survey yang dilakukan oleh APJII, jumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 132 juta orang. 65% dari pengguna Internet di Indonesia berada di Pulau Jawa, seperti terlihat pada statistik survey tersebut.

penetrasi pengguna internet di Indonesia

Tentunya kondisi ini sudah sangat cocok untuk meningkatkan potensi UMKM dengan memanfaatkan website agar mereka dapat berjualan online sesuai praktik terbaik. Entah kenapa pemerintah saat ini masih berfokus pada pinjaman dana untuk UMKM, padahal yang lebih mereka butuhkan adalah sarana pemasaran. Ini

Selama lima tahun terakhir, tingkat kepercayaan pengguna Internet di Indonesia untuk melakukan belanja online semakin meningkat. Terutama setelah hadirnya situs-situs marketplace seperti tokopediabukalapak, dan sebagainya.

Pengguna Internet di Indonesia Sudah Banyak Yang Melakukan Belanja Online

Perilaku konsumen di Indonesia mulai beralih menggunakan media online untuk mendapatkan sesuatu. Dan inilah yang memang terjadi dimana suatu negara telah berada pada fase transformasi digital.

Trend belanja online di Indonesia semakin meningkat secara drastis!

trend belanja online di Indonesia

Namun, sekali lagi perlu kami ingatkan bahwa untuk dapat berjualan online secara efektif, UMKM perlu diberi fasilitas sebuah website atau toko online sebagai dasar mereka melakukan bisnis online. Jika tidak, mereka akan cepat menemukan kejemuan jika hanya mengandalkan sosial media dan marketplace.

Disnilah pentingnya untuk selalu diadakan acara pelatihan cara bisnis online yang benar berdasarkan pengalaman para ahli di Indonesia yang sudah mengikuti perkembangan ini selama 15 tahun terakhir.

Produk unggulan UMKM Indonesia tergolong sangat berkualitas. Namun, masih sedikit yang sudah menembus pasar global. Seperti kita dapat lihat di Jogja dan Bali, banyak orang asing yang datang mencari barang kerajinan dan mereka memasarkannya melalui website. Akhirnya, penjualan ekspor dilakukan mereka, bukan oleh UMKM itu sendiri.

Menggali Kembali Potensi UMKM Indonesia di Era Digital

Dengan memanfaatkan e-commerce, tentunya produk unggulan UKM juga dapat menembus pasar dunia, dan bahkan dengan harga yang lebih murah dari sebelumnya. Hal ini dapat meningkatkan daya saing UKM Indonesia pada kancah perdagangan internasional (international trading).

Menurut Rachmad Igen, seorang pakar pemasaran online yang sudah berpengalaman selama 15 tahun, banyak sekali kesempatan yang di ambil oleh bangsa asing dalam memasarkan produk dan kekayaan alam Indonesia. Ini karena kesenjangan pengetahuan pemasaran online di Indonesia masih sangat tinggi.

Sebagai contoh, banyak batu apung (pumice stone) dan buah gambir yang di ekspor keluar negeri. Dan ini dilakukan oleh pengusaha asing yang memiliki kantor di Indonesia. Padahal, pelaku UMKM di Indonesia juga dapat melakukan pemasaran ke manca negara akan tetapi mereka belum mengetahui bagaimana caranya.

Oleh karena itu, untuk mengejar ketinggalan tersebut, team Inovasi Web ID telah merumuskan beberapa saran dan solusi untuk meningkatkan potensi UMKM di Indonesia.

Melalui transformasi digital, menurut Aulia, pemilik usaha, akan lebih dinamis karena dituntut bergerak lebih cepat.  Pasar bebas, bahkan membuat waktu para pelaku usaha menjadi lebih sempit untuk melakukan persiapan meningkatkan kualitas produk yang memiliki daya saing tinggi.

“ Saat ini tidak ada bisnis yang bisa tumbuh lebih cepat kalau tidak memanfaatkan teknologi informasi,” kata Aulia, seperti dikutip Jawa Pos.

Sementara itu, salah satu pelaku umkm di Siodarjo, Rusdi Wiryo Dimejo mengungkapkan, perlu adanya sinergi berbagai pihak untuk melakukan sosialisasi kepada pelaku bisnis umkm di Jawa Timur ini.

Kebanyakan dari mereka tidak mengerti bagaimana melakukan bisnis menggunakan e-commerce.

Dari Total Jumlah UMKM di Indonesia, hanya 5 juta saja yang baru mengetahui cara memasarkan produk secara online..

dan itu mereka belum tentu paham.. baru sekedar mengetahui saja.

(Jgd/Red)

Beberapa Saran dari Team Inovasi

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus lebih serius lagi dalam meningkatkan potensi UMKM di tiap daerah. Program pendanaan ibarat sebuah umpan, namun kailnya adalah sarana pemasaran. Dalam era digital sekarang ini, pemasaran digital sudah merupakan kebutuhan untuk segala ukuran bisnis.

Bagaimana Pemerintah Dapat Meningkatkan Potensi UMKM ?

Hal ini dapat dilakukan dengan pelatihan dan memberikan sarana untuk berjualan online. Disamping itu, perlu adanya direktori UMKM online untuk tiap daerah. Dengan adanya direktori tersebut, pengusaha lainnya dapat dengan mudah mencari sumber penghasil barang yang mereka butuhkan.

Pelatihan pemasaran online sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMKM. Berilah mereka kesempatan untuk memasarkan produk secara lebih luas. Mungkin kita tidak dapat mengharapkan langsung tumbuh sekian ratus ribu UMKM online yang berhasil ekspor, akan tetapi jika langkah ini tidak diambil segera maka harapan tersebut akan semakin lama tercapai.

Sangat disayangkan jika produk-produk hasil produksi UMKM tidak dikenal di dunia bahkan di negara sendiri. Hanya mereka yang berkesempatan mempromosikan melalui sebuah website dan menyebar ke banyak saluran digital yang mungkin mendapatkan hasil lebih.

Bahwa, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan suatu kewajiban kita, terutama pemerintah. Oleh karena itu, segeralah adakan pelatihan pemasaran online untuk UMKM, dan dengan cara yang benar sesuai praktik terbaik.

Dalam hal ini, pemerintah perlu mengadakan acara tersebut bersama para ahli yang sudah berpengalaman dalam bisnis online selama lebih dari 15 tahun. Jika tidak, maka tidak ada perubahan efektivitas secara signifikan seperti pada pelatihan UKM Online yang beberapa kali pernah diselenggarakan. Menurun kami, mereka salah konsep dan salah arah, sehingga tidak tepat guna untuk banyak pelaku UKM.

Pengusaha besar dapat mendukung peningkatan potensi UMKM di Indonesia. Ini sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan besar seperti Group Astra dan sebagainya. Namun, dalam era digital ini, pelaku UMKM juga di tuntut untuk cepat melakukan transformasi digital, yakni dengan berjualan online menggunakan website untuk UMKM yang mendukung untuk penyebaran promosi online dan transaksi online.

Mendukung UMKM Online Sembari Meningkatkan Branding Bisnis

Cara yang dapat dilakukan oleh pengusaha besar adalah dengan menjadi sponsor program dan pelatihan UKM Online, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah atau diselenggarakan sendiri. Dan ini dapat menjadi investasi bagi perusahaan anda. Dengan mendukung UMKM Online, artinya anda dapat branding bisnis anda pada website UMKM online yang anda sponsori.

Transformasi digital, juga dibutuhkan oleh perusahaan besar. Saat ini, bisnis besar yang terlambat dalam melakukan transformasi digital maka dapat terpukul mundur oleh pesaing mereka, bahkan dari perusahaan startup sekalipun.

Pemasaran digital merupakan bagian dari transformasi digital. Oleh karena itu, dengan mendukung program pelatihan pemasaran online dan pengadaan website untuk UKM di Indonesia, perusahaan besar akan mendapatkan sarana online branding di website-website tersebut. Ini akan menghemat biaya pemasaran anda.

Jumlah UMKM yang dapat didukung idealnya sebanyak minimal 100 UMKM. Jika 1 website UMKM mendapatkan 1000 pengunjung dalam sebulan, maka dalam satu bulan brand bisnis anda terlihat oleh 100.000 pengunjung website UMKM. Selain itu, citra positif untuk brand bisnis anda dapat lebih meningkat, karena perusahaan anda dikenal sebagai perusahaan yang peduli pengusaha kecil.

Program ini dapat dikatakan termasuk dalam kategori ekonomi kerakyatan dan memenuhi azas gotong royong yang saling menguntungkan.

Para pelaku UMKM harus segera mungkin mengikuti perubahan di era digital. Tujuan memanfaatkan e-commerce untuk UMKM adalah selain untuk meningkatkan potensi UMKM juga agar bisnis UMKM dapat bertahan. Memang hal ini belum di sosialisasikan secara masal oleh pemerintah, namun inilah kenyataannya sekarang ini.

Pelaku UMKM tidak bisa hanya duduk menunggu dagangan laku, akan tetapi harus proaktif. Promosi melalui sosial media membutuhkan sebuah website agar bisnis anda di dunia online dapat lebih efektif. Sebuah website kini bukan hanya sekedar gaya atau untuk kredibilitas, akan tetapi lebih pada untuk memiliki fungsi pemasaran digital dan sebagai sarana penghubung antara penjual dan pembeli.

Beda Marketplace dan Website Toko Online

Perlu kami sampaikan disini, karena maraknya pemahaman yang salah mengenai cara melakukan bisnis online. Marketplace merupakan situs website yang berisi sekumpulan pedagang. Anda akan bersaing dengan penjual lainnya, dan akhirnya harga yang termurah yang menang.

Anda kerja siang malam untuk menyebar halaman produk anda di situs marketplace sebagai cara promosi. Pada akhirnya, orang-orang yang mengetahui informasi produk melalui anda, bisa saja membeli pada pedagang lain. Dan ini sama saja anda bekerja siang malam untuk pesaing yang tidak anda kenal sekalipun.

Dengan menggunakan website, anda dapat mempromosikan setiap halaman produk unggulan UMKM anda secara efektif dan efisien. Produk unggulan UMKM anda juga dapat dipromosikan pada situs-situs marketplace, tentunya dengan memberikan nama website anda sebagai “merk UMKM” anda.

Jadi, tariklah pengunjung marketplace ke website anda, agar penjualan dapat lebih sering terjadi. Pelaku UMKM harus lebih cermat dalam memahami hal ini. Untuk itu, para pelaku UMKM perlu mengikuti pelatihan pemasaran online yang efektif.

Seluruh bisnis yang lambat dalam melakukan transformasi digital entah hingga kapan dapat bertahan. Sudah semakin banyak perusahaan besar sekalipun gulung tikar karena enggan melakukan transformasi digital. Fenomena ini juga telah menghampiri para pelaku UMKM, harus ada tindakan cepat untuk mengatasi hal ini.

Jumlah UMKM di Indonesia memang sudah sangat banyak. Survey terakhir menyatakan bahwa jumlah UMKM Indonesia mencapai 56.7 juta unit. Namun baru 15 juta UMKM yang sudah Go Online atau memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan produk mereka.

Sayangnya, dari 15 juta UMKM Go Online tersebut, hanya 5.5 juta UMKM saja yang memahami strategi pemasaran digital. Tentunya, tanpa memahami strategi pemasaran digital maka UMKM tersebut belum dapat dikatakan sepenuhnya telah memanfaatkan e-commerce. Oleh karena itu, UMKM di Indonesia baik yang sudah memanfaatkan e-commerce dan belum, membutuhkan pelatihan mengenai strategi pemasaran online.

Team Inovasi.Web.ID telah membuatkan program untuk mengatasi ketimpangan tersebut. Silahkan lihat pada file slideshare disamping.

Hanya para pelaku UMKM yang memanfaatkan teknologi digital yang dapat memperoleh keuntungan dari era digital sekarang ini. Oleh karena itu, saran tersebut diatas sangat bagus untuk dilaksanakan sekarang juga dan sudah tidak dapat ditunda lebih lama lagi. Selamatkan UMKM Indonesia dan terus tingkatkan potensi UMKM Indonesia dengan mengikuti perubahaan perilaku konsumen di era digital sekarang ini.