Truk bermuatan kayu hasil ilegal loging kini diamankan di Polres Melawi bersama tersangkanya.

 

MELAWI-KALBAR, Kepolisian Resor Melawi mempertegaskan zero ilegal diwilayah hukumnya, hal tersebut dibuktikan dengan ditangkapnya lagi pelaku dari illegal logging pada Minggu ( 11/3/2018 ) sekitar pukul 23.00 wib.

Mendapat informasi dari masyarakat Team Sat Reskrim bersama Team Sat Intelkam Polres Melawi melakukan monitoring, tiba-tiba melintas 1 unit mobil truk bernomor polisi KB 8879 KL, yang dicurigai memuat kayu meranti olahan hasil ilegal loging.

Oleh petugas, truk yang dikemudikan EB warga Desa Mandau Baru tersebut dihentikan dan dilakukan pemeriksaan, dan ditemukan kayu olahan jenis meranti sebanyak 165 keping dan tidak memiliki dokumen yang sah.

Setelah melakukan pemeriksaan pada kayu yang berada di dalam truk tersebut, petugas Team gabungan pun langsung mengamankan truk  beserta tersangka ke Mapolres Melawi

Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, S. IK, M.Si, melalui Kasat Reskrim Polres Melawi AKP Samsul Bakri, S.H mengatakan, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / A / 33 / III / 2018 /Kalbar /Res Melawi Tanggal 11 Maret 2018, membenarkan pihaknya telah menangkap serta dan mengamankan 2 pelaku yang mengangkut kayu olahan jenis meranti tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap  tersangka diketahui  bernama Eb ( 36 thn ) laki-laki, alamat Dusun Cetat Desa Mandau Baru Kecamatan Pinoh Selatan, dan seorang tersangka lagi  bernama EJ als Ca ( 39 thn ) laki-laki, alamat Dusun Kepayang Mekar Desa Nanga Raku Kecamatan Sayan. Kedua tersangka beserta barang bukti sejumlah 165 keping kayu meranti dengan berbagai ukuran dan 1 unit mobil mitsubishi canter KB 8879 RL telah diamankan di Polres Melawi guna proses hukum lebih lanjut,”jelasnya.

Dalam kaitan tersebut,kapolres Melawai,melalui kasubbag Humas Polres Melawi Iptu Herno Mintoro menghimbau masyarakat Kabupaten Melawi agar tidak melakukan pembalakan hutan secara illegal atau yang dikenal dengan illegal logging.

“ Masyarakat bisa saja membeli kayu untuk keperluan membuat rumah namun harus disertai dengan dokumen atau ijin yang sah, karena yang namanya illegal logging itu merupakan suatu sifat yang tamak, hanya ingin memperkaya diri sendiri namun tidak memikirkan hasil perbuatan yang sangat berpengaruh buruk baik itu kerusakan hutan serta ekosistem yang ada hutan tersebut,” katanya.

Di tambahkan Herno, modusnya selama ini alasan hanya untuk makan saja melakukan pembalakan hutan atau illegal logging, padahal hal tersebut dilakukan oleh orang yang mempunyai modal lebih, alhasil masyarakat kecil  5 tahun atau 10 tahun kedepannya akan semakin susah untuk mendapatkan kayu guna untuk membangun rumah khususnya masyarakat yang berdomisili di desa perhuluan.

Karena perbuatan dari illegal logging ini, Polres Melawi berkomitmen tanpa memandang bulu, jika ada yang bermain illegal akan ditangkap.

(Frans Som- Biro Kab Melawi Kalbar)