SURABAYA, INOVASI.WEB.ID, Dalam upaya optimalisasi sistem pembayaran, Bank Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong untuk mendukung penggunaan instrumen dan sarana pembayaran non tunai dalam transaksi keuangan, salah satunya melalui program parkir meter.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi A. Johansyah bersama Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, melaunching penggunaan kartu uang elektronik pada alat parkir di kawasan Taman Bungkul Surabaya, Minggu 18 Februari.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A. Johansyah (Kiri). Foto : Naryo JNR

Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya mewujudkan Surabaya Smart City, serta mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Diharapkan melalui penggunaan alat parkir ini, pendapatan daerah melalui sektor perparkiran akan lebih optimal.

Penggunaan alat parkir ini telah terbukti mampu meningkatkan pendapatan perparkiran di kawasan Balai Kota Surabaya, hingga mencapai 300 persen.

Bank Indonesia mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Kota Surabaya, yang telah berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui penggunaan alat parkir meter dengan uang elektronik multi kartu.

“ Kami berharap inovasi dan upaya seperti ini terus dilakukan dan dikembangkan oleh semua pihak, tidak hanya Pemerintah Kota Surabaya saja, namun juga pihak lainnya,” kata Difi A. Johansyah.

Disampaikan Johan, Bank Indonesia Jawa Timur,  berkomitmen penuh untuk mendukung program-program elektronifikasi pembayaran guna mendorong upaya penyediaan layanan jasa pembayaran yang tepat dan cepat bagi masyarakat.

Alat parkir meter yang terpasang di kawasan Taman Bungkul dan Balai Kota, merupakan contoh integrasi uang elektronik, dimana alat parkir meter dapat membaca uang elektronik yang diterbitkan oleh Bank Mandiri, Bank BRI, BNI 46, BCA serta kartu cobranding Bank Jatim (BPD Jatim).

Sumber berita : Diskominfo Jawa Timur.

( Sam/Jgd )