Palu. Inovasi.web.id. Dalam kurun waktu tiga tahun nasib pedagang ikan dan sayur  rumahan di kota Palu terganjal peraturan walikota, kini mereka bisa bernafas lega.

Dengan terbentuknya koperasi binaan DPD PWRI Sulteng, Pemkot Kota Palu siap membina para pedagang tersebut sehingga menjadi koperasi yang mandiri, sehat dan mampu memberi kontribusi secara ekonomi kepada anggotanya.

Sebelumnya, kebanyakan dari mereka meminta izin usaha dari kelurahan untuk usahanya, namun tidak di berikan karena alasan terganjal peraturan Pemerintah Kota Palu Nomor 12 tahun 2013, tentang larangan pedagang kaki lima.

Namun setelah DPD PWRI membentuk koperasi binaan kepada mereka dan melakukan kajian terkait peraturan wali kota, ternyata tidak terdapat unsur pelanggaran, Pemkot Palu memberi respon positif.

Kamarudin, ketua DPD PWRI Sulawesi Tengah mengatakan, dengan berdirinya koperasi ‘Pompaello Kita Pura’ akan dapat mengakomodir kepentingan pedagang, dan diharapkan koperasi akan terus berkembang, serta bisa memberi sumbangsih terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Palu melalui retribusi.

“ Alhamdulillah sebuah upaya nyata dan merupakan implementasi program DPD PWRI Sulteng untuk mengakomodir kepentingan pedagang melalui koperasi yang kami dirikan ini. Segala sesuatunya yang menyangkut perizinan berjalan dengan baik,” tutur Udin.

Menurut Udin, koperasi binaan PWRI ini dibentuk agar pedagang liar dapat di perhatikan dan di beri pembinaan, serta mendapat akses permodalan untuk pengembangan usahanya.

“ Insya Alloh, dalam waktu yang tidak terlalu lama, koperasi akan bekerjasama dengan Bulog Provinsi untuk mengecer produk Bulog, khususnya sembako dengan harga yang sudah di tentukan pemerintah. Ini merupakan capaian awal yang positif,” imbuhnya.

( Biro Palu, Sulawesi Tengah )