Jembatan Tentena (ft. Dedy )

 

“ Rencana pembongkaran jembatan hanyalah sebuah skenario yang menguntungkan para kapitalis namun menyakiti hati rakyat dan mencabik-cabik karya para leluhur “

POSO, Hingga hari ini, Selasa (6/3), rencana pembongkaran dan alih-alih renovasi situs jembatan kayu Pamona Tentena,  Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah terus menuai protes.

Oleh warga, rencana pembongkaran jembatan berusia ratusan tahun itu dinilai telah melukai hati rakyat dan merobek-robek karya dan jerih payah para leluhur yang telah bersusah payah membangun bahkan dengan peluh dan darahnya.

Masyarakat Poso tolak rencana pembongkaran jembatan Tentena (ft. dedy)

Parahnya, pembongkaran yang kuat dugaan melibatkan Bupati Poso, Darmin Sigilipu itu belakangan di ketahui hanya akan menguntungkan kepentingan sebuah proyek pembangkit listrik raksasa bernama PT. Bukaka sekitar 12 Km dari bentangan jembatan tersebut.

Dari protes Front Aksi untk Rano Poso (FARP) yang di gagas masyarakat setempat diketahui,  selain akan membongkar jembatan.  Areal Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di sekitar jembatan itu akan di keruk dan di bangunkan waduk raksasa sebagai penampung debit air dimana secara langsung akan ikut merombak sejumlah perangkap sidat (Waya Masapi) yang selama ini telah menjadi ikon dan objek amatan bagi para pelintas dan wisatawan asing yang berkunjung ke daerah tersebut.

“ Rencana pembongkaran jembatan itu hanyalah sebuah skenario yang hanya akan menguntungkan para kapitalis. Anehnya bupati malah diam, ini jelas-jelas sudah menyakiti hati rakyat dan mencabik-cabik karya para leluhur kita,” ujar salah satu warga Tentena dengan nada geram.

Sementara salah satu tokoh muda Kabupaten Poso, Ezra Tara’u SH lewat akun Fb nya mengatakan, jika pembangunan jembatan itu di tolak masyarakat Tentena maka akan di pindahkan ke pusat ibu kota Kabupaten Poso.  Namun pernyataan Ezra itu di tanggapi dingin oleh para pengguna lain bahkan mereka dengan senang hati mempersilahkannya. “  Silahkan saja, itu lebih baiki lagi,”  sanggahnya.

( Dedy, Poso )