Sebuah ekspo SmartCity di Barcelona mengumpulkan lebih dari 400 influencer global dan inovator untuk berbagi pengetahuan. Mereka memperdebatkan tantangan yang dihadapi oleh banyak kota tentang konsep SmartCity. Diskusi tersebut bertujuan untuk dapat keluar dari kotak berpikir dan mengilhami dunia untuk mengembangkan kota yang lebih cerdas dan lebih berkelanjutan.

Peserta kongres itu sendiri memiliki sebuah aplikasi yang bekerja cukup bagus. Aplikasi tertsebut dapat melacak pembicaraan dan aktivitas dan juga bisa mengajukan pertanyaan kepada para pembicara. Juga mereka membahas pengelolaan limbah sebagai konsep smartcity selama expo berlangsung.

Di sisi lain cukup kontras. Orang-orang di Spanyol melakukan demonstrasi di luar Fira (di mana kongres diadakan). Sebuah kelompok melawan salah satu perusahaan yang berpameran dan satu kelompok menciptakan kesadaran seputar masalah distribusi air di kota Catalunya.

Pembangunan kota memberikan tantangan baru untuk konsep SmartCity

Salah satu anggota kongres yang bekerja di proyek ini pembangunan kembali kota Fira pada tahun 2000, menceritakan bagaimana mereka harus menghadapi ratusan keluarga yang tinggal di rumah susun besar. Mereka harus membiarkan para warga pindah dari daerah tersebut sehingga pusat pameran bisa dibangun. Yang membuat pekerjaan mereka menjadi lebih sulit lagi adalah bahwa keluarga-keluarga ini berasal dari tempat lain dan merupakan korban penggusuran dimasa lalu.

Setelah meninggalkan rumah mereka untuk kedua kalinya membuat mereka marah dan mereka juga ahli dalam situasi ini, membuat langkah tersebut semakin bermasalah. Cerita lama ini sekarang tidak diketahui oleh semua orang yang mengunjungi Fira, yang membawa pada pemikiran: mengembangkan sebuah kota akan menemui tantangan baru.

Revolusi Industri Keempat

Transformasi digital di kota akan membawa tantangan tersendiri. Akan ada isu-isu meningkat seperti: pemindahan pekerjaan, privasi yang berkurang, ketidakadilan pendapatan dan menjaga akses teknologi.

Big Data bisa menjadi solusi untuk banyak masalah di kota-kota, tapi hanya bisa bekerja jika kita mulai dari sebuah visi dan memperhatikan kebutuhan orang.

Industri 4.0 merupakan konsep industri yang terintegrasi dari bahan mentah hingga ke pengguna akhir. Ini akan menjadi faktor pertimbangan dalam membuat konsep smartcity. Ini akan mendatangkan efisiensi dalam harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat, dan dapat lebih menjamin ketersediaan kebutuhan warga.

scanner untuk transformasi digital di kantor pemerintahan

Konsep SmartCity

Dalam merumuskan konsep SmartCity, tentu tidak bisa hanya sekedar mencotek ke negara lain. Dengan hamburkan uang perjalanan dinas puluhan milyar pun tetap tidak akan terbentuk suatu konsep smartcity yang efektif. Setiap kota berbeda kondisi, apa yang mendasari dan tujuan pun berbeda.

Oleh karena itu, konsep SmartCity harus dibentuk dari pemikiran original. Berikut beberapa pertimbangan bagi para ‘penguasa balai kota’ dalam membentuk sebuah konsep SmartCity.

  1. Mobilitas

    Solusi terbanyak ada di area mobilitas dapat seperti:

    • transportasi umum,
    • efisiensi energi,
    • pengendalian lalu lintas,
    • pencegahan kecelakaan,
    • perencanaan lalu lintas dan kendaraan listrik.

    Lalu lintas adalah salah satu hal pertama yang harus diukur di kota. Dalam lalu lintas di dalam kota yang berkembang, ini sering menjadi masalah besar. Namun dalam konsep SmartCity, hal itu hanyalah sebuah tantangan yang tetap ada dan harus dihadapi.

    Ada masalah yang lebih besar di kota-kota berkembang seperti keamanan, ketidakmampuan untuk menemukan perumahan yang terjangkau, pendidikan berkualitas, fasilitas kesehatan yang memadai, persediaan air, dan sebagainya. Tapi lalu lintas adalah salah satu gejala yang paling terlihat dari “kota non-pintar”.

  2. Rumah Pintar

    Sektor rumah pintar (SmartHome) sudah jenuh dengan perusahaan yang menawarkan solusi seperti monitoring energi, kamera pengaman, pengontrol cahaya jarak jauh, dan lain-lain. Semua solusi ini berada di area keberlanjutan, efisiensi biaya dan keamanan. Namun sayangnya, teknologi rumah pintar belum menyediakan solusi yang banyak.

    Aspek sosial rumah, misalnya: mengukur suasana sosial rumah, teknologi yang membantu interaksi sosial atau teknologi untuk membantu pengasuhan anak kecil.

  3. Keamanan

    Yang luar biasa dalam hal keamanan adalah semacam robocop. Ini seperti polisi di Dubai, dengan kamera untuk mata dan ipad di dadanya dan mengendarai kendaraan canggih. Tentu ini bukan definisi tentang konsep SmartCity dari sisi keamanan.

    Pemerintah kota dapat memanfaatkan kamera pengintai yang canggih untuk mencegah tindakan kriminal. Misal, jika ada pencopet di BusWay atau MRT, maka kamera tersebut dapat menegur “Awas Copet!!”. Atau, misalkan ada asap tebal di sebuah rumah, maka bisa memberikan alarm ke kantor pemadam kebakaran.

  4. Kesehatan Masyarakat

    Salah satu konsep SmartCity yang paling bermanfaat adalah untuk kesehatan masyarakat. Misal dengan menggunakan “gelang pintar” untuk deteksi beberapa penyakit menular.

    Kemudian, pemerintah kota juga dapat berinovasi dengan membuat Aplikasi yang bagus. Misal, sebuah aplikasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan cara ini, selain kesehatan masyarakat dapat meningkat, tentunya dapat menurunkan risiko defisit saldo BPJS dan kerumitan masalah.

    Untuk kejadian keadaan darurat dan kedatangan layanan darurat, sebuah aplikasi relawan dapat meningkatkan respon. Mereka dapat menerima panggilan darurat, dan ke lokasi darurat melalui aplikasi. Selanjutnya, relawan akan menerima informasi darurat khusus seperti lantai dan jumlah korban, dalam beberapa kasus gambar pemandangan juga dapat disediakan.

  5. Kecerdasan buatan

    Perangkat lunak pengenalan emosi sedang diterapkan beberapa perusahaan untuk menawarkan rekomendasi wisata berdasarkan emosi, jenis kelamin dan pengenalan usia. Dibutuhkan gambar sebagai masukan dan kemudian merekomendasikan penawaran wisata yang paling sesuai. Kecerdasan buatan akan banyak penerapannya di segala bidang pada era digital sekarang ini.

  6. Pendidikan Online

    Sudah menjadi konsekuensi dari transformasi digital, bahwa transformasi edukasi harus menjadi bagian dari konsep SmartCity yang efektif. Banyak disiplin ilmu yang harus di adaptasikan dengan kondisi sekarang ini. Misal, dengan memperbarui kurikulum pendidikan, atau membuat ‘universitas digital‘.

    Banyak sudah startup Indonesia yang membuat platform pendidikan online. Bahkan sudah ada yang bekerjasama dengan beberapa universitas dan mendapatkan akreditasi. Hanya saja, ini menunggu peran pemerintah untuk mengembangkan lebih cepat.

  7. Kesejahteraan Masyarakat

    Sebuah kota yang efektif, tentunya dapat mendukung kehidupan yang baik bagi warganya. Oleh karena itu, konsep SmartCity harus dapat menunjang pembukaan lapangan kerja, peluang bisnis, dan logistik pangan. Ini merupakan dasar dari kehidupan dimanapun.

    Dengan memberikan pelatihan entrepreneur online, sebuah kota dapat meningkatkan penghasilan warganya. Dan dengan aplikasi logistik pangan yang terintegrasi, pasokan dan harga pangan dapat lebih terjaga kestabilannya. Dan konsep ini akan berhubungan langsung dengan Industri 4.0 seperti yang dijelaskan diatas.

Jika dilihat dari konsep diatas, maka sebuah kota akan membutuhkan transformasi infrastruktur IT terlebih dahulu sebelum merumuskan konsep kota cerdas. Tanpa hal itu, akan banyak hambatan yang ditemui.