“ I miss eating kaledo. I want to enjoy it again,” demikian sepenggal kalimat yang terlontar dari teman saya, Cristian, bule Australia yang gemar berburu kuliner, ketika ia berkunjung ke Indonesia. Salah satu kuliner kesukaannya, adalah kaledo, makanan khas Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Indonesia, adalah negeri yang sangat terkenal dengan keaneka ragaman budayanya, termasuk kulinernya. Meski, jika kita amati sering ada kesamaan antara kuliner daerah satu dengan lainnya, namun yang membedakan adalah komposisi bumbu maupun cara meraciknya.

Seperti Kaledo misalnya. Makanan tradisional yang menggunakan bahan dasar kaki sapi, yang diolah menjadi makanan berkuah seperti sop, hampir menyerupai makanan tradisional dari bahan dasar serupa, kaki sapi, yang ada di Sampang, Madura, Jawa Timur, yang dikenal dengan nama kaldu kokot. Yang membedakan diantara keduanya, racikan bumbu dan cara penyajiannya.

Di kalangan pecinta kuliner nusantara, kaledo merupakan makanan tradisional yang menggunakan bumbu racik khas Palu, To kaili. Bumbu racikannya, akan membawa penikmatnya pada sensasi tersendiri, rasanya segar, lezat, dan nikmat.

Bahan baku kaki sapi pun tidak sembarangan, pilihan. Masyarakat Palu sangat piawai dalam memilih bahan baku, baik dari sisi kesehatan sapi, cara memasaknya maupun komposisi, atau takaran bumbunya.

Soal gizi, jangan ditanya. Menurut ahli nutrisi dr. Ahmad Junaidi, pada sapi terdapat protein yang sangat tinggi, mengandung unsur zat besi, vitamin B compleks, seng  atau zink, omega 3 serta selenium.

Semua unsur protein dan gizi yang ada pada daging sapi tersebut, sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Apalagi, bumbu bumbu tradisional yang terdiri dari rempah-rempah, maupun bumbu alami lainnya, semakin menambah nikmat dan lezat menu masakan tradisional ini.

Anda penasaran, nikmati pesona kota Palu, Sulawesi Tengah. Tak hanya kaledo, anda bisa memanjakan lidah dengan kuliner khas Palu lainnya, yang tak kalah nikmat dan sensasional.

Mari cintai budaya kita, cintai kuliner nusantara.

( Jgd )