SUMENEP – INOVASI.WEB.ID.  Dalam rangka Visit Sumenep 2018, Kabupaten Sumenep  harus mempersiapkan segala sesuatu yang menjad daya dukung wisata, seperti  pembangunan infrastruktur, jalan, pelabuhan dan sarana transportasi yang nantinya akan  memperlancar aksesibilitas menuju tempat distinasi wisata yang ada di Sumenep.

Hal itu   diungkapkan oleh Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, kepada media Inovasi.web.id,  di rumah dinas wabup, Jalan dr. Cipto Sumenep, Selasa (06/02) .

Dikatakan Wabub,  memasuki visit 2018 ini, ada beberapa faktor yang paling dominan demi lancarnya dan suksesnya visit Sumenep 2018, selain infrastruktur adalah pentingnya edukasi kepada masyarakat Sumenep itu sendiri.

“Membangun edukasi masyarakat Sumenep agar supaya masyarakat lebih paham tentang tempat distinasi yang ada di Kabupaten Sumenep, dan lebih banyak lagi pengetahuan masyarakat tentang sadar wisata, juga kearifan dan kesantunan masyarakat Sumenep”, jelas Fauzi.

Untuk lebih mengenalkan lagi tentang distinasi wisata, tambah Fauzi, diperluka gelaran berbagai  even, yang tujuannya agar masyarkadi luar Sumenep bisa lebih banyak tahu tentang potensi Sumenep, seperti Karaton Sumenep sebagai tempat bersejarah,   maupun potensi lain yang ada di Sumenep seperti sentra ukir, sentra Keris, batik dan yang lain.

“Kita sudah masuk ke visit 2018 dan akan berkesinambungan nantinya sehingga pengenalan wisata dan potensi daerah Sumenep benar benar di minati oleh masyarakat luas karena Sumenep mempunyai aneka ragam distinasi, seperti distinasi alam, bahari,sejarah, religi,dan di dalam wisata tersebut ada potensi daerah,” paparnya pula.

Peningkatan wisata Kabupaten Sumenep ini tidak akan meninggalkan ciri khas masyarakat Kabupaten Sumenep, adat istiadat dan keluhuran budaya peninggalan nenek moyang.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, bahwa Kabupaten Sumenep mempunyai branding work yang tidak di miliki oleh Kabupaten lain, seperti Kraton Sumenep atau Gili Iyang dengan oksigenya.

“Branding work yang dimiliki oleh Kabupaten Sumenep merupakan simbul atau icon Kabupaten Sumenep, karena 2 (dua) produk tersebut merupakan kelangkaan di wilayah Jawa Timur, dan merupakan daya tarik wisatawan untuk lebih mengenal Sumenep,”imbuhnya.

Diharapkan dengan semakin banyaknya pengembangan distinasi yang ada di Kabupaten Sumenep, baik yang di kelola oleh Pemerintah maupun yang di kelola oleh pihak swasta, desa dengan BUMDES akan semakin meningkatkan kualitas pola pikir  masyarakat, sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumenep.

( Syamsuri, Biro Sumenep, Jawa Timur )