Desa Kedungkelor tengah mengembangkan Kawasan Buah dan Gizi Desa. Kawasan itu dibangun untuk memenuhi nutrisi dan gizi ibu hamil, balita, manula dari keluarga tidak mampu, secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Inovasi ini bertujuan untuk menekan angka stunting di tingkat desa.

Desa Kedungkelor terletak di Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Keberadaan kawasan buah dan gizi seluas 1 hektar itu akan mencegah stunting sejak dalam kandungan. Hasil dari kawasan buah desa ini akan diberikan kepada warga yang tidak mampu, terutama ibu-ibu hamil, anak-anak balita, dan para manula sehingga asupan gizi mereka bisa terpenuhi.

Nama InovasiKawasan Buah dan Gizi Desa
InovatorPemerintah Desa Kedungkelor
AlamatDesa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

Saat ini, pemerintah desa tengah melakukan penanaman aneka pohon buah-buahan, menebar 5.000 bibit ikan Nila di kolam, dan menanam 100 bibit unggul mangga. Desa Kedungkelor sendiri merupakan sentra mangga harum manis dan hasilnya sudah diekspor ke Singapura.

Inovasi ini diharapkan mampu menginspirasi desa-desa lainnya agar program menanggulangi stunting di Kabupaten Tegal berjalan cepat. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, saat ini balita dengan stunting mencapai angka 10.500 anak. Sementara itu, keluarga yang berpotensi stunting mencapai angka lebih dari 135 ribu.

Sumber: Suara Merdeka