Akses terhadap energi, baik untuk memasak maupun transportasi, adalah urat nadi kehidupan ekonomi masyarakat. Namun, bagi banyak desa di Indonesia, akses ini seringkali menjadi tantangan. Jarak yang jauh ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi atau pangkalan gas elpiji seringkali menciptakan rantai distribusi yang panjang, tidak efisien, dan mahal bagi warga. Menjawab persoalan fundamental inilah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukamukti di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membuat terobosan strategis.

Terletak di Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, BUMDes ini tidak hanya hadir sebagai lembaga administratif, tetapi sebagai aktor ekonomi riil yang jeli melihat kebutuhan dasar warganya. Inovasi mereka berfokus pada dua komoditas vital: bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 3 kilogram.

Nama InovasiUsaha POM Mini
InovatorBUMDes Sukamukti
AlamatDesa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Kontak PersonMisbah (Kepala Desa Sukamukti)
Telepon

Perjalanan BUMDes Sukamukti dalam sektor energi dimulai pada tahun 2015. Mereka mengidentifikasi masalah klasik di perdesaan, yakni ketersediaan dan stabilitas harga gas elpiji 3 kg. Dengan menjadi unit usaha penyedia gas bersubsidi, BUMDes secara efektif memotong jalur tengkulak, menjamin ketersediaan pasokan untuk rumah tangga, dan menstabilkan harga di tingkat desa. Keberhasilan unit ini menjadi fondasi kepercayaan masyarakat dan modal sosial untuk inovasi berikutnya.

Puncak terobosan mereka datang pada tahun 2017. Dengan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), BUMDes Sukamukti mendirikan dua unit pengisian bahan bakar, yang populer dikenal sebagai “Pom Mini”.

Inovasi yang diidentifikasi sebagai “Usaha POM Mini” ini merupakan langkah cerdas. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sukamukti, Misbah, BUMDes tidak hanya membangun satu, tetapi langsung menempatkannya di beberapa titik strategis. Dua unit didirikan di depan kantor desa, menjadikannya pusat pelayanan publik yang terintegrasi. Sementara satu unit lainnya ditempatkan di Kampung Neglasari, tepat di jalan raya Galumpit-Jampangkulon.

Penempatan di Kampung Neglasari menunjukkan visi bisnis yang matang. Lokasi ini tidak hanya melayani warga di kampung tersebut, tetapi juga menangkap peluang dari para pelintas di jalan raya yang menghubungkan antar-kecamatan. Bagi sebuah desa di Kecamatan Waluran, yang lokasinya cukup jauh dari pusat keramaian perkotaan Sukabumi, keberadaan Pom Mini ini adalah revolusi kecil.

Dampaknya terasa langsung. Petani yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh untuk membeli bensin bagi mesin traktor mereka, kini bisa mendapatkannya di desa. Pengendara ojek, pelaku usaha kecil, dan warga yang beraktivitas sehari-hari merasakan efisiensi waktu dan biaya yang signifikan. BUMDes tidak hanya menyediakan layanan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal.

Keberhasilan ini tidak membuat Pemerintah Desa Sukamukti berpuas diri. Mereka melihat potensi yang lebih besar. Pada anggaran tahun ini, telah direncanakan penambahan modal untuk pengembangan lebih lanjut usaha pengisian bahan bakar ini. Langkah ini membuktikan bahwa unit usaha BUMDes dikelola secara serius, akuntabel, dan memiliki prospek untuk terus tumbuh.

Pendekatan inovasi dan kreativitas yang dilakukan BUMDes Sukamukti adalah wujud nyata dari Gerakan Desa Membangun (GDM). Mereka membuktikan bahwa desa mampu mengidentifikasi masalahnya sendiri, merumuskan solusi, dan mengeksekusinya menggunakan sumber daya desa (APBDes) untuk menciptakan kemandirian. Inilah perwujudan Indonesia yang lebih baik, yang dibangun dari unit-unit ekonomi produktif di tingkat desa.